Berita Terkini :
SALAM REDAKSI ,  WELCOME  |   sign in   |   Gueet Book   |   Kontak Kami



Harap tunggu :D
Sponsored By :FORWI.

Healine News

DeaMedia SKU Forum Wartawan Indonesia

Headline News Caver Depan
forwinews.blogspot.com




Email

forwisulsel@yahoo.com

Visitor

Berita Dari Sulsel

Berita Dari Sultra

Berita Dari Sulbar

Kawasan Link Media

Friday, August 3, 2012

DPR: Kasus Simulator SIM Jenderal Polisi Sudah jadi Sorotan Publik


Kasus Simulator SIM
DPR: Kasus Jenderal Polisi Sudah jadi Sorotan Publik
 
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso mengatakan bisa mengerti perasaan petinggi Polri sehingga berkeras ingin juga menangani kasus korupsi pengadaan alat simulator SIM di Korlantas adalah karena juga ingin bersih-bersih di dapurnya sendiri. Namun, sebaiknya kasus korupsi yang melibatkan para jenderal ini diserahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebab, perlu diingat, bahwa kasus ini sudah menjadi sorotan publik. "Mereka pasti juga ingin bersih-bersih diri di dapurnya sendiri. Tapi, karena ini sudah menjadi sorotan publik yang meluas, saya sarankan Polri dapat memberikan pengusutan kasus ini kepada KPK," kata Priyo di Jakarta, Jumat (3/8/2012).

Priyo merasa yakin pimpinan KPK akan selalu berkoordinasi dengan pimpinan Polri untuk memastikan penanganan kasus korupsi sang jenderal ini berjalan sesuai koridor hukum.

Seperti diketahui, KPK dan Polri menetapkan tiga tersangka yang sama dalam kasus korupsi Simulator SIM. Ketiganya, yakni Brigjen Didik Purnomo (Wakakorlantas) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), AKBP Teddy Rusmawan selaku Ketua Panitia Lelang, Kompol LG selaku bendahara Korlantas.

Polri juga menetapkan dua tersangka dari perusahaan rekanan pengadaan, yakni Sukotjo Bambang dari PT Inovasi Teknologi Indonesia dan Budi Susanto dari PT Citra Mandiri Metalindo Abadi.

Dalam kasus yang sama, KPK lebih dulu menetapkan mantan Kepala Korlantas Irjen Djoko Susilo sebagai tersangka. Setelah KPK melakukan penggeledahan di kantor Korlantas Polri dan mengumumkan nama tersangka Irjen Djoko Susilo, pihak Polri buru-buru mengatakan ke publik, bahwa pihaknya juga menangani kasus yang sama.

Pihak KPK mengatakan pihaknya berwenang menangani kasus ini karena lebih dulu melakukan penyelidikan dan penyidikan. Lebih dari itu, KPK juga mengatakan pihaknya berwenang mengambil alih atau mensupervisi penyidikan sebuah kasus sebagaimana UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.

Namun, pihak Polri berkeras akan menangani kasus itu dan menyebut pihak KPK melanggar kesepakatan (MoU) sebelumnya (TRIBUNNEWS.COM).

Priyo mengatakan, bahwa KPK, Polri, danKejaksaan Agung harus tetap bersatu, bersinergi dan saling menghormati. Sebab, ketiganya adalah pilar penegak hukum yang hebat. "Kalau terjadi tumbukan kita akan merugi sebagai bangsa," tandasnya.


Saturday, July 14, 2012

Citra Bandara Internasional Hasanuddin Makassar Ternoda, Pengunjung Nyaris Dipukuli Petugas Securty Airport


“Seorang oknum petugas  securty airport Bandara Internasional Hasanuddin Makassar menunjukkan sikap arogansinya terhadap salah seorang pengunjung yang berprofesi sebagai jurnalis yang nyaris dipukuli hanya karna tidak memiliki surat rekomendasi untuk masuk dari petugas duty  manager airport”.


    Makassar, (Selasa,10/7/2012,16.00 Wita) Prilaku temperamental yang ditunjukkan petugas security airport Bandara Hasanuddin Makassar terhadap pengunjung sangat tidak terfuji, sikap arogansi dan aksi ingin main pukul sangat disesalkan, hal ini dipicu karna salah seorang pengunjug yang ingin meminta izin kepada petugas duty manajer airport untuk masuk hanya disampaikan dalam bentuk lisan atau via telpon sementara dari pihak securty tidak mau mengerti pengunjung yang diperbolehkan masuk lewat pintu samping hanya yang memiliki idcard bandara atau surat rekomendasi berupa memo dari petugas duty manajer airport.

    Menurut duty manager airport dirinya tidak memiliki lagi kewenangan untuk mengeluarkan rekomendasi, untuk itu menyarankan untuk melapor ke tag bandara, berselang waktu kemudian pihak duty manager airport memberikan kebijaksanaan kepada pengunjung untuk masuk dengan catatan tidak diperbolehkan naik, atas dasar inilah izin untuk masuk disampaikan langsung petugas duty manager airport melalui via telpon kepihak petugas security. Hanya saja pihak security membantah jika ada telpon dari pihak duty manager  “jika anda memang diizinkan masuk pasti dikasi surat rekomendasi berupa memo dari petugas duty manager” sambil memperlihatkan bukti memo surat rekomendasi seperti ini contohnya, katanya dengan nada tinggi.

     Jika benar demikian yang disampaikan oleh pihak duty manager bahwa dirinya telah memberitahukan kepihak petugas security melalui via telpon lantas mengapa tidak melakukan tindakan terhadap petugas security, malah kami yang disuruh memanggil securitiy tersebut kekantor petugas duty airport.

    Sementara disaat yang sama juga tidak sedikit pengunjung yang masuk melalui pintu tersebut, tidak mendapat teguran bahkan begitu mudahnya mereka mendapat fasilitas berupa  idcard atau surat rekomendasi dari petugas duty manager sementara disatu sisi kami yang jelas-jelas konfirmasi baik-baik kepihak duty manager justru untuk mendapatkan izin masuk begitu sulitnya dan berliku-liku.

    Untuk itu diduga ada unsur kesengajaan dan diskriminasi sebagai bentuk pelayanan serta presiden buruk bagi petugas bandara airport. Hal ini dinilai sangatlah jauh dari apa yang diharapkan oleh masyarakat, dimana standar operasional pelayanan aiport Bandara Hasanuddin Makassar dipertanyakan, sekaligus mempertanyakan SDM yang ada, yang sangat jauh dari nilai-nilai humanis yang kurang bersahabat.

    Hal ini sangat kontradiktif dengan sosok pemimpin BUMN, Dahlan Iskan ketika beliau turung dari bandara memperlihatkan sikap kepemimpinan yang sangat peka dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya, ia sosok pemimpin yang seharusnya menjadi panutan bagi anak buahnya yang tampil bersahaja dan bersahabat. Bukan bersikap arogan apalagi mau main pukul atau mengajak berkelahi, nauudzubillah, beginikah standar pelayanan yang diberikan oleh petugas bandara Internasional Hasanuddin Makassar.(red-forwi/01)

Tak Lapor Harta, Dahlan Iskan Pecat Komisaris BUMN

    Jakarta – (Jumat, 6/7/2012) Kehadiran Dahlan Iskan di KPK ternyata tidak berlangsung lama, hanya 30 menit. Rupanya, Menteri BUMN ini hanya meminta data komisaris salah satu BUMN yang tidak melaporkan harta kekayaannya ke KPK.

    Dahlan langsung to the point mengaku akan memecat Komisaris BUMN yang tidak taat melaporkan hartanya itu. “Tadi saya masuk tidak bawa apa-apa. Sekarang saya bawa map isinya tentang adanya satu orang komisaris di BUMN yang tidak mau memberikan laporan kekayaannya kepada KPK,” kata Dahlan usai pertemuan dengan Direktur LHKPN di kantor KPK, Jakarta, Selasa (19/6/2012).

    Meski begitu, Dahlan tak mau menyebutkan komisari BUMN yang dimaksud tersebut. “Yang sudah pasti satu, karena sudah sampai peringatan kedua. Yang lainnya nggak usahlah sampai peringatan kedua. Begitu sampai peringatan pertama nggak mau, yah kita ganti saja,” ujarnya.

    Sejauh ini, Dahlan mengaku belum mengetahui pasti motif dari komisaris tersebut yang tidak mau melaporkan hasil kekayaanya. Sebab komisaris yang menolak memberikan laporan ke KPK sebanyak dua kali dan mengaku akan mundur.

    Menurut Dahlan, orang tersebut sudah menjabat posisi komisaris di bagian logistik sebelum dirinya mengisi posisi Menteri Negara BUMN.

    “Laporan dia ke KPK katanya tidak mau. Tapi, saya belum tahu apakah tidak mau karena dia miskin jadi merasa tidak perlu ada yang dilaporkan, atau dia sudah kaya jadi tidak mau untuk dilaporkan,” ujarnya menyindir.

    Dahlan juga mengancam akan memberikan sanksi tegas bagi anak buahnya yang tak mau menyerahkan LHKPN ke KPK. Hal tersebut dimaksudkan untuk memberikan efek jera.

    “Saya tidak akan meminta komisaris tersebut untuk mundur, tapi saya akan langsung memberhentikan dia. Dan untuk yang lain, tidak usah sampai dua kali menolak, sekali saja menolak untuk laporkan kekayaan, saya akan langsung berhentikan,” tegasnya lagi.

Sunday, July 8, 2012

Iran Tidak Akan Biarkan Setetes Minyak Pun Lewat Selat Hormuz

RMOL. (Minggu, 08 Juli 2012 , 09:34:00 WIB), Pemerintah Iran menegaskan akan menutup Selat Hormuz jika merasa keamanan nasional mereka terancam. Hal ini disampaikan oleh Kepala Staf Angkatan Bersenjata Gabungan Iran, Hassan Firuzabadi.

"Kami tentu memiliki rencana untuk menutup Selat Hormuz, karena setiap anggota militer harus mampu merencanakan semua skenario yang terjadi," ujar Firuzabadi sebagaimana dikutip Press TV (Minggu, 8/7).

Hal senada juga disampaikan oleh seorang anggota perlemen Iran yang menyebutkan bahwa Negeri Mullah ini memiliki kemungkinan untuk menutup Selat Hormuz jika merasa terdesak oleh sanksi yang diberlakukan negara-negara Barat.

"Jika kita benar-benar dikenai sanksi-sanksi, kami tidak akan membiarkan setetes minyak pun melalui Selat Hormuz," kata Ketua Komisi Ekonomi Majelis Iran, Arsalan Fathipour.

Uni Eropa telah melarang negara-negara anggotannya untuk membeli minyak Iran sejak Januari lalu.

Pada awal Juni lalu, Amerika Serikat memperketat sanksi tersebut dengan memberikan sanksi berat bagi lembaga-lembaga keuangan dari setiap negara yang membeli minyak Iran.[Laporan: Widian Vebriyanto]

LSS ITB Peduli Dan Sosialisasikan Kesenian Sunda Melalui Media



    INILAH.COM, Bandung - Lingkungan Seni Sunda (LSS) ITB kembali menggelar pertunjukan kesenian tradisional Sunda pada Sabtu, 7 Juli 2012.
 
  Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Mahasiswa ITB terhadap kelestarian budaya indonesia khususnya menyangkut budaya kesenian  Sunda, yang saat ini dianggap mulai termarginalkan dengan kata lain kurang terpublikasikan oleh media, sehingga melalui pegelaran tersebut bisa menjadi momen yang tepat sekaligus untuk mengaktualisasikan dan mengenalkan budaya seni sunda ini ditengah-tengah masyarakat. 

   Bertajuk Malam Pagelaran Lingkung Seni Sunda ITB 'Hate Kuring Nyaah ka Seni Sunda', acara ini berlansung pada 7 Juli 2012 pukul 19.00 WIB di Teater Tertutup Dago Tea House.

   Sebanyak enam kesenian tradisional asli Tanah Priangan ditampilkan, yakni Upacara Bubuka, Kacapi Suling Kawih, Tari Kandagan, Rampak Kendang, Tari Jaipong 'Bentang Timur' dan Longser 'Saukur Punten'.

    Selama empat jam, pagelaran tersebut hadir tanpa jeda. Melibatkan sekitar 96 pelakon, diharapkan acara yang mengangkat kesenian Sunda ini sukses dan diminati oleh warga Kota Kembang.

    "Kesenian itu sebenarnya dari dulu sudah ada, namun dinilai  ada tembok penghalang yang mengganggu kesenian Sunda. Sehingga kurang termediakan ke masyarakat. Makanya kita gelar ini," kata Ketua LSS ITB Adi Surya Pradipta saat konferensi pers di Aula Timur ITB Jalan Ganeca Kota Bandung, Senin (7/7/2012).[jul]

Thursday, June 14, 2012

Tekad Sang Legislator Menuju Senayan Jakarta


Berita Terkait:

   Jiwanya yang interprenourship dan kreatif terbesit sebuah tekad untuk mengaktualisasikan fungsinya sebagai anggota legislator di Kota Makassar, “Masih banyak yang perlu dibenahi ke depan khususnya menyangkut pembangunan dan peningkatan mutu pendidikan di Sulsel khususnya di Makassar yang dinilai belum maksimal dan Konprenship terutama yang berkaitan dengan pelayanan pendidikan dan kesehatan gratis,

     Begitu pula halnya menyangkut peningkatan sejahteraan para guru namun yang paling penting menurutnya perlu ada penegakan hukum atau low inpeacsmen ”.ujarnya

       Niang juga menambahkan bahwa sesuai disiplin ilmu yang ia miliki, dirinya akan bekerja secara maksimal dalam mengaplikasikan kepentingan rakyat.“Ketertarikan saya, memang selama ini saya lebih banyak berkiprah didunia pendidikan namun tidak menutup kemungkinan saya akan mengabdikan diri saya demi kemaslahatan ummat dengan eskalasi yang lebih luas lagi. Yang tentu saja tidak terlepas dari dukungan masyarakat di Dapil 1 Sulsel, dengan majunya saya ke DPR Pusat Senayan Jakarta mudahan-mudahan mampu memberikan perubahan dan warna tersendiri diparlemen sehingga saya bisa berbuat yang terbaik untuk rakyat Sulsel, Insyaallah amin.., ,doakan saja.

   Sosoknya yang idealis dan profesional, tak heran jika  dari berbagai kalangan guru-guru, akademisi, masyarakat maupun parpol banyak yang bersimpati dan menidolakannya mungkin karna kefigurannya dan kredibilitasnya serta kapabilitasnya baik dilegislatif maupun diberbagai organisasi kemasyarakatan dimana dia sangat piawai dan getol dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat .

     Menurut penuturan salah satu konstituennya menilai Samsu Niang merupakan sosok tokoh yang memiliki loyalitas dan kepekaan terhadap kondisi sosial kemasyarakatan "dia bagaikan bak lokomotif yang terus berjuang tanpa mengenal lelah dan tanpa pamrih demi kemaslahatan ummat. Samsu Niang menambahkan setelah dirinya kembali mendapat mandat dan amanah dari rakyat dilegislatif, maka hal yang paling utama ia lakukan adalah bagaiamana mengawal visi dan misi program partainya kedepan terutama bagaimana menghadirkan sistem pemerintahan yang baik.

     Demikian halnya bagaimana mengaplikasikan program-program yang bersentuhan langsung dengan rakyat yang selama ini dinilai belum maksimal, serta` kurang mendapat pengawasan dari 'anggota DPRD sebelumnya', nah sekarang saatnya Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) mengawal berbagai program pemerintah yang akan dijalankannya, dengan memperjuangkan kebijakan yang lebih berpihak kepada rakyat  tentunya.

   Tak diragukan lagi terbesit sebuah tekad dan Pengabdian mulia dalam mengaktualisasikan keinginan tersebut, bukan menjual atau sekedar lip servis atau janji-janji’ namun hal itu sudah dibuktikannya melalui sepak terjangnya dilegislatif, diberbagai acara forum-forum diskusi pablik, seminar, dan dialog interaktif diberbagai media massa baik cetak maupun eletronik.

    Sikap sederhana, murah hati dan loyal mencerminkan kepribadiannya, ia juga berkecimpung disebuah organisasi keguruaan yang disebut Forum Komunikasi Pengkajian Aspirasi Guru Indonesia (FK-PAGI) Sulsel Selaku Ketua Umum. 

Tekad Sang Motivator, Bangkit Dari Kekalahan Pasca Pemilu


 Berita Terkait:
*Tekad Sang Legislator Menuju Senayan Jakarta

Drs. Samsu Niang, Mp.d  (Ketua DPD PDK Kota Makassar) 

   Tekad Sang Motivator, Bangkit Dari  

          Kekalahan Pasca Pemilu

    Makassar, Kunjungan Ketua Dewan Pembina PDK Prof.DR. Ryaas Rasyid ke sejumlah daerah khususnya di Sulsel guna memberikan pencerahan kepada internal partainya terkait strategi konsep pemenangan pemilu, hal ini disampaikan melalui pertemuan yang digelar oleh pengurus tingkat DPD PDK Kota Makassar kemarin di Hotel  Losari Metro (Rabu, 13/6/2012), dimana dalam pertemuan internal tersebut disamping dalam rangka mempererat hubungan silaturrahmi antar ketua Dewan Pembina dan Dewan Pengurus Tingkat Kota juga membeberkan sejumlah agenda penting mengenai taktik dan strategi pemenangan pemilu, mengingat Sulsel kedepan akan melakukan pemilukada dalam  waktu dekat sehingga moment ini tidak dilewatkan begitu saja oleh  calon incumbent Adil Patu yakni memaparkan gagasannya diforum baik dalam kapasitasnya selaku Ketua DPP PDK Sulsel maupun sebagai calon Walikota Makassar mendatang  yakni 2014.


    Ketua  DPD PDK Kota Makassar, Samsu Niang, MP.d yang tampil sebagai moderator angkat bicara melalui ketua umumnya Ryaas Rasyid mengatakan yang paling strategis itu adalah “bagaimana menhadirkan semua saksi-saksi disetiap TPS-TPS dan memperkuat infrastruktur mulai dari tingkat kecamatn, kelurahan hingga ketingkat desa”.

Untuk itu dalam memberikan respon kepada kadernya dirinya beserta dewan Pembina terus memberikan motivator atau  spirit  agar dapat bangkit kembali dari kekalahan yang dialami pasca pemilu kemarin sehingga kendati demikian agar pengalaman yang lalu tidak terulang kembali maka harus ada terobosan-terobosan baru dilakukan salah satunya dengan mempersiapkan semua kekuatan kader di tingkat grassroot baik dalam lingkup RW, RT, ataupun di tingkat kecamatan dan yang terpenting adalah bagaimana membawa PDK kearah yang lebih baik

    Dengan demikian upaya maupun terobosan-terobosan baru terus dilakukan oleh partai PDK salah satu bentuk riil kegiatan yang dilakukan ditengah-tengah masyarakat adalah bagaimana menghadirkan sistem pemerintahan yang baik dengan membuat regulasi UU yang lebih berpihak kepada rakyat, mengkritik persoalan-persoalan yang tidak sesuai subtansi keinginan masyarakat dan memperjuangkan hak-hak masyarakat yang selama ini dibiarkan oleh pemerintah serta melakukan efisiensi dan pengawasan terhadap penggunaan anggaran, agar tidak terjadi pemborosan anggaran sehingga inilah yang menjadi subtansi keinginan partai dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang bersih.

    Untuk itu saya kira masyarakat akan bersimpati dengan PDK karna figur-figur di PDK saat ini adalh figur-figur yang bersih dan jujur yang memahami konsep-konsep pemerintahan dengan baik. Ungkap Niang (Red/Ketum/Sbn)

Hari Ini SBY Lantik Menteri Baru

    Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan melantik empat pejabat baru untuk gabung dalam pemerintahan. Pelantikan akan dilakuan pada pukul 11.00 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (14/6).

    Presiden SBY telah resmi mengumumkan empat nama calon pejabat pemerintah di Istana Bogor pada Rabu (13/6). Ia menunjuk orang-orang professional untuk mengisi dua jabatan kosong yakni Menteri Kesehatan dan Wakil Menteri ESDM. Selain itu, presiden juga mengumumkan dua orang yang akan menjabat di jajaran lembaga pemerintah non-kementerian.

   Adapun nama-nama tersebut yakni Menteri Kesehatan yang sebelumnya dijabat almarhumah Endang Rahayu Sedyaningsih, dipercayakan kepada Nafsiah Mboy. Wakil Menteri ESDM dipercayakan kepada Rudi Rubiandini yang saat ini menjabat Deputi Pengendalian Operasi BP Migas.

Kepala BKPM dijabat akan oleh Chatib Bisri. Saat ini, Chatib menjabat sebagai wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional bentukan Presiden. Terakhir, Kepala BPN akan diisi oleh Hendarman Supandji, mantan Jaksa Agung yang menggantikan Joyo Winoto. (REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- )




SBY: Tak Jalankan Garis Politik Partai, Kader Silahkan Keluar

Berita Terkait:
* Hari Ini SBY Lantik Menteri Baru..   

JAKARTA -- Pernyataan lebih gamblang ditegaskan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono. Ia mempersilakan kader yang tidak mengindahkan garis politik partai untuk keluar dari partai.

    Garis politi, tersebut, menurut SBY, yakni politik yang cerdas, bersih, dan santun. "Politik seperti ini yang harus dijalankan PD ke depan sehingga bagi kader partai yang tidak bersedia berbuat begitu, daripada memalukan kita dikemudian hari, lebih baik mundur sekarang juga dan tinggalkan partai ini," ujarnya Saat memberikan sambutan dalam acara silaturahim Pendidri dan Deklarator Partai Demokrat, Rabu malam, (13/6).

   "Karena garis politik ini meski menghadapi cobaan ujian dan badai, tetap kita harus menjalankan politik yang cerdas, bersih, dan santun," katanya

    Ia mengatakan dirinya tidak perlu lagi berbicara keras untuk memberantas korupsi. PD telah menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum. Jika sudah dalam proses pengadilan maka dilakukan pembebasan dari jabatan di partai apalagi terbukti secara hukum. (REPUBLIKA.CO.ID)

Tuesday, June 12, 2012

Struktur Team Advokasi Pers

Struktur Team Advokasi Pers
Forum Wartawan Indonesia Sulsel

Ketua : Muh. Anas, SH
Wakil Ketua : Andi Jaya Pasong, SH
Sekertaris : Jamaluddin, SH
Anggota : Andi Baso Pawennei,SH

Adipura Plus Sembilan Adiwiyata Untuk Tarakan

Tarakan,- Pemerintah Kota Tarakan kembali menerima penghargaan di bidang lingkungan, diantaranya piala Adipura dan 9 penghargaan Adiwiyata dimana 7 sekolah menerima penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi.

    1 Sekolah menerima penghargaan Adwiyata tingkat Nasional dan 1 sekolah menerima penghargaan Adiwiyata Mandiri. Piala Adiwiyata merupakan salah satu program Kementrian Lingkungan Hidup RI dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan keasadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.

    Kementrian Lingkungan Hidup RI memberikan piala Adiwiyata Mandiri pada SMP Negri 1 Tarakan dan penghargaan diberikan lansung oleh Presiden RI Susilo Bambang Yuhdoyono (SBY) dan untuk piala Adiwiyata Nasional yang dianugrahkan kepada SMK Negeri 1 Tarakan, diberikan lansung Mentri Lingkungan Hidup RI, Balthasar Kambuya.

   Sementara itu 7 sekolah lainya yang menerima penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi, diserahkan Gubernur Kaltim H, Awang Faruk diantaranya SDN 024, SDN 020, SDN 018, SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMP Negeri 5 dan SMK Negeri 1 Tarakan.

    Selain penghagaan Adiwiyata dan Adipura, Pemkot Tarakan juga memerima beberapa pengharagaan lainnya, diantaranya piala Wahana Tata Nugraha Tahun 2012, Penghargaan Taman Kota Terbaik Tingkat Nasional, Piala Stand terbaik City Expo Indonesia - APEKSI di Manado, dan penghargaan Otonomi JPIP

Area Kaltim tahun 2012 dalam kategori penghargaan pemberdayaan ekonomi lokal dan penghagaan Akuntabilitas Publik.

Piala dan Penghargaan tersebut diarak keliling jalan – jalan Protokol kota, Kamis (07/06), yang dimula dari Halaman Tamu Khusus Bandara Juata – Jl. Mulawarman – Jl. Yos Sudarso – Lingkas Ujung, kemudian memutar kembali ke arah Yos Sudsarso – Jl. Jend. Sudirman – Jl. Halmahera – Jl. Kalimantan, finish dihalaman Kantor Walikota Tarakan.

TT – DD – OZ, Diskominfo Tarakan.

5 Provinsi Dapat Alokasi Rp 510 Miliar Untuk Proyek Sanitasi

     Jakarta, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) kucurkan US$ 60 juta untuk program Sanitasi Perkotaan Berbasis Masyarakat (SPBM) di 5 provinsi di Indonesia. Program sanitasi bertujuan untuk menjaga kesehatan lingkungan diantaranya pengelolaan air pipa pembuangan dari MCK.

    Program ini telah dicanangkan pada tahun 2011 sampai dengan 2014 untuk mendukung program PNPM Mandiri Perkotaan yang disebut SPBM bagian dari Urban Sanitation and Rural Infrastructure (USRI).

   "Sasaran dari program ini adalah penduduk miskin di perkotaan terutama kaum perempuan rentan marjinal yang berada di daerah rawan sanitasi," ungkap Dirjen Cipta Karya Kementerian PU, Budi Yuwono, di kantornya, Selasa (29/5/12).

   Sumber pendanaan US$ 60 Juta ini merupakan pinjaman yang berasal dari Asian Development Bank (ADB) yang selanjutnya akan disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk Bantuan Langsung Masyarakat (BLM).

   "Setiap lokasi dapat Rp 350 juta, dan itu cukup dapat melayani sekitar 100 KK (kepala keluarga)," tuturnya.

    Menurut Budi, program ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mencapai target Millenium Development Goals bidang sanitasi yaitu meningkatkan akses pelayanan sanitasi di perkotaan hingga mencapai 62,41% di tahun 2015.

    Program ini akan dilakukan secara bertahap di 1.350 kelurahan, 34 kabupaten/kota di 5 provinsi yaitu Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Sulsel, dan Sulut.

   "Kabupaten/kota yang dapat SPBM ini adalah kabupaten/kota yang sudah mengikuti program PPSP (Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman) tahun 2009-2010 yang telah menyatakan minatnya untuk membangun sarana pengolahan air limbah berbasis masyarakat," papar Budi.

   Budi mengungkapkan, teknologi yang digunakan untuk pembangunan sarana sanitasi ini mencakup pembangunan MCK atau Instalasi Pengolahan Air Limbah Komunal (IPAL Komunal), disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat.

    Hal ini ditandai dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MOU) antara Pemerintah Daerah yang berkaitan pada tanggal 29 Mei 2012 di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum hari ini, disepakati bersama mengenai komitmen pelaksanaan kegiatan SPBM USRI.

Pusat Kucurkan Dana SPBM-USRI, 350 Juta Per BKM


    Makassar, (6/6/2012) Pengelolaan pembangunan sanitasi air limbah berbasis masyarakat tahun ini baru mulai direalisasikan oleh pemerintah Kota Makassar melalui program sarana prasarana Sanitasi Perkotaan Berbasis Masyarakat (SPBM-USRI) Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar.

    Adapun pembiayaannya menggunakan sumber anggaran long APBN Pusat melalui utang Bank Dunia untuk diberikan kepada Pemda untuk sanitasi kesehatan lingkungan khususnya menyangkut pengelolaan air limbah rumah tangga (domestik).

    Pasalnya limbah dimakassar belum tertangani dengan baik seperti drenase dan kanal yang dinilai sangat  kotor dan bau, hal ini dikarenakan Septic tank yang dibangun tidak memenuhi standar tehnis sehingga kebanyakan Septic tank masyarakat ini dialirkan kedrenase tanpa pengelolaan yang baik akibatnya berpengaruh pada air tanah yang cepat penuh.

    Drenase tidak hanya berfungsi sebagai sarana air hujan akan tetapi juga befungsi untuk pembuangan  air limbah. proses pengelolaan limbah rumah tangga ini nantinya akan disalurkan melalui sistim perpipaan yang dikelola menjadi Outlet untuk kemudian disalurkan kesaluran primer dan sekunder, yang akan melayani sekitar 40 hingga 50 Kepala Keluarga. adapun komponennya menggunakan  Bio-Digester, pippa primer, bak control, serta pipa otlek.

   Kegiatan sanitasi ini  90 persen dilaksanakan secara pemberdayaan masyarakat, yang mana sasaran kegiatannya lebih diprioritaskan pada kawasan yang dinilai rawan sanitasi serta daerah-daerah yang dianggap kumuh seperti pinggiran kanal, dimana setiap masing-masing lokasi akan mendapatkan  kuncuran anggaran 350 juta perkelurahan melalui rekening BKM. 

    Program ini sudah lama disosialisasikan sejak tahun 2011 hanya saja baru tahun ini bisa dilaksanakan karna anggarannya baru dicairkan. dimana tahun ini untuk kegiatan tahap pertama baru sekitar 16 kelurahan dari 14 kelurahan yang mendapat kucuran dana SPBM-USRI 2012, kemudian menyusul tahap kedua dan ketiga akan dilanjutkan pada tahun 2013. Sementara  rincian operasionalnya terdiri dari 60 persen untuk biaya material, upah pekerja 35 persen dan POPnya 5 persen. Ungkap Imbang di Hotel Jl. Star.

    Menurut Imbang Muryanto Kepala Seksi Sanitasi Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar menjelaskan tujuan kita yakni bagaimana mengenalkan kemasyarakat tentang pengelolaan air limbah, ‘idealnya sebelum air limbah dibuang kedrenase harus ada pengelolaan lebih dulu’, nanti setelah layak lingkungan baru kemudian dibuang kebadan-badan air, karna ujung-ujungnya nanti jika tidak tertangani dengan baik 15 hingga 20 tahun kedepan ini bisa berdampak buruk dimana limbah-limbah domestik tersebut akan mengalir semua kemuara pantai losari.

    Sementara Makassar sebagai ikon menuju kota dunia lagi gencar-gencarnya dibangun sebagai sentra ikon pariwisata, perdagangan serta pembangunan wisma nergara.  Untuk itu dari sekarang penanganan air limbah rumah tangga harus bisa tertangani dengan baik sekaligus menjadi menjadi starting point percontohan pengelolaan air limbah secara makro di Kota Makassar. Ujarnya

    Karna tidak lama lagi kita akan memiliki Instalasi pengolaan limbah IPAL losari  untuk tingkat kota dimana secara makro akan dipusatkn dipantai losari, sementara program USRI ini ini sifatnya kecil-kecil atau komunal yang tidak bisa disalurkan melalui kawasan IPAL local.

    Menurut Abu Sopyan Kasubdin Jalan Lingkungan PU Kota Makassar Kegiatan ini sebagai bentuk shering masyarakat terhadap sanitasi lingkungan, untuk IPAL losari sendiri tentu bersifat makro, sedangkan lahan untuk bak limbah komunal yakni 2 x 6 meter tanpa ada biaya kompensasi, seandainya masyarakat tidak mendapatkan lahan untuk bak limbah komunal maka bisa menggunakan fasilitas umum misalnya dengan memakai jalan lingkungan untuk ditanam, kedalamannya tergantung kemiringan lahannya, panjang pipanya berdasarkan system gravitasi. (red-ketum)

Thursday, June 7, 2012

Polisi Tangkap Bandar Togel Beromset Puluhan Juta

   Jakarta Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap komplotan pelaku judi togel beromzet Rp 80 juta per hari. Penangkapan ini dilakukan di Sunter Paradise Timur Raya F22/8B, Sunter Jakarta Utara, Rabu (6/6/2012) pukul 18.00 WIB dan berhasil menangkap 3 orang tersangka.

    Tiga orang tersangka adalah SB (29), SYT (35), dan YL (33). Sementara dua orang tersangka, yakni JM dan AMG yang merupakan bandar masih dalam pencarian polisi.

    Tiga orang tersangka ini merupakan pengepul yang bertugas merekap atau menulis angka pasangan judi togel yang diterima dari pengecer kepada bandar lewat faksimili. Sementara uang taruhan ditransfer ke rekening pihak bandar (rekening Bank BCA atas nama TD).

    "Mereka ini sudah aktif selama dua tahun. Omzet per harinya Rp 80 juta, itu per putaran. Hitung aja sebulan dia dapat berapa totalnya," ungkap Kasubdit Jatanras AKBP Helmy Santika di Mapolda Metro, Jl Sudirman, Jakarta, Kamis (7/6/2012).

    Dalam seminggu, para pengepul menerima rekapan angka pasangan judi togel sebanyak 5 kali. "Mereka akan merekap setiap hari Senin, Rabu, Kamis, Sabtu, dan Minggu," tambah Helmy.

    Helmy menambahkan dari Rp 80 juta, para pengepul akan mendapat komisi sebesar 5 persen atau sekitar Rp 4 juta.
    
"Para pelaku ini melakukan penyetoran rekap dan uang ke bandar. Mereka akan mendapat komisi tiap penyetoran," jelasnya.

    Selain menangkap tiga orang tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa 3 buah key BCA, 15 buku tabungan BCA, 15 kartu ATM BCA, 2 buku tabungan Bank Mandiri, sebuah BlackBerry, 3 buah handphone, uang tunai Rp 300 ribu, 1 unit notebook, dan 1 unit faksmili.

    "Jumlah dari rekening-rekening ini belum sempat dihitung, baru akan kami lakukan pemblokiran. Kan baru malam kemarin kita dapatnya," ujar Helmy.

    Sementara itu belum diketahui apakah para pelaku adalah pemain lama atau tidak. "Kami belum punya data, jadi belum tau mereka pemain lama atau tidak. Mereka terancam pasal 303 KUHP Jo. UU No. 7 tahun 1974 tentang perjudian," tutup Helmy.

Arena Judi "Mickey Mouse" Berkedok Yayasan Amal

    Jakarta, Petugas Reskrim Polres Metro Jakarta Barat melakukan penggerebekan di arena perjudian dengan mesin judi "Mickey Mouse" atau bola ketangkasan yang berkedok Yayasan Amal di Kompleks Duta Mas, Kelurahan Jelambar Baru, Kecamatan Grogol Petamburan, Rabu (6/6/2012).

    "Ada 14 orang yang kita amankan," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Hengky Hariadi. Termasuk di antaranya pengeloal mesin judi tersebut.

    Dalam aksinya, pemilik arena perjudian yang diketahui bernama Hani Yahya Assegaf ini berdalih hasil perjudian ini akan disumbangkan kepada yayasan Azizah Foundation.

    Yayasan ini bergerak pada bayi yang lahir dengan kondisi hydrocephalus, suatu keadaan di mana terjadi pengumpulan cairan berlebihan di dalam otak yang berakibat pada pelebaran ruang-ruang dalam otak (ventrikel) yang tidak normal.

    "Pengakuan mereka hasil judi ini untuk yayasan amal, membantu anak-anak," katanya.

    Aksi ini sempat menimbulkan keresahan warga sekitar. Oleh karenanya, meski di ruangan tersebut dipasang spanduk berukuran besar bertuliskan Yayasan Azizah Foundation petugas akan tetap memprosesnya.

    "Ini tidak bisa dibiarkan. Ini merupakan wujud komitmen kami, tidak ada judi di Jakarta Barat, tidak ada kompromi mengenai perjudian," tuturnya.

    Untuk memastikan apakah ada keterlibatan pihak yayasan, pihaknya akan menelusuri pengakuan dari pemilik arena perjudian yang mengaku baru empat hari beraktivitas tersebut.

    "Kita akan sinkronkan dari para tersangka dan pemilik yayasan amal, apakah bener ada pengiriman bantuan atau tidak, kalau benar semua akan kita periksa," jelasnya. (KOMPAS.com)

Yusril: Harusnya SBY Tak Perlu Beri Grasi Corby

     Jakarta - Mantan menteri hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendara mendampingi Gerakan Anti Narkotika (Granat) mendaftarkan gugatan pemberian grasi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada Scapple Leigh Corby dan Peter Achim Franz Grobmaan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).( Kamis, 07 Juni 2012)

    Menurut Yusril, jika melihat pada kasusnya seharusnya SBY tidak memberikan toleransi terhadap pelaku narkotika.

    "Yang bisa digugat PTUN kan keputusan pejabat tata usaha negara yang bersifat tertulis, dan sifatnya bersifat indivual, konkrit, final dan membawa akibat hukum. Jadi keputusan tertulis jelas keputusan tertulis presiden namanya keputusan presiden, sifatnya individual," kata Yusril saat ditemui di PTUN, Jalan Sentra Primer Baru, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (7/6/2012).

    Yusril menuturkan bahwa keputusan Presiden ini hanya berlaku bagi Schapple Leigh Corby dan Peter Achim Franz Grobmaan.

    "Tidak berlaku bagi orang lain. Dia (SBY) konkrit yah menyebut nama orang tidak berlaku umum final karena tidak memerlukan persetujuan atasan karena presiden tidak punya atasan, dan berakibat hukum Corby yang dihukum 20 tahun menjadi 15 tahun, 5 tahun menjadi 2 tahun," beber Yusril.

    Yusril menambahkan, keputusan tata usaha negara yang agak debatebel tersebut tergantung argumen, apakah Presiden berkedudukan sebagai kepala pemerintahan, pejabat PTUN atau Presiden.

    "Kalau memberikankannya sebagai kepala negara Ini yang akan manjadi debat panjang," kata Yusril.

    Corby sebelumnya divonis hukuman penjara selama 20 tahun dan denda sebesar Rp 100 juta. Dia kedapatan membawa 4,2 kilogram marijuana oleh imigrasi dan polisi di Bandara Ngurah Rai pada 8 Oktober 2004. Lalu, dia mendapat grasi berupa pengurangan hukuman 5 tahun penjara.

    Berdasarkan hitung-hitungan sisa hukuman Corby, pengajuan pembebasan bersyarat bisa dilakukan pada 3 September 2012. Namun, ada sejumlah syarat-syarat yang harus ditempuh, seperti jaminan dari pihak terkait, hingga bagaimana kelakuannya selama di tahanan.( TRIBUNNEWS.COM,)

Sunday, June 3, 2012

Jurnalis Bahas Launching SKU Mingguan FORWI



    Makassar, Aliansi jurnalis dari berbagai media cetak SKU, Majalah dan Tabloid Mingguan yang tergabung dalam link Kontributor Forum wartawan Indonesia menggelar pertemuan internal di Café Rally (26/5) dan Sekretariat Kantor SKU. Amunisi Jalan Maccini Sawah(28/5).

    Dalam pertemuan tersebut tengah dibahas mengenai akuntabilitas peran media massa menjelang pemilihan kepala daerah tingkat propinsi dan kabupaten kota yang kemudian akan disusul dengan pemilihan ditingkat legislatif serta pemilihan presiden yang akan datang, yang bakal menghiasi percaturan politik dan iklim demokrasi di Indonesia. terutama dalam mencermati adanya dugaan money politik, black campaign serta berbagai bentuk penyalahgunaan anggaran dan fasilitas Negara.

    Untuk itu independensi sebuah media massa  haruslah bersifat konstruktif, tranparan dan akurat yang menjadi syarat mutlak karenanya sekaligus menjadi cikal bakal alasan jurnalis dalam menyuguhkan informasi seluas-luasnya kepada pablik, tentu saja dengan sajian yang lebih faktual, berimbang yang merekam seluruh aktivitas atau serangkaian peristiwa atau kejadian dalam kota metropolitan.

    Inilah yang mendorong para jurnalis untuk membahas persiapan launching SKU. Mingguan FORWI agar dapat menjadi perekat antar sesama media dan jurnalis disamping ikut berkontribusi dalam mengawal dan menjabarkan tujuan Negara dibidang informasi dan komunikasi sebagai bentuk implementasi dan media aktualisasi diri dari berbagai segmen kehidupan.

    Dalam pertemuan itu juga tak kala serunya para jurnalis dari berbagai latar belakang media yang berbeda ini begitu semangat dan antusias merespon laungchingnya Koran tersebut, alasannya sangat bervariatif, sebab diharapkan dengan eksisnya media tersebut mampu menjawab dan ikut berkontribusi memecahkan problem solving yang dialami bangsa ini khusunya jurnalis itu sendiri, baik menyangkut konpetensi wartawan maupun dari sisi advokasinya, namun yang paling penting dari semua itu perlu ada regenerasi melalui diklat-diklat yang diselenggarakan baik secara internal maupun eksternal. Ungkap Ketum Forwi Sulsel, M. Subhan BM. 

  





POM AD, AL, AU Lakukan Operasi Penertiban Secara Serentak


    Makassar, (01/6/2012, 14.30 Wita) Sejumlah Polisi Militer turun kejalan melakukan aksi operasi penertiban di beberapa titik jalan nasional, operasi ini dimaksudkan dalam rangka penertiban penyalahgunaan nomor-nomor plat dinas yang disinyalir banyak digunakan orang sipil, aksi ini sempat membuat macet lalu lintas dan mengundang perhatian warga sekitarnya  serta pemakai jalan pasalnya operasi tersebut merupakan operasi gabungan yang dilakukan secara serentak yang terdiri dari POM Angkatan Darat, POM Angkatan Udara dan POM Angkatan Laut.

    Menurut Letkol. Syarifuddin, DanDenPOM 76 yang dimintai keterangannya waktu itu mengungkapkan bahwa operasi gabungan ini dilakukan secara serentak atas perintah dari Panglima TNI Pangdam VII Wirabuana, MayJend TNI Drs. M. Nizam dalam rangka upaya penertiban nomor-nomor plat dinas yang disinyalir banyak disalahgunakan orang sipil.

    Salah satu tempat atau lokasi digelarnya operasi tersebut yakni di jalan Urip Sumoharjo depan kantor Jamsostek Makassar, belum diketahui sampai kapan operasi ini berlangsung namun berdasarkan informasi yang kami lansir operasi ini sudah berjalan dua hari, “kami masih menunggu tindak lanjut dari pimpinan”. Ujar Letkol Syarif

    Ada beberapa kendaraan yang terjaring operasi oleh aparat POM, selain memeriksa kelengkapan surat identitas kendaraan juga diminta melepaskan atau membuka simbol-simbol  atau stiker yang menempel dikendaraan tersebut seperti  stiker yang bergambar simbol TNI. Dipertanyakan sudah sejauh mana penertiban ini dilakukan Letkol. Syarif mengatakan sejauh ini pihaknya belum menemukan rakyat sipil menggunakan Plat dinas tersebut.


FORWI Sulsel Kecam Aksi Marinir Pukul Warga dan Wartawan

   
    Padang-Sumbar (Selasa, 29/5/2012) Sekelompok orang berseragam Marinir memukuli para wartawan yang sedang meliputi aksi penggusuran tempat maksiat dan prostitusi oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) disepanjang kawasan Bungus Kelurahan Gates Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Padang, Sumatera Barat.

     Kejadian yang terjadi pada pukul 16.30 WIB ini terjadi saat penggusuran telah selesai. Ketika para wartawan hendak kembali mengendari mobil  Satpol PP, sekelompok Marinir menghadang jalan dan melakukan penyerangan.

     Lapak dan tempat mesum di Sumbar Padang yang disinyalir dilindungi oknum marinir dibakar massa, pasalnya tempat tersebut sudah lama dicurigai sebagai ajang tempat maksiat, kecurigaan inilah yang membuat warga setempat berang dan melampiaskan kemarahannya dengan melempari rumah tersebut.

     Aksi penolakan dan pengrusakan lapak dan tempat mesum tersebut berakhir bentrok, sejumlah warga dan wartawan yang meliput kejadian tersebut tiba-tiba diserang sekelompok marinir yang tidak dikenal ada yang berpakaian preman dan ada juga yang berpakaian dinas. Akibatnya aksi serang yang dilakukan oleh oknum marinir terhadap warga, wartawan dan salah seorang anggota dewan mengalami luka-luka dibagian muka dan kepala.

     Aksi brutal yang dilakukan marinir tersebut tidak hanya mencederai wartawan yang meliput saat itu akan tetapi sejumlah kamera ikut dirampas dan dirusak pelaku, prilaku premanisme yang dilakukan oleh marinir tersebut mendapat kecaman dari berbagai pihak, salah seorang anggota dewan yang melihat kejadian tersebut juga tak luput dari aksi main pukul. 

    Adapun jurnalis yang menjadi korbannya Budi Sunandar (SindoTV/RCTI), Andi Aja (Metro TV), Indra Khew (SCTV),  Ridwan (Padang Ekspres) dan beberapa wartawan lainnya dipukuli dan peralatannya dirampas paksa oleh orang – orang berseragam militer tersebut. Beberapa kamera dirampas, satu kamera dibanting hingga hancur.

     Jumlah pelaku diperkirakan sepuluh orang diantaranya lima orang berpakaian dinas dan limanya lagi berpakaian preman, sepuluh orang sudah berhasil diamankan dan menjalani pemeriksaan. Hanya saja dari sekian pelaku yang berhasil diringkus, ada satu orang yang berpangkat perwira yang ikut terlibat dalam kejadian tersebut tapi tidak diproses.

     Komandan Polisi Militer Ang­katan Laut (Pomal) Lan­tamal II Mayor Laut (PM) G. Gul­tom menjelaskan, selain me­n­a­han 11 oknum Marinir, penyi­dik Pomal juga mengamankan tiga unit motor warga yang di­lem­par ke laut oleh oknum Ma­rinir. Tiga unit sepeda motor itu, yak­ni Yamaha Jupiter MX, Su­zuki Smash dan Suzuki Thunder. Sepeda motor tersebut diambil sendiri oleh warga ke dalam laut, lalu diserahkan ke Pomal.

     Forum Wartawan Indonesia Sulsel angkat bicara, melalui ketua umumnya M. Subhan BM merasa prihatin dan sangat mengecam aksi premanisme yang dilakukan oleh oknum marinir tersebut yang dinilai sangat arogan dan tidak terpuji alias abmoral, maraknya aksi premanisme terhadap jurnalis belakangan ini dikarenakan sifat temperamental aparat kita dinilah bobrok serta lemahnya kinerja aparat dan perangkat hukum itu sendiri dalam menindaki oknum tersebut.

Thursday, May 24, 2012

Intimidasi Karyawan, Rumah Bernyanyi NAF Didemo Serikat Pekerja

    Makassar, (Kamis, 24/5/2012) Partai Serikat Pekerja Pariwisata Reformasi melakukan aksi unjuk rasa di jalan Boulevard Panakkukang Mas sekitar pukul 16.00 Wita sore tadi dengan membakar sebuah ban mobil bekas di depan rumah bernyanyi NAF sebagai bentuk aksi solidaritas sesama kaum buruh pasalnya perusahaan tersebut dituding telah mengebiri hak-hak pekerja.

   Menurut Ketua Kordinator Aksi A Puput. S dirinya terpanggil karena diundang dimana ada sebuah kronologis-kronologis kejadian yang diluar dari pada ketentuan UUD No 13 Tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan dan UU No. 21 tahun 2000 tentang kekbebasan berserikat.

  Pihak pengelola rumah bernyanyi NAF dinilai mengintimidasi dan cenderung diskriminatif dalam memperlakukan karyawannya mulai dari persoalan kelayakan gaji upah buruh, lembur kerja yang berlebihan hingga masalah jamsostek. Salah satu bentuk intimidasi yang dilakukan oleh pihak perusahaan terhadap pekerja dengan mengatakan  “Anda Adalah Pekerja Kami, Anda itu harus dengar kata kami, Anda itu Rugi Kalau Berserikat”katanya.

     Disinggung mengenai gaji atau upah layak pekerja yang belum dibayar Itu dijelaskan jamsostek sangat kriminal dan jika memang jamsostek sendiri melanggar maka itu bisa bahaya, sementara dari pihak disnaker sendiri dinilai mandul. Ungkapnya

  Aksi ini tentunya mendapat kecaman dari Partai Serikat Pekerja Pariwisata Reformasi karna pihak perusahaan dinilai tidak memiliki itikad baik atau mau bertanggung jawab terhadap para pekerjanya. Ada sekitar 120 orang pekerja yang tidak jelas statusnya, apakah status yang dimaksud sebagai karyawan atau sekedar dipekerjakan pasalnya mereka tidak terdaftar sebagai peserta jamsostek di Makassar,  melainkan hanya didaftar sebagai peserta jamsostek rekayasa dari surabaya.

    Untuk itu Partai Serikat Pekerja Pariwisata Reformasi meminta kepada perusahaan NAF agar membayar gaji pekerja selama dua tahun termasuk gaji lembur mereka, dan jika hak pekerja telah diberikan haknya maka pihaknya harus keluar dari Makassar. Ungkap. (red-forwi)

Tuesday, May 22, 2012

Poltek UNM Bahas Hecking Dalam Seminar Nasional Master Informatika Securty Zero To Hero


Nampak suasana seminar yang dihadiri sejumlah eleman dimana salah satu sponsor Mulia Jasa Computer 
 
      Makassar, Dunia informatika kita mengenal istilah hecking dimana sangat berpengaruh terhadap teknologi jaringan internet yang ternyata memiliki dampak positif negatif terhadap para pengguna jaringan internet diseluruh dunia hal inilah yang membuat sejumlah comunity yang terdiri dari Mahasiswa Teknik Eletro Universitas Negeri Makassar untuk melakukan seminar nasional dengan tujuan masyarakat harus faham tentang keberadaan hecking yang kadang disalah gunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab dimana dapat mengganggu ketentraman dan stabilitas keamanan negara sekalipun.
    Dalam menjaga sistem pengamanan jaringan internet dibutuhkan pengetahuan tentang ilmu informatika harapan sejumlah mahasiswa ini dengan adanya seminar nasional dapat membantu memberi rasa aman dalam memberi ilmu pengetahuan informatika kepada masyarakat dalam beraktifitas selaku pengguna jaringan internet.

     Seminar sehari yang dilaksanakan dihotel Pena Mas beberapa waktu yang lalu ternyata dapat menarik peminatnya yang berjumlah kurang lebih 250 orang yang terdiri dari elemen Mahasisawa, karyawan perusahaan, pelajar, dan masyarakat ditambah sejumlah panitia dari Mahasiswa Teknik Elektro UNM Makassar yang berjumlah sekitar 60 orang,ungkap panitia pelaksana yang diketuai Ian kepada Amunisi disela-sela kegiatan.
 
    Isi seminar sendiri membawa materi Informatika Security Awareness yakni upaya membangun kesadaran pribadi, bisnis dan pemerintahan tentang keamanan Informasi dengan pembicara Irfan Syamsuddin, moderator Abd Wahid ST,M.Kom dan Materi (antara hacking,cinta dan Rock n Roll) dengan pembicara Aat Shadewa, moderator Irwan ,SST, MT dalam wacananya pembicara mengupas tentang fakta internet bahwa jumlah penghuni yang meningkat tajam dari tahun ke tahun dimana informasi telah menjadi aset yang paling berharga bagi individu ,bisnis dan pemerintahan yang diagendakan dalam diskusi diantaranya membahas masalah utama, kesadaran, keamanan informasi, prinsip-prinsip keamanan informasi, ancaman-ancaman keamanan informasi,dan studi kasus.
 
    Acara seminar ini mendapat pula dukungan dari sejumlah Sponsor diantaranya Hotel Pena Mas,MULIA JASA COMPUTE, Sosro dan Tribun Timur.
 
     Salah satu sponsor utama selaku Pimpinan Mulia Jasa Computer Yusran Sofyan yang merupakan Kepala Biro Makassar SKU. Amunisi sendiri mengatakan seminar sehari ini merupakan momen penting yang seharusnya dapat disosialisasikan secara maksimal dari tingkat kalangan bawah keatas, kita harus salut terhadap rekan-rekan mahasiswa yang telah mampu mengembangkan dan membagikan ilmu mereka yang tentu membawa dampak positif kepada masyarakat. Yusran Sofyan/zul 007.

Friday, May 18, 2012

Polisi Tahan Karyawan dan Bos Toko Dunia Kado Onta Lama

     Makassar, (Kamis, 17/5/2012 11.00) Sebuah insiden penyerangan senjata tajam terjadi di jalan onta lama, polisi meringkus seorang karyawan Toko Dunia Kado yang kedapatan membawa senjata tajam berupa parang yang di gunakan untuk memburu korbannya, yang juga merupakan keluarga dari mantan karyawan tokoh tersebut, kejadian dipicu berawal ketika salah seorang yang mengaku keluarga dari mantan karyawan ini mendatangi toko tersebut dan meminta kepada pemilik toko supaya mengembalikan ijasah milik keponakannya, sempat terjadi adu mulut antara keluarga mantan karyawan dengan salah seorang karyawan bernama Ardi, pihak keluarga mantan karyawan ini merasa kecewa dan marah, karena merasa haknya tidak dipenuhi atau di gubris, ia pun berang dan mengajak berantem, spontan Ardi masuk ke dalam toko dan mengambil sebuah parang panjang lalu memburu korban yang masuk kesebuah warung makan di seberang jalan onta lama yang tak jauh dari lokasi toko tersebut. Tak lama kemudian aparat kepolisian dari Polsekta Mamajang datang dan mengamankan sebuah senjata tajam beserta pelaku bernama Ardi.

     Pemilik Toko Dunia Kado, Wenfi juga ikut di tahan 1 x 24 jam untuk diambil keterangannya terkait kepemilikan senjata tajam. Hari ini polisi sudah mengeluarkan Surat Peritah Penahanan terhadap Ardhi yang dijerat Pasal 368 KUHP tentang pengancaman, dan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Sementara pihak pemilik Toko bernama Wenfi kemungkinan besar di lepaskan hari ini karena menurut Kanit Reskrim Polsekta Mamajang, Akp. Agus Arfandy, SH tidak cukup bukti. Ujarnya.  

     Kejadian ini rupanya bukan pertama kalinya, menurut Kanit Reskrim, Akp. Agus Arfandy, SH pengusaha ini juga pernah dikomplen terkait ijasah karyawan yang diduga tercecer disuatu tempat, nanti setelah enam bulan kemudian baru ditemukan untuk diserahkan. Ungkapnya.

   Sementara keluarga korban belum bisa diambil keterangannya oleh polisi karena masih shock dengan kejadian tersebut hingga saat ini belum diketahui keberadaannya, sementara mantan karyawan saat dihubungi polisi melalui heandphone seluler terkait ijasah tersebut, Jika dirinya berada di Palu, Sulteng. 

     Wenfi Bos Pemilik Toko ini yang disinyalir ikut terlibat memfasilitasi ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan ditokonya mengatakan “ini hal yang biasa atau kecil dan tidak perlu dipermasalahkan” mengenai senjata tajam yang disita oleh aparat di dalam tokonya ia pun mengelak dan tak mau berkomentar “nanti saya berurusan dengan polsek,”katanya dengan nada angkuh.

     Informasi yang berkembang dari warga onta lama terkait insiden tersebut pengusaha ini dinilai tertutup atau tidak bermasyarakat, menurut warga hampir rata-rata karyawan yang pernah bekerja disitu mengeluhkan masalah gajinya, belakangan diketahui  jika karyawan yang dipekerjakan tidak difasilitasi atau didaftar sebagai peserta Jamsostek.

     Padahal “Penegakan hukum dalam bidang ketenagakerjaan tersebut sudah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Undang-undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, UU Nomor 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja,“

• Ardi Hanya Tumbal, Majikan Dinilai Seolah Menutup Mata Dari Kejadian Tersebut

    Pelaku bernama Ardhi mengaku sudah lima bulan bekerja ditoko itu sejak tahun 2012 di bagian gudang lantai 2 bersama rekan wanitanya, dan enam diantaranya bekerja sebagai pelayan toko dilantai bawah, sementara pihak korban mantan karyawan toko masuk sejak tahun 2011, menurut Ardi dirinya tidak tahu menahu tentang korban dan masalahnya, apa yang dia lakukan tidak ada pilihan lain kecuali mengikuti keinginan majikan dan rekan sekerjanya untuk menghadapi keluarga korban disamping posisinya waktu itu dalam keaadaan terdesak dan emosional, karena dia sepertinya hanya dijadikan tumbal atau alat yang dianggap bisa menghadapi atau mengatasi masalah tersebut “ Ardi cuma kamu laki-laki disini, turungki dulu hadapi itu orang karna ngomel-ngomel terus, kata rekan wanitanya”. Seorang ibu majikan saat ditemui wartawan mengatakan jika “Wenfi tidak tahu apa-apa” tentang kejadian ini. Ujarnya. 

• Bos Toko Dunia Kado Dinilai Melakukan Pembohongan Pablik

     Disamping itu pengusaha ini juga dituding melakukan aktivitas pergudangan dalam kota, hanya saja Wenfi mengelak ketika dikonfirmasi “tidak ada gudang disini” padahal berbeda pengakuan dari ibu majikan sebelumnya jika “gudang diatas hanya sifatnya sementara”.  Hal yang senada juga disampaikan oleh karyawanya sendiri yakni Ardhi yang mengaku bekerja dibagian gudang dilantai dua. Bukankah ini namanya pembohongan pablik.

     Meski Persoalan gudang dalam Kota Makassar dipertegas dengan Perda No. 13 tahun 2009 tentang Kawasan Pergudangan Terpadu dan SK Wali Kota Nomor 93/2005 yang menyatakan gudang-gudang dalam kota sudah harus dipindahkan ke kawasan pergudangan terpadu, seolah tak bergigi,  pengusaha tetap saja membandel. Hal yang sama kembali terjadi setelah Peraturan Wali Kota, 20 Desember 2010. Pemerintah terkesan tidak lagi diindahkan. 

     Jika demikian halnya lantas dimana hukum ini berpijak, sementara diketahui pelanggaran tersebut sudah dipelupuk mata, apakah pihak aparat juga bersikap sama seolah menutup mata "masa bodoh" ataukah ada unsur lain untuk mencoba menutup-nutupi kasus ini,  jika tidak dikatakan sengaja dilemahkan? Jangan sampai orang beranggapan dan menilai hukum ini hanya memihak kepada pengusaha atau pemilik modal dan dianggap tebang pilih, benarkah demikian ? lantas apa tindakan kepolisian dan pemerintah setempat dalam menyikapi permasalahan tersebut. (red/forwi)

Makassar Lumbung Peredaran Narkoba

    Makassar masih dinilai rawan terjadinya peredaran narkoba, setidaknya dari tahun 2011 saja tercatat ada sekitar 55 kasus yang masuk di Polresta Pelabuhan Makassar, sedangkan dipertengahan tahun 2012 hingga saat ini saja yang terjaring ada sekitar 25 kasus yang sudah masuk, hal ini diungkapkan oleh Kasat Narkoba Polresta Pelabuhan Makassar, Akp. Jufri Natsir, S.Sos diruangannya (Selasa, 15/05/2012, 12.00 Wita)

   Adapun narkoba yang beredar di masyarakat yakni jenis ganja dan shabu-shabu, maraknya peredaran narkoba di Makassar tidak terlepas dari jaringan lokal sindikat pemasok terbesar diwilayah ini. Sebagaimana yang pernah diringkus kepolisian Polresta Pelabuhan Makassar dengan menangkap salah seorang pengedar pemasok jaringan lokal terbesar di Makassar yakni Asis Macan yang mulai beroperasi sejak tahun 2000 sampai saat ini dan dinyatakan status DPO. Salah satu barang yang berhasil digagalkan aparat kepolisian di Bandara Internasional Sultan Hasanuddi yakni narkoba jenis Shabu-shabu seberat 3 gram.

     Peredaran narkoba telah merambah hingga keinstitusi pendidikan, masuknya narkoba dilingkungan pelajar patut di waspadai, rupanya peredaran barang haram ini sudah mulai menjangkiti generasi bangsa ini, disinyalir yang menjadi obyek sasaran terutama dikalangan anak pejabat, kendati demikian lantas tak membuat surut semangat aparat untuk terus proaktif memberantas dan menangkap peredaran barang tersebut sampai keakar-akarnya.

    Menurut Akp. Jufri prilaku narkoba tak bisa dipungkiri lagi dimana korbannya tidak lagi memandang usia baik anak-anak, remaja maupun orang tua. Merebaknya narkoba dikota-kota besar tak mampu memberikan efek jera bagi pelaku, dimana peredarannya sudah semakin meluas, di Makassar hampir semua titik disudut-sudut maupun jantung  kota ditemukan.

   Untuk itu  lanjut Kasat diperlukan kerjasama dan peran seluruh stakeholder yang ada dalam mengungkap dan memberikan informasi terkait keberadaan jaringan sindikat pemakai dan pengedaran narkoba. Walaupun sudah ada regulasi tentang penanggulangan rehabilitasi pasien narkoba bekerjasama BNN (Badan Narkotika Nasional) oleh pemerintah. Namun disisi lain tidak dapat dipungkiri korban narkoba pun terus bertambah. Untuk itu kedepan pihaknya akan tetap konsisten dan bertekad akan menindak siapapun yang terlibat, meskipun itu dari personilnya sendiri, ‘jika terbukti akan ditindak tegas’. Ujarnya. (red/forwi)       

Tolak Buka Rekening Gendut, Polri Dianggap Membangkang Presiden

   
     JAKARTA, Kepolisian RI dianggap membangkang perintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono jika menolak membuka data rekening mencurigakan tujuh mantan jenderalnya. Penilaian tersebut disampaikan peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Tama S Langkun saat dihubungi wartawan, Kamis (17/5/2012).

     "Itu artinya, kepolisian tidak hanya membangkang terhadap perintah presiden SBY yang beberapa waktu lalu memerintahkan agar proses penuntasan kasus ini dibuka luas-luasnya, tapi juga, tidak patuh hukum," kata Tama.

     Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah memerintahkan agar kasus rekening gendut mantan jenderal-jenderal Polri dituntaskan. Selain instruksi Presiden, perintah untuk membuka data rekening gendut tersebut juga diperkuat dengan putusan Komisi Informasi Pusat yang mengabulkan gugatan ICW pada 8 Februari 2011 lalu. Dalam gugatannya, ICW meminta agar data rekening jumbo tujuh belas perwira Polri dibuka.

     "Hal ini menjadi bukti bahwa Kepolisian masih menganut rezim ketertutupan informasi di era keterbukaan informasi," kata Tama.

    Dia menilai, Kepolisian seharusnya tidak perlu risih membuka data rekening mantan jenderalnya jika memang data tersebut wajar-wajar saja. "Kalau benar wajar, maka gak perlu risih. Kan sudah penjadi putusan Komisi Informasi. Pihak kepolisian tidak banding terhadap putusan KI tersebut, maka seharusnya mereka melaksanakan putusan itu," katanya.

     Ia melanjutkan, jika Polri masih enggan membuka data yang diminta ICW, maka ancaman pidana sesuai Pasal 52 Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik bisa berlaku. Jika tidak, maka Peraturan Mahkamah Agung No.2 tahun 2011 tentang Tata Cara Penyelesaian Sengketa Informasi Publik di Pengadilan bisa digunakan.

     Pemberitaan sebelumnya menyebutkan, Markas Besar Polri memastikan menolak membuka data rekening mencurigakan 17 perwira Polri, seperti yang diminta ICW. Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution menyebut tiga hal yang mendasari Polri menolak permintaan tersebut.

     Pertama, Pasal 18 Undang-Undang No.14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik yang isinya memperbolehkan data yang menyangkut perseorangan, boleh tidak dibuka jika orang tersebut tidak memberikan izin. Kedua, Undang-Undang Perbankan yang salah satu pasalnya menyatakan data transaksi keuangan seseorang adalah rahasia bank. Ketiga, karena Irwasum Polri sudah melakukan klarifikasi ke perwira terkait dan hasilnya tidak ditemukan transaksi mencurigakan. (KOMPAS.com)

Polda Jabar Berhasil Ungkap 24 Kasus

     BANDUNG, (PRLM/Kamis, 17/05/2012 - 17:22) Sebanyak 24 kasus berhasil diungkap jajaran Kepolisian Daerah Jawa Barat, pada Selasa (14/5) dan Rabu (15/5). Dari hasil pengungakpan itu, disita juga satu pucuk senjata api rakitan. �Pada dua hari pelaksanaan Operasi Libas Lodaya 2012, berhasil diungkap 24 kasus, dengan 35 orang tersangka yang ditangkap,� jelas Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar Komisaris Besar Martinus Sitompul, Kamis (17/5).

     Tidak hanya itu, pada operasi yang menitikberatkan pada penanggulangan kejahatan pencurian dengan kekerasan (curas), juga pencurian dengan pemberatan (curat) yang menggunakan senjata api atau senjata tajam, berhasil disita dari tangan tersangka, satu unit kendaraan roda empat, dan sembilan unit sepeda motor.

     Kemudian, dari tangan tersangka disita pula 39 unit monitor LCD, lima unti komputer jinjing, lima unit CPU, dan delapan buah telepon seluler. Serta uang tunai sejumlah Rp 400 ribu.

     Dikatakan Martinus, pada operasi itu berhasil disita dari tangan tersangka alat kejahatan yang digunakan mereka untuk beraksi. Seperti linggis, keris, dan samurai yang masing-masing satu bilah. Dan, empat bilah golok. �Para tersangka telah melanggar Pasal 365 KUHP. Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,� ucapnya.

     Ditambahkan dia, operasi itu sendiri akan berlangsung hingga 23 Mei mendatang. Operasi itu dilaksanakan pada tingkat Polda Jabar dan Polrestabes/Polres jajaran Polda Jabar dengan mengedepankan fungsi Direktorat Reserse Kriminal Umum sebagai pelaksana penegakan hukum yang didukung oleh kegiatan deteksi dini atau fungsi Intelkam. Lalu preventif oleh fungsi Sabhara, Brimob dan Direktorat Polisi Air. Juga, fungsi kepolisian lainnya sebagai satuan tugas bantuan operasi yang dilakukan secara simultan, terpadu dan tepat sasaran. (A-195/A-107)***

4 Wartawan dan 2 Polisi Medan Peras Pengusaha

     MEDAN - Subdit III/Umum Reskrimum Polda Sumut membekuk enam tersangka pemerasan pengusaha berlian yang kesehariannya berdagang di Pusat Pasar, belakang Plaza Medan Mall.

     Yang mengejutkan, empat tersangka di antaranya merupakan wartawan dari Media Warta Polisi dan dua tersangka di antaranya merupakan anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Kutalimbaru.

     Inisial kedua polisi tersebut adalah Briptu EQ dan Brigadir R, dan keempat wartawan Warta Polisi berinisial ZA (43), KK (32), WS (32) dan DA (32).

     Menurut Kasubdit III/Umum Reskrimum Polda Sumut, AKBP Andry Setiawan, keempatnya ditangkap berdasarkan laporan dari pengusaha berlian bernama Puan Murti, yang mengaku diperas sekaligus berliannya seharga Rp 500 juta dilarikan oleh polisi dan wartawan.

     "Iya benar kita amankan enam tersangka kasus pemerasan pengusaha berlian. Keenamnya ditangkap di seputaran wilayah Kota Medan. Tapi, masih kita periksa terkait unsur perampokannya," kata Andry kepada Tribun Medan via selulernya, Rabu (16/5/2012) pukul 23.30 WIB.

     Terpisah Kanit Jahtanras Subdit III/Umum Polda Sumut Kompol Murdhani menjelaskan kronologis kejadian tersebut.

     Menurutnya, pemerasan itu terjadi, Kamis (10/5/2012) lalu. Seorang wartawan berinisial ZA (43) berperan sebagai pencari mangsa juga sekaligus informan. ZA mengajak dua polisi yang juga temannya itu untuk melakukan penangkapan terhadap Puan Murti, dengan tuduhan menjual berlian ilegal. Kemudian, mereka bergerak ke Pusat Pasar lokasi jualan Puan Murti.

     Setibanya di lokasi langsung menangkap dan membawa berlian yang ada. Saat di jalan kemudian ZA dan dua polisi itu meminta uang Rp 150 juta. Tapi si korban hanya bisa menyediakan Rp 8 juta.

    "Niatan mereka semula untuk memeras. Tapi karena uang si korban hanya Rp 8 juta, berliannya sembilan kantung seharga sekira Rp 500 juta mereka larikan. Korban diturunkan di tengah jalan," katanya.

    "Keterlibatan ketiga wartawan lainnya sebagai penjual," tambahnya. (TRIBUNPONTIANAK)

Saturday, May 12, 2012

Pesawat Sukhoi Super Jet 100 Membawa Maut


      Jakarta, Kamis (10/5/2012), Proses evakuasi korban pesawat komersial sukhoi superjet 100 sementara berlangsung dengan penerbangan RA 36801, lambatnya proses evakuasi penumpang sukhoi tersebut dikarenakan medan atau lokasi tempat jatuhnya pesawat tersebut sangat terjal ditambah kondisi cuacar sangat esktrim  dimana suhu diperkirakan mencapai 31 derajat celcius.

     Beberapa ahli forensik diturunkan baik lokal maupun mancanegara di bantu tim medis untuk melakukan proses indentifikasi terhadap tubuh korban seperti pengambilan tes DNA, sidik jari, dan lain-lain.  Meskipun sudah ada beberapa korban atau kantong jenasah telah berhasil ditemukan namun hingga saat ini masih dilakukan proses pencaharian terhadap korban lainnya.

     Pesawat komersil sukhoi superjet 100 saat melakukan demo flight penerbangan pertama dibandara halim perdana kusuma terbilang sukses namun pada saat melakukan penerbangan kedua  yang memuat diantaranya pejabat, pebisnis, jurnalis dan warga asing yakni sekitar 42 undangan terdiri dari 39 warga sipil dan 8 crew dengan kapasitas kursi 90 orang, pesawat ini saat road show diatas ketinggian 1000 kaki dengan titik kordinat 06 42 61.3 lintang selatan 106 44 41.2 bujur timur diatas bukit gunung salak diwilayah desa batu tapak, cidahu sukabumi Jawa Barat, terakhir kehilangan kontak saat pilot meminta izin turun 6.000 kaki dari ketinggian bukit 7000 kaki sekitar pukul 14.33 wib.

    Seperti diketahui, pesawat Sukhoi Superjet 100 melakukan joy flight dari Bandara Halim Perdana Kusuma dalam rangka promosi kepada konsumennya. Setelah berhasil pada penerbangan pertama, pesawat yang mengangkut penumpang dari berbagai kalangan termasuk lima wartawan, sebelumnya kehilangan kontak radar dan pada akhirnya ditemukan bangkai pesawat dan korban di kawasan gunung Salak pada Kamis (10/5/2012) pagi oleh tim SAR.

    Proses jatuhnya pesawat sukhoi ini mengundang sejumlah pertanyaan dari media massa dan pengamat penerbangan, pasalnya diduga karena faktor human error (pilot) yang  dinilai tidak hafal atau tak memahami navigasi di Indonesia. Namun Pihak Sukhoi membantah jika pilot yang menerbangkan pesawat Sukhoi Superjet 100 tidak hafal atau tak memahami navigasi di Indonesia.

    "Biasanya pilot kan sebelum terbang mengajukan flight plan, dan confirm dengan pihak bandara, tower, otoritas. Kalau dibilang dia tidak hafal, saya yakin pasti dipelajari semua (sebelum terbang, red)," kata Konsultan Sukhoi, Indrajani, kepada wartawan, Kamis (10/5) di Bandara Halim Perdana Kusumah, Jakarta.

    Lantas apakah ada masalah teknis? Indrajana tidak mau menjelaskan. Ia mengaku tak bisa menjawab karena itu bukan kewenangannya. "(Masalah teknis) Itu tidak tahu, saya tidak bisa menjawab itu, karena masalah teknis. Kita tunggu  hasil investigasi bagaimana hasilnya, itu nanti dari KNKT (Komine Nasional Keselamatan Transportasi),"ujardia.

Arsip Berita

 

Copyright Forum Wartawan Indonesia / Email: forwisulsel@yahoo.com