Berita Terkini :
SALAM REDAKSI ,  WELCOME  |   sign in   |   Gueet Book   |   Kontak Kami



Harap tunggu :D
Sponsored By :FORWI.

Healine News

DeaMedia SKU Forum Wartawan Indonesia

Headline News Caver Depan
forwinews.blogspot.com




Email

forwisulsel@yahoo.com

Visitor

Berita Dari Sulsel

Berita Dari Sultra

Berita Dari Sulbar

Kawasan Link Media

Thursday, January 10, 2019

PT. Toba Pulp Lestari Tbk Perbaiki Jalan Siguragura - Sosor Ladang


Parmaksian - PT Toba Pulp Lestari, Tbk. (TPL) kembali memperbaiki jalan Simpang Siguragura, Kecamatan Porsea, sampai Sosor Ladang, Desa Tangga Batu I, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) Sumatera Utara. Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan dan juga masyarakat sekitar.

Direksi TPL Mulia Nauli melalui siaran persnya mengatakan bahwa perbaikan jalan sepanjang 7,2 KM ini adalah program perusahaan untuk peningkatan keamanan dan kenyamanan para pengguna jalan. Mulia juga menjelaskan bahwa perbaikan jalan kali ini terbagi atas dua jenis yakni patching (perbaikan jalan) sepanjang 5,6 Km dan overlay (penebalan/peningkatan jalan) sepanjang 1,6 Km.

“Ini adalah bukti kepedulian perusahaan dalam membantu keyamanan dan keamanan pemakai jalan dan ini merupakan program rutin dari perusahaan,” kata Mulia kepada media ini, Kamis, 10 Januari 2019.

Anggota DPRD kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Fauzi Sirait, mengapresiasi niat baik dan kepedulian PT TPL akan fasilitas umum, yakni jalan raya. “Kami mengapresiasi niat baik dari perusahaan untuk memperbaiki Jalan raya sepanjang 7,6 km dari Desa Siguragura sampai ke Desa Tangga Batu I. Masyarakat dapat dengan aman dan nyaman melaksanakan aktivitas kesehariannya serta operasional perusahaan dapat berjalan dengan baik,” ujar Fauzi Sirait.

Fauzi menambahkan bahwa perbaikan jalan raya yang dilakukan oleh PT. TPL akan meningkatkan produktivitas dan perekonomian di sekitar jalan raya tersebut.

Perbaikan jalan yang dilaksanakan oleh kontraktor lokal ini dilaksanakan selama 3 minggu dan menelan biaya sekitar 5 Milyar rupiah. (HS/Red)

Tuesday, January 8, 2019

Mahasiswa Papua Bandung Menggelar Pelatihan Jurnalistik



Bandung, Mahasiswa Se-Tanah Papua yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Nabire, Paniai, Dogiyai dan Deiyai Kota Study Bandung berkolaborasi dengan Solidaritas Mahasiswa Se-Tanah Papua Universitas Pendidikan Indonesia menggelar Pelatihan Jurnalistik.


Kegiatan Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa bagi Pemula diberikan oleh Bastian Theofilus Tebai, SE., selaku wartawan www.suarapapua.com di Alfamart Lantai II Jl. Cikawao No. 101 Paledang, Lengkong Besar pada Sabtu, 05 Januari 2019 Kota Bandung.

Ketua Panitia Pelaksana Pelatihan Jurnalistik Andreas Tagi mengatakan kegiatan ini dibuat guna memberi rangsangan kepada warga Mahasiswa agar Mahasiswa Papua mampu menggali potensinya. ungkapnya, usai kegiatan pelatihan.

Lebih lanjut, Andreas Tagi yang juga Wakil Ketua IPMANAPANDODE Kota Study Bandung menyampaikan bahwa Mahasiswa Papua harus dibekali Pelatihan Jurnalistik agar segala masalah dan Peristiwa yang terjadi di Papua dapat dituliskan dengan apa yang didengar, dilihat, dan dirasakan oleh orang Papua saat ini. tegasnya, saat diwawancarai. 

Ditempat yang sama, Ketua IPMANAPANDODE Bandung Alex Adelin Madai menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemateri dan peserta yang telah meluangkan waktu untuk melangsungkan proses Belajar dan mengajar tentang dunia Jurnalistik bagi mahasiswa. ucapnya, sambil senyum manis.

Selanjutnya, kata Alex menambahkan bahwa kegiatan Pelatihan Jurnalistik ini baru dilaksanakan setelah hampir delapan tahun tidak pernah dibuat oleh mahasiswa Papua di Bandung maka saya selaku Ketua IPMANAPANDODE Bandung memprioritaskan kegiatan ini sekaligus membuka akses belajar mahasiswa Papua di Bandung. pungkasnya, dengan penuh harap.

Disamping itu, Demisioner IPMANAPANDODE Bandung Wilda A.M. Ukago menyampaikan ucapan terima kasih kepada pengurus baru karena telah melaksanakan pelatihan yang tertunda sebelumnya sekaligus meminta waktu kepada pemateri untuk terus meluangkan waktu agar pembimbingan menulis dapat dilakukan secara kontinyu. pintanya, dalam kesempatan kesan dan pesannya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Leonardus O. Magai bahwa usai pelatihan Jurnalistik, kedua Komunitas ini dapat menindaklanjuti untuk menerbitkan karyanya melalui Tabloid, Majalah atau Koran agar dapat melanjutkan karya menulisnya tetap diteruskan. pintanya, dalam kesempatan pesan mewakili senioritas.

Ia menegaskan bahwa Mahasiswa sebagai warga Penulis mampu menuangkan ide dan gagasannya secara tertulis sebagai bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi terutama mahasiswa harus lebih cerdas, kritis, dan kreatif dalam menjalankan perannya yakni Agent of Change melalui peluru ujung pena menuju perubahan. pesan Leonardus dalam dalam menutup kesan dan pesannya.


Pewarta : Barnabas Subagio

Terkait Pembacokan Adit, Polres Serang Tetapkan FR sebagai Tersangka


Serang - Tindak kekerasan fisik yang dikakukan oleh pelaku berinisial FR terhadap Adit pada hari Jum'at, 16 September 2018 lalu, akhirnya menemui titik terang. Berkat kerja keras tim Unit Reskrim PPA Polres Serang, Brigpol Wardiman, dan kawan-kawan, pelaku berhasil ditetapkan sebagai tersangka pada tanggal 22 Desember 2018.


"Atas perkembangan ini, kami pihak keluarga korban berterima kasih, dan berharap agar proses penegakan hukum dalam rangka memberikan rasa keadilan kepada korban terus dilanjutkan," ujar Nursopyan, paman Adit yang notabene telah yatim-piatu sejak kecil, yang mengasuh Adit selama ini,
Selasa (8/1/2019).

Informasi terkait penetapan tersangka kepada FR disampaikan penyidik Wardiman kepada keluarga melalui pesan WA kepada Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, pada 7 Januari 2019 kemarin. "Ini info dari pak Wardiman, Penyidik Unit Reskrim PPA," demikian Wilson melalui pesan WA-nya kepada keluarga korban.

Dalam pesan WA penyidik tersebut, Wardiman menjelaskan secara lengkapnya sebagai berikut:
_"Atas nama inisial FR sudah kita panggil dan sudah kita mintai keterangan sebagai TERSANGKA, namun dalam hal ini tidak dilakukan penahanan karena umur yang bersangkutan 16 thn, dan ancaman pidana yang dikenakannya 5 thn. Berdasarkan Pasal 32 ayat (2) huruf b UU No 11 Tahun 2012, yang bisa ditahan itu jika melakukan pidana dengan ancaman 7 thn penjara, sedangkan untuk perkara ini ancamannya cuma 5 thn penjara. Nanti kita lihat rekomendasi dari BAPAS yang telah melakukan penelitian terhadap tersangka, sebagaimana di atur dalam Pasal 9 ayat (1) huruf C UU RI No. 11 Thn 2012, apakah rekomendasinya ke DIVERSI atau tidak.
DIVERSI sendiri diatur dalam pasal 6 s/d pasal 15 UU RI No. 11 Thn 2012."_

Selang beberapa hari sebelum mendapatkan info terkait penetapan tersangka terhadap FR, tiga orang anggota keluarga tersangka FR datang mengunjungi keluarga korban. Hadir dalam kesempatan itu TN selaku orang tua FR, dan dua orang kawannya yang salah satunya adalah Ketua RT kp. Leuwi Limus, Ds. Pabuaran, Kec. Cikande, Kab. Serang, Banten, (tempat tinggal keluarga pihak tersangka). Dalam kunjungannya ke pihak keluarga korban, TN dan kawan-kawan bermaksud musyawarah, agar masalahnya bisa diselesaikan dengan jalan kekeluargaan saja.

Musyawarah itu tidak menemukan kesepakatan. Dalam negosiasinya, pihak keluarga pelaku menanyakan sejumlah nominal dana sebagai bentuk tanggung jawab. Dan ketika nominal itu disampaikan, pihak keluarga pelaku merasa keberatan.

"Sebenarnya pihak keluarga korban tidak menentukan berapa nominal yang harus dikeluarkan oleh pihak keluarga tersangka sebagai bentuk tanggung jawabnya. Namun akibat kejadian yang disebabkan oleh tersangka, kini keluarga korban terjerat utang untuk biaya operasi luka bacok yang diderita korban Adit," jelas Nursopyan kepada keluarga tersangka.

Maksudnya, imbuh Nursopyan, kalau pihak keluarga tersangka ingin bertanggung jawab dan membantu, pihak keluarga korban hanya diminta bantu melunasi utang biaya operasi/pengobatan korban saja. "Nominalnya itu sudah tertulis di kwitansi pinjaman dana penyembuhan Adit akibat dibacok anaknya keluarga tersangka. Jika mereka mau selesaikan utang pembiayaan operasi dan pengobatan Adit, urusan dengan pihak korban dianggap selesai," ujar Nursopyan yang juga adalah Ketua PPWI Banten itu.

Senada dengan Nursopyan, Yeyet, ibu angkat Adit menyatakan bahwa dalam kesedihan melihat derita bacok keponakannya itu, dirinya menganggap hal ini sebagai kecelakaan.
"Saya sudah menganggap ini adalah kecelakaan, tapi saya tidak mau dikejar utang lagi," ujar Yeyet pasrah.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Adit, siswa sebuah SMP di Jawilan, Kabupaten Serang, Banten, menjadi korban salah sasaran, dibacok oleh FR, siswa salah satu SMK swasta di Cikande, Kabupaten Serang, beberapa bulan lalu. Luka bacok cukup parah, korban dilarikan ke rumah sakit, dan harus menjalani operasi. Dalam keterangannya, pihak rumah sakit menyatakan bahwa sabetan bacokan benda tajam nyaris mengenai paru-paru korban.

"Ya sudah begini saja pak, saya bukan sedang berjualan hingga harus ditawar-tawar terus. Toleransi dari kami sudah cukup, rasa sakit kami dapat, materi keluar banyak, sampai motor saya juga terjual untuk biaya segala-gala. Dan kalau bapak tidak bisa bantu, tidak apa-apa. Saya tetap terima kalau semua ini ujian buat kami, dan berarti bapak tinggal berurusan dengan hukum saja. Dan saya yakin kalau hukum itu tidak buta," kata Yeyet kepada keluarga tersangka. (NS/Red)

Monday, January 7, 2019

Tahun 2019, Ditjen PKH Kementan Tingkatkan Prioritas Bali Bebas Rabies


Bali - Propinsi Bali menjadi Etalase Indonesia sebagai daerah tujuan wisata baik untuk wisatawan dalam negeri maupun manca Negara, untuk menjamin keamanan dan kenyamanan wisatawan tersebut Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) meningkatkan prioritas Provinsi Bali bebas dari penyakit Rabies atau anjing gila pada tahun 2019. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita pada Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Vaknisasi Massal dan Pemberantasan Rabies di Bali pada hari ini Kamis (03/01).

Ia katakan bahwa arah pembebasan penyakit Rabies di Provinsi Bali saat ini sudah terbuka lebar. Menurutnya, kasus Rabies di Bali cenderung terkendali dan sudah ada beberapa daerah yang dalam beberapa tahun ini tidak ditemui kasus seperti Kota Denpasar, Pulau Nusa Penida, Lembongan dan Ceningan di Kabupaten Klungkung. “Lebih dari 80% dari 716 desa yang ada di Bali tidak ada kasus Rabies pada tahun 2018”, ungkap I Ketut Diarmita.

Lebih lanjut Ia meminta kepada masyarakat di Bali agar segera melaporkan setiap adanya kejadian kasus gigitan maupun kematian manusia akibat penyakit Rabies. I Ketut berharap  Dinas Peternakan Provinsi Bali dan Balai Besar Veteriner Denpasar untuk tetap bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi untuk penanfanan pembebasan penyakit ini. "Beberapa lembaga internasional mengatakan bahwa SOP (Standar Operasional Prosedur) penanganan penyakit Rabies di Bali ini  sudah sangat baik atau terbaik, sehingga ini harus terus kita tingkatkan sampai Bali benar-benar dinyatakan bebas dari Rabies", ujarnya.

I Ketut menjelaskan, penyakit Rabies saat ini masih terjadi di 2/3 belahan dunia dan berdasarkan laporan WHO pada tahun 2017, setiap 10 menit terjadi kasus kematian akibat gigitan anjing gila di daerah endemis. Ia sebutkan bahwa sebagian wilayah Indonesia merupakan wilayah endemis terhadap rabies, sehingga ini memacu pemerintah pusat dan daerah untuk terus berusaha mengendalikan serta memberantas rabies, mengingat penyakit ini bersifat zoonosis (dapat menular dari hewan ke manusia melalui gigitan hewan penular rabies (HPR) antara lain anjing, kucing dan kera), serta dapat mengakibatkan kematian pada manusia apabila tidak mendapatkan penanganan sesuai prosedur.

Mengingat bahayanya penyakit Rabies yang dapat menular ke manusia, Kementan menargetkan Indonesia bebas Rabies pada tahun 2030. Menurut I Ketut Diarmita, hal ini selaras dengan target yang telah ditetapkan oleh OIE, WHO dan FAO pada tahun 2015 lalu pada pertemuan di Jenewa.

Salah satu langkah yang dilakukan oleh Kementan dalam mendukung dan mencapai target bebas rabies pada tahun 2030, yaitu dengan melakukan pembebasan wilayah melalui pendekatan zona. “Langkah pembebasan dengan sistem zona ini dimaksudkan untuk memperluas wilayah bebas di Indonesia”, tukas I Ketut Diarmita.

Untuk itu, pada tahun 2019 ini Kementan memperluas daerah pembebasan rabies dengan menyiapkan langkah pencegahan penyebaran virus rabies, salah satunya adalah dengan memberikan 1,3 juta dosis vaksin antirabies. “Pengadaan 1,3 juta dosis vaksin antirabies dengan nilai sebesar Rp 33 miliar diprioritaskan untuk provinsi yang tertular rabies.

Kebijakan lainnya yang ditetapkan oleh pemerintah dalam program pengendalian dan pemberantasan, antara lain: 1). vaksinasi di wilayah endemis ataupun wilayah bebas yang terancam; 2). Surveilans; 3). pengawasan lalu lintas HPR; 4). manajemen populasi HPR serta; 5). bekerjasama dengan pihak kesehatan dalam rangka penanganan kasus gigitan yang terjadi.

*Tahun 2018, Kementan Berhasil Bebaskan 4 Pulau dari Penyakit Rabies*

Kementerian Pertanian bersama dengan pemerintah daerah setempat telah berhasil membebaskan penyakit rabies di 4 (empat) pulau pada tahun 2018, diataranya Pulau Tarakan, Nunukan dan Sebatik di Provinsi Kalimantan Utara, serta Pulau Tabuan di Provinsi Lampung.

Empat (4)  wilayah tersebut telah dinyatakan bebas rabies melalui keputusan Menteri Pertanian No.776/Kpts/P.320/11/2018 untuk Pulau Tarakan, Nunukan dan Sebatik di Provinsi Kalimantan Utara dan Pulau Tabuan di Provinsi Lampung melalui keputusan Menteri Pertania No. 783/Kpts/P.320/11/2018. Ia sebutkan bahwa pembebasan ini telah disesuaikan dengan persyaratan yang telah ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) yaitu tidak ada kasus rabies baik pada manusia selama 2 tahun terakhir baik pada hewan maupun pada manusia. Selain itu juga didukung oleh hasil surveilans oleh Balai Veteriner Lampung dan Balai Veteriner Banjarbaru yang membuktikan tidak adanya agen penyakit di wilayah tersebut.

“Laporan terkait situasi rabies di wilayah tersebut telah dikaji oleh Tim Komisi Ahli Kesehatan Hewan dan rekomendasi pembebasan dari Tim Komisi Ahli tersebut selanjutnya kita jadikan sebagai salah satu dasar pemberian rekomendasi pembebasan oleh Otoritas Veteriner Nasional”, ungkap I Ketut Diarmita.

Selain 4 pulau tersebut di atas, sebelumnya juga telah dinyatakan status bebas rabies di 5 pulau, diantaranya Pulau Weh (Provinsi Aceh), Pulau Pisang (Provinsi Lampung), Pulau Mentawai (Provinsi Sumatera Barat), Pulau Enggano (Provinsi Bengkulu), dan Pulau Meranti (Provinsi Riau). Selanjutnya dari 34 Provinsi, saat ini terdapat 9 provinsi di Indonesia telah dinyatakan bebas rabies (yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, DKI Jakarta, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, NTB, Papua, dan Papua Barat).

Contact Person:
Drh. Fadjar Sumping Tjatur Rasa, PhD (Direktur Kesehatan Hewan, Ditjen PKH Kementan)

Wednesday, June 13, 2018

Direktur PT. RSS, Riedsky Amelia Godfried : Apresiasi & Berikan Santunan Kepada Tenaga Kerja Yang Berprestasi



Inspiratorrakyat.Com-Makassar, PT. Rezky Service System (RSS) & PT. Rezky Energi Abadi sebuah perusahaan yang bergerak dibidang Agen Solar Pertamina & Jasa Tenaga Kerja Outsourcing melalui Direkturnya Riedsky Amelia Godfried didampingi sang suami selaku Commissariis, A. Abdullah Umar nampak memberikan sambutan ditengah meriahnya acara bukber yang berlansung di Fourpoin by Sheraton di Jl. Andi Djemma No. 130 Kota Makassar, yang menggangkat tema “Merajut Kebersamaan Menuju Hari Kemenangan”, Kamis (7 Juni 2018).

Hadir dalam acara tersebut calon Walikota Makassar Munafri Arifuddin, Asosiasi Direktur PT. GMTD A. Eka Firman Ermawan, Ihsan Utama GM Region PT Pertamina Patra Niaga Region Indotim Makassar.

Sekitar kurang lebih 500 orang karyawan hadir dalam acara tersebut yang diikuti dengan pemberian santunan dan penghargaan kepada karyawan yang berprestasi, sementara dari kalangan anak yatim panti asuhan sebanyak 50 orang juga mendapat santunan dari perusahaan, dimana acara tersebut dirangkaikan dengan bakti sosial donor darah serta dihibur dengan pentas atraksi seni beladiri Tarung Drajat oleh karyawan PT. Rezky Service System.

Lebih jauh dijelaskan oleh Chief Executive officer (CEO) PT. RSS bahwa saat ini melalui dibidang jasa tenaga kerja outsourcing yang dirintisnya selama 5 tahun di Sulawesi sudah tersebar kebeberapa instansi pemerintah dan swasta sebanyak 700 orang karyawan terdiri dari tenaga buruh supir, clening service, security hingga staff ahli yang saat ini bekerja ditingkat lokal dan akan terus bersaing ke level tingkat nasional, dengan tetap memprioritaskan kesejahteraan tenaga kerja sesuai standar UMP.
Meski demikian pihaknya terus memberikan support dan apresiasi kepada karyawannya agar tetap semangat dan berprestasi, karna menurutnya karyawan adalah ujung tombak terbaik dalam menjaling kerjasama atau kemitraan dengan perusahaan lain.
Lanjut A. Ullah ia juga tak lupa apresiasi kepada pihak-pihak yang selama ini menjaling mitra kerja kepada perusahaannya serta pihaknya akan terus memberikan pelayanan terbaik melalui standar kompetensi dan SDM yang handal dan profesional.
Untuk itu ia berharap melalui perusahaan yang ia bina bisa bersaing secara nasional dan bisa menyerap tenaga kerja yang lebh banyak, serta selalu mendorong atau memotivasi karyawan agar bisa lebih semagat, bersyukur dan terus berkarya. (Red**)

Monday, June 4, 2018

GM Pelindo IV Makassar, Peduli Terhadap Kaum Dhuafa Bagikan Infak & Nuzul Qur’an Bersama


Inspiratorrakyat.Com-Makassar, Pelindo IV (Persero) Makassar gelar Acara Buka Puasa Bersama (bukber) yang dirangkaikan dengan shalat tarwih bersama sejaligus dalam rangka memperingati hari Nuzul Qur’an di malam Ke-17 Ramadhan yang dilaksanakan di Masjid Babussalam Pelabuhan Makassar. yang ditutup dengan hikmah nuzul quran oleh penceramah bapak ustad DR. H. Muh. Ruslan, M.A. Kamis (31 Mei 2018).
Acara Buka Puasa Bersama PT Pelindo IV (Persero), dihadiri sejumlah direksi antara lain Direktur Operasi dan Komersial Pelindo IV, Riman S. Duyo, Direktur Fasilitas dan Peralatan Pelabuhan Pelindo IV, Farid Padang, Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Makassar, Rahmatullah, GM Pelindo IV Cabang Makassar, Aris Tunru, GM Cabang Terminal Petikemas Makassar (TPM), Yosef Benny Rohy, beberapa pejabat di lingkup Pelabuhan Makassar, BP2IP Barombong, stakeholder dan sejumlah anak yatim piatu dari panti asuhan.
Nampak antusias Kepala GM Pelindo IV Cabang Makassar Aris Tunru menyambut sejumlah anak panti asuhan disaat membagikan uang tunai berupa infak yang juga didampingi oleh Direktur Operasi dan Komersial Pelindo IV, Riman S. Duyo yang ikut membantu membagikan infak tersebut kepada kaum dhuafa, sehingga menambah suasana kemeriahan sekaligus melengkapi kebersamaan mereka dalam sebuah kegiatan amaliah ramadhan.
Saat ditemui ketua GM Pelindo IV Cabang Makassar, Aris Tunru sangat mengapresiasi kegiatan tersebut yang hampir setiap tahunnya diadakan, meskipun sedikit berbeda dbanding tahun sebelumnya dimana kegiatan amaliah ramadhan tahun ini ada peningkatan, upaya tersebut dilakukan guna memaksimalkan membantu para kaum dhuafa.
Disamping untuk melaksanakan kegiatan amaliah ramadhan, kegiatan ini sekaligus merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab kita sebagai pemerintah dalam membantu masyarakat terlebih ini dilakukan dibulan suci ramadhan tentu ada hak-hak sosial seperti kaum dhuafa yang wajib kita tunaikan. (A.Subhan/Red**)

Friday, June 1, 2018

Pelindo IV Makassar Maksimalkan Pelayanan Menjelang Mudik


Inspiratorrakyat. Com-Makassar, GM Pelindo IV Makassar, Aris Tunru Dalam sebuah acara nuzul quran di Masjid Babussalam Pelabuhan Makassar. Bahwa dalam rangka megantisipasi arus mudik lebaran tahun ini mendekati H Min 8 yang diperkirakan terjadi keloncatan penumpang. Meskipun itu relatif bisa jadi tahun ini pemudik mengalami kenaikan yang signifikan atau justru mengalami penurunan dibanding tahun 2016 dimana realisasinya mengalami peningkatan yang drastis sementara ditahun 2017 justru mengalami penurunan.

Mengantisipasi hal tersebut, dimana diprediksi terjadi keloncatan jumlah pemudik sekitar diatas10 persen tahun ini, untuk itu pihak pelindo IV Makassar sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk membantu jika hal tersebut terjadi.

Pelayanan prima merupakan bentuk komitmen pihak pelindo IV Makassar untuk terus memberikan pelayanan maksimal mulai dari sisi keamanan maupun kenyamanan penumpang itu sendiri. Tahun ini pihak pelindo menyiapkan dan membuka beberapa pos-pos sentra pelayanan informasi mudik disamping pos khamtibmas juga menyiapkan beberapa arrnada untuk mengankut penumpang yang memiliki kapasitas menampung kurang lebih 350 orang dan tidak menutup kemungkinan akan dilakukan penambahan armada jika melebihi dari kapasitas yang ada, bukan hanya itu termasuk takjil, hidangan buka puasa dan makan sahurnya penumpang juga dipersiapkan.

Agar tidak terjadi kesemrawutan atau kocar-kacir pihaknya sudah melakukan langkah antisipatif dengan melakukan pengaturan melalui sistem pendataan sehingga diharapkan penumpang pada saat ingin turung dari kapal bisa mengarah ke mobilnya masing-masing yang sudah dipersiapkan.

Sementara menyangkut keamanan pihaknya sudah membenahi dengan menyiapkan fasilitas atau kelengkapan keamanan berupa pengadaan CCTV serta pengamanan internal.

Untuk itu menurut GM Pelindo Cabang Makassar Aris Tunru dalam keterangan persnya menghimbau kepada penumpang yang ingin mudik baik menggunakan kendaraan lewat jalur laut maupun darat agar mendaftarkan diri melalui pos-pos pelayanan yang disiapkan cukup dengan menunjukkan identitas KTP untuk difasilitasi. Ungkapnya. (A Subhan/Red).

GM Pelindo IV Makassar, Peduli Terhadap Kaum Dhuafa Bagikan Infak & Nuzul Qur'an Bersama



Inspiratorrakyat.Com-Makassar, Pelindo IV (Persero) Makassar gelar Acara Buka Puasa Bersama (bukber) yang dirangkaikan dengan shalat tarwih bersama sejaligus dalam rangka memperingati hari Nuzul Qur'an di malam Ke-17 Ramadhan yang dilaksanakan di Masjid Babussalam Pelabuhan Makassar. yang ditutup dengan hikmah nuzul quran oleh  penceramah bapak ustad DR. H. Muh. Ruslan, M.A. Kamis (31 Mei 2018).



Acara Buka Puasa Bersama PT Pelindo IV (Persero), dihadiri sejumlah direksi antara lain Direktur Operasi dan Komersial Pelindo IV, Riman S. Duyo, Direktur Fasilitas dan Peralatan Pelabuhan Pelindo IV, Farid Padang, Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Makassar, Rahmatullah, GM Pelindo IV Cabang Makassar, Aris Tunru, GM Cabang Terminal Petikemas Makassar (TPM), Yosef Benny Rohy, beberapa pejabat di lingkup Pelabuhan Makassar, BP2IP Barombong, stakeholder dan sejumlah anak yatim piatu dari panti asuhan.


Nampak antusias Kepala GM Pelindo IV Cabang Makassar Aris Tunru menyambut sejumlah anak panti asuhan disaat membagikan uang tunai berupa infak yang juga didampingi oleh Direktur Operasi dan Komersial Pelindo IV, Riman S. Duyo yang ikut membantu membagikan infak tersebut kepada kaum dhuafa, sehingga menambah suasana kemeriahan sekaligus melengkapi kebersamaan mereka dalam sebuah kegiatan amaliah ramadhan.

Saat ditemui ketua GM Pelindo IV Cabang Makassar, Aris Tunru sangat mengapresiasi kegiatan tersebut yang hampir setiap tahunnya diadakan, meskipun sedikit berbeda dbanding tahun sebelumnya dimana kegiatan amaliah ramadhan tahun ini ada peningkatan, upaya tersebut dilakukan guna memaksimalkan membantu para kaum dhuafa.

Disamping untuk melaksanakan kegiatan amaliah ramadhan, kegiatan ini sekaligus merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab kita sebagai pemerintah dalam membantu masyarakat terlebih ini dilakukan dibulan suci ramadhan tentu ada hak-hak sosial seperti kaum dhuafa yang wajib kita tunaikan. (A.Subhan/Red**

Tuesday, September 26, 2017

Dinas PU Makassar Menuai Banyak Sorotan

      Sejumlah Proyek Pekerjaan Umum di Makassar yang sementra berjalan di tahun 2017 ini masih saja menuai sorotan dari pablik mulai dari hal yang sifatnya tehnis, pasalnya sejumlah titik pekerjaan dilapangan dipertanyakan apakah sudah sesuai  ketentuan juknis maupun juklisnya dengan kata lain apakah penanganannya sudah sesuai sebagaimana standar yang  diterapkan oleh kementrian PU Pusat.

       Hal ini tidak bisa dipungkiri sejumlah titik pekerjan mulai dari drenase, bangunan gedung hingga jalan lingkungan atau paving blok yang dinilai tidak professional. 

    Dari laporan warrga BTP misalnya mempertanyakan keberadaan papan reklame proyek pembangunan kantor baru milik Pemkot yang hanya beberapa hari saja sempat terlihat terpasang di pinggir jalan. Demikian halnya perbaikan drenase yang dinilai tidak transparan karena tidak memiliki atau mencantungkan papan reklame proyek. Karena tidak memiliki identitas spesifikasi jenis pekerjaan berupa apa, siapa kontraktornya atau konsultannya, anggaran apa yang digunakan apakah APBN atau APBD, berapa lama pelaksanaan pekerjaannya.

      Hal ini tentu saja menimbulkan reaksi dikalangan masyarakat berbagai akan dugaan dan spekulasi terjadinya penyelewengan anggaran yang dinilai tidak tepat sasaran atau tidak proporsional belum lagi jika pekerjaan tersebut jika nantinya terbukti cacat volume atau mutu. 

    Pasalnya warga mempertanyakan kinerja dinas PU Makassar yang terkesan lamban dan tidak professional dalam menangani setiap laporan atau pengaduan dari masyarakat baik secara lisan maupun tulisan yang hingga saat tidak mendapat tangggapan atau realisasi.

     Disinyalir ada upaya pengalihan pekerjaan dari yang seharusnya dikerjakan yang dinilai kontra produktif malah ada kesan saling lempar tanggung jawab atara dinas PU  dengan pihak kecamatan yang menangani dana musrembang, jika demikian apa alasannya sampai belum direasisasikan, pinta warga.  

      Dari laporan warga bukkan mata kampung Tamalabba Kelurahan Paccerakang Komp. Mangga Tiga Kec. Biringkanaya mengaku sudah berjalan empat tahun perihal surat permintaan paving blok dan perbaikan drenase jalang lingkungan tidak di pedulikan meskipun sudah mendapat disposisi dari Wakil Walikota Makassar Dr. H. Samsu Rizal  dari tahun 2013.



       
     Jalan poros berua paccerakang yang tadinya dikenal sangat rawang terjadinya kecelakaan lalu lintas namun saat ini kita patut mengapresiasi pemerintah dibawah kepemimpinan bapak Walikota Ir. Moh. Ramdany Pomanto telah melakukan terobosan baru berupa perbaikan jalan meskipun penanganan pekerjaan drenasenya masih belum maksimal karena masih menimbulkan kemacetan karena penumpukan sedimen.

DINAS PU DINILAI PELIHARA “PREMAN”

      Muncul Stigma dan prisiden buruk bagi instansi Dinas PU Kota Makassar di bawah kepemimpinan Ir. Muh. Ansar, M.Si selaku Kepala Dinas PU Kota Makassar bahwa instansi di bekingi sejumlah oknum security yang bertingkah seperti preman dan di duga sengaja ditugaskan dipintu masuk untuk menghalau atau mengimintimidasi sejumlah wartawan yang hendak melakukan peliputan baik itu harian maupun media mingguan. Dari laporan yang kami terima dari wartawan mingguan insial (A/T) sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh oknum security tersebut yang dianggap over convident namun demikian meskipun di perketat dengan penjagaan tenaga security namun tetap saja kecolongan maling dilembaga GADIS ( gabungan dinas-dinas ) lantas apakah ini dinilai produktif atau hanya sekedar pemborosan anggaran. Jika demikian halnya lalu bagaimana dengan UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP)  No 14 Tahun 2008 dan UU Pokok Pers No 44 Tahun 1999.






Friday, September 8, 2017

Komandan Lanud Hasanuddin Apresiasi & Kenalkan Jenis Pesawat Jufiter Acrobatic Ke Murid SDIT Bombang Talluna Bira



MAKASAR,.Rombongan Siswa Sekolah Dasar SDIT Bombang Talluna Bira berkunjung ke Markas Lanud Sultan Hasanuddin Makassar untuk melihat lansung sekaligus mengenalkan kepada siswa jenis Pesawat Jupiters Acrobatic , yang diperagakan belum lama ini pada acara pembukaan Makassar International Eight Festival and Forum (F8) pada Rabu, 6 September 2017 di Anjungan Pantai Losari, Makassar. 

Kunjungan di Lanud Hasanuddin Makassar, Kamis (8 September 2017) itu lansung dipimping oleh Kepala Sekolah Hj. Juminah, S.Pd dan Ketua Yayasan H. Ahmad Yani Dg. Sigi, SHI serta Ketua Dewan Pembina Amran Allobaji Tetta Sau, SH.

Kedatangan murid SDIT Bombang Taluna Bira disambut baik dan mendapat apresiasi oleh Komandan Lanud Hasanuddin beserta jajarannya, yang dirangkaikan dengan foto bersama Komandan Lanud Hasanuddin, Marsma TNI Bowo Budiarto, S.E beserta team.

Menurut Amran Allobaji kedatangan siswa tersebut tujuannya untuk mencetak sekaligus menumbuhkan semangat anak bangsa untuk mencintai teknologi yang dimiliki Angkatan Udara Lanud Hasanuddin.

Hal senada juga disampaikan oleh Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Marsma TNI Bowo Budiarto, S.E. Hadirnya The Jupiters dengan pesawat KT-1B Wong Bee di Makassar sebagai ajang bagi siswa untuk menambah wawasan, pengetahuan serta meningkatkan minat kedirgantaraan.





Saturday, September 2, 2017

Mapolda Sulsel Qurban 299 Ekor Sapi Peduli Kaum Dhuafa dan Fakir Miskin

Umat Islam di seluruh penjuru dunia serentak menunaikan shalat idul adha yang jatuh pada hari jumat 1 dzulhijjah  1438 hijriah yang dirangkaikan dengan penyembelihan hewan qurban.

Penyembelihan hewan kali ini agak mengalami penurunan disbanding tahun lalu hal ini disebabkan minimnya tingkat partisipasi masyarakat yang secara tiba-tiba mengalihkan hewan qurbannya ketempat lain, kemungkinan lainnya telah memasuki masa pensiunan dini bagi pegawai aparatur Negara baik itu dikalangan PNS BUMN maupun yang non BUNM.

Namun demikian hal tersebut tidak dapat dijendrealisir buktinya di institusi jajaran kepolisian Mapolda Sulsel jumlah pemotongan hewan sapi qurban mengalami peningkatan yang cukup signifikan disbanding tahun kemarin.

Hal diungkapkan AKBP Aidin Fitri Syah, SH, MH sebagai Wadir Binmas bahwa jumlah pemotongan hewan qurban tahun ini bertambah 16 ekor sapi, dari 299 ekor total jumlah hewan qurban yang disembelih yang tersebar diseluruh jajaran instansi kepolisian, sementara di Mapolda Sulsel sendiri ada sekitar 27 hewan qurban yang disembelih.

Sementara itu suasana shalat id dilapangan halaman Mapolda Sulsel berjalan lancar dan dipadati masyarakat yang sangat antusias hingga menutup ruas jalan didepan, dikarenakan animo dan kepercayaan masyarakat yang begitu tinggi dan respek terhadap pelayanan institusi kepolisian.

Hadir bapak Kapolda Sulsel, Irjend Pol. Drs. Muktiono. SH. MH yang memberikan kata sambutan sekaligus membuka acara tersebut, dimana dalam sambutanya ia berpesan supaya dalam berqurban yakni yang paling penting “diawali dengan nawaitu atau niat yang ikhlas”. Sedangkan yang bertindak sebagai khatib yakni habib husein al khadafi dari Jakarta sementara imam shalat id Ust. Mahmud Serang (Iman Masjid Syuhada 45).

Penyerahan hewan qurban secara simbolik sekaligus pemotongan sapi pertama dilakukan pukul 08.00 wita oleh bapak Kapolda Sulsel Irjend Pol. Drs. Muktiono. SH. MH dan disaksikan oleh seluruh jajaran kepolisian, untuk kemudian disalurkan menjadi 3 bagian yakni 1/3 untuk sipemilik qurban, 1/3 untuk kaum dhuafa, anak yatim dan panti asuhan, dan 1/3 lagi hadiah diberikan kepada tetangga, anggota-anggota polda termasuk PNS dan PHL.

                                              

Untuk itu melalui moment hari raya idul qurban ini dirinya berharap masyarakat yang tidak mampu bisa menikmatinya.Ungkap Wadir Binmas

Ditempat terpisah Kompol. Amran Allobaji, SH saat ditemui media diruang kerjanya ia berharap semoga perayaan hari raya qurban kedepannya tingkat partisipasi semaking meningkat dan tepat sasaran.ujarnya

Tuesday, August 29, 2017

Pemangku Adat Karaeng Loe Ri Bira : Apresiasi Pemerintah Mau Lestarikan Budaya Adat dan Menjadi Aikon Pariwisata


Dalam rangka semarak dirgahayu RI ke 72 Keluarga Besar Karaeng Loe Ri Bira bersama masyarakat menyambut dengan penuh antusias melalui pesta rakyat yang digelar malam tadi sebagai bentuk manifestasi dalam mensyukuri hari kemerdekaan dan sekaligus memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pemerintah setempat yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut. 

Menurut H. Syamsuddin Ketua Panpel sangat mengapresiasi apa yang dilakukan pemerintah setempat atas perhatianya untuk mau memajukan dan melestarikan budaya adat masyarakat Karaeng Loe Ri Bira sekaligus bisa menjadi aikon pariwisata melalui kearifan lokal

Sebagai sponsor utama kegiatan ini kami tentunya berharap kepada bapak Walikota Makassar untuk dapat mengembangkan dan melestarikan budaya adat di Bira. 

Terkhusus selaku penasehat adat Karaeng Loe RI Bira Amran Allobaji, SH. Ia juga tak lupa mengucapkan terima kasihnya sebagai tokoh sentra muda generasi pelanjut Karaeng Loe Ri Bira yang telah banyak berkontribusi atas terlaksananya dan suksesnya dalam setiap moment acara yang digelar. Ungkap H. Syamsuddin Ketua Panitia Pelaksana.

Acara pesta rakyak ini selain dihadiri beberapa pemamgku adat keluarga besar karaeng loe juga dihadiri pejabat dari unsur muspidah pemkot Makassar antara lain camat tamalanrea dan lurah bira.

Dimana acara ini berlangsung meriah karena dirangkaikan dengan acara sambutan adat mappangaru dan tarian madupa serta dihibur dengan pentas mapparaga serta beberapa tarian kreasi asal maumere serta dirangkaikan penyerahan hadiah lomba yang diserahkan langsung melalui camat tamalanrea dan lurah bira beserta pemangkut adat Karangloe Ri Bira yang turut menyerahkan hadiah.


Pemangku adat karaeng loe Ri Bira Krg.H.Maro beserta isterinya menobatkan dengan memberi gelar Karaeng Ngai dan menyerahkan tasbih yang berukuran besar yang merupakan warisan peninggalan pusaka leluhur Karaeng loe Ri Bira kepada ibu walikota Makassar, Indira Yusup Ramdhan Pomanto sebagai benda pusaka yang diyakini membawah keberkahan tersendiri. 

Dalam sambutanya Indira Yusup Ramdhan Pomanto ketua pengerak PKK Kota Makassar mengunkapkan perasaan harunya ketika dinobatkan dengan diberi gelar Karaeng Ngai oleh pemangku adat Karaeng loe Ri Bira merupakan suatu penghargaan atau penghormatan bagi saya dalam rangka memperingati hari dirgahyu ke 72, ungkapnya.

Ia juga meminta kepada masyarakat terkhusus keluarga besar Karaeng loe Ri Bira agar bisa berpartisipasi aktif mendukung program pemerintah menuju kota dunia dua kali tambah baik dengan taek line ”jangan biarkan Makassar mundur lagi” sebagai bukti kita telah banyak mengukir prestasi dan akan kita sempurnakan lagi insyaallah, tutur

Ia juga menambahkan keberhasilan yang telah dicapai saat ini tidak terlepas dari partisipasi dan kontribusi masyarakat, untuk itu saya tetap memohon bantuan, doa dan dukungan agar dapat membawah berkah untuk kota makassar dan anak cucuk kita sebagai penerus bangsa. dengan mendapatkan adipura tiga kali berturut-turut, belum lagi penhargaan yang akan nantinya diterima berupa adipura tingkat asean yang akan diterima dibrunai Darussalam dalam waktu dekat.terangnya. 


Menurut Amran Allobaji, SH yang merupakan penasehat BTR sekaligus tokoh masyarakat mengatakan bahwa Karaeng Loe Ri Bira memiliki historis tersendiri sebagai sebuah kerajaan yang pernah mempertahankan syiar Islam sekaligus dari penjajahan belanda salah satunya peninggalan benda pusaka leluhur berupa tasbih dan beberapa benda pusaka lainnya yang merupakan kebanggan masyarakat. (red/forwi)

Sunday, March 1, 2015

Spirit Baru & Masa Depan Makassar


Mohammad Ramdhan Pomanto atau yang lebih populer dengan Danny pomanto. Ya inilah Sosok figur Danny Pomanto dalam perjalanannya memimpin kota Makassar menyimpang segudang maha karya ibarat lokomotif yang terus bergerak serta memberikan nuansa spirit baru untuk masa depan makassar. Ia di kenal typical sosok pemimpin yang sederhana, cerdas dan religius.

Dalam peluncuran bedah bukunya yang bertajuk "Masa DPpan Makassar" di kediaamanya jalan Amirullah 

Danny pomanto mengatakan buku ini merupakan sejarah perjalanan yang dibukukan dengan sejumlah tulisan kritis. Tanpa tulisan maka sejarah itu tidak akan pernah ada.

"saya ingin membangun Makassar, saya ingin belajar, dan membangun perencanaan lebih matang pendekatan budaya sudah saya bangun, meskipun kritikan terus mengalir, ujar danny pomanto yang beranjak usia 51 tahun.

Prestasi Danny pomanto memang cukup membanggakan dirinya ikut terlibat dalam pembangunan berbagai mega proyek di Makassar bersama Wali kota saat itu dijabat oleh ilham arief sirajuddin.

Belum cukup setahun memimpin kota Makassar berbagai program Maha karya yang diciptakannya mendapat reward dan respon positif dari berbagai kalangan birokrasi, politisi, praktisi, akademisi, OKP dan tokoh masyarakat.

Namanya pun kian mencuat apalagi pria yang lebih dikenal sebagai seorang arsitektur sangat piawai dan mengerti betul cara mendesain kota makassar menuju kota dunia dengan kearifan budaya lokalnya tanpa mengurangi sedikitpun karakteristik kultur yang ada.
    
Pria kalahiran Makassar - 30 januari 1964, "Menjadikan Makassar menjadi dua kali tambah baik sudah menjadi tekad dari danny pomanto dan Wakilnya. Salah satu yang akan diwujudkannya adalah menciptakan Makassar menjadi smart city".

Setelah dirinya dilantik menjadi Walikota, sejam kemudian dirinya bersama Chief Executif Microsoft kemudian menandatangani nota kesepahaman (MoU) dalam membangun dan mengintegrasikan Makassar dengan daerah lainnya dalam bentuk "Smart City".

 Bahkan belum empat bulan memimpin, dia dengan tegas menyatakan jika penerapan konsep Smart City di kota ini telah menunjukkan kemajuan yang begitu pesat dan disebut selangkah lebih maju dari Kota lain yang juga menerapkan konsep yang sama.

Ia juga memperlihatkan Makassar Smart Card yang bisa dipakai untuk kepentingan pengurusan pemerintahan dan alat pembayaran berbagai keperluan.

"Makassar ini sudah menerapkan Smart City, sistem memantau kemacetan, sistem pembayaran parkir, kantin sekolah, itu sudah on the track semua. Kita sudah punya semua itu," tambah Danny.

Walikota Makassar dan Wakil Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto dan Syamsul Rizal MI, berjanji akan mewujudkan program 8 Jalan Masa Depan sesuai visi-misi yang disampaikan saat kampanye dulu. Untuk mewujudkan hal tersebut, yang dilakukan pertama kali adalah membangun image kota, dengan membuat slogan-slogan yang bisa membuat orang tertarik berkunjung ke Makassar. Adapun Slogan yang diusung diantaranya I Love Makassar Sombere’ dan Smart City.

I Love Makassar Sombere dimaksudkan guna mewujudkan kota yang ramah dan aman, menurut Danny, dapat dilakukan dengan dua hal, yaitu pendekatan hukum dan sosial.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengklaim jika program "Smart City" yang diterapkannya di kota ini lebih maju dari kota-kota lainnya seperti Bandung.

 "Gagasan Smart City ini sudah saya paparkan beberapa waktu lalu saat World City Summit di hadapan para wali kota dunia dan saat itu saya masih menjadi konsultan tata ruang wali kota sebelumnya," jelasnya saat didatangi sejumlah mahasiswa asal Universitasi Osaka, Jepang di Makassar, Jumat.

 Ia mengatakan, penerapan "Smart City" telah menjadi kebutuhan mendesak bagi pemerintah kota-kota terkemuka di Indonesia terutama dalam memaksimalkan pelayanan dan mempermudah segala urusan masyarakat.


BIODATA :

Nama Lengkap               : Ir. H. Mohammad Ramdhan Pomanto  
Nama Panggilan              : Danny Pomanto
Tempat / Tanggal Lahir    : Makassar, 30 Januari 1964
Nama Ayah                    : Alm. Buluku Pomanto (Ajunu)
Nama Ibu                       : Almh. Aisyah Abd. Razak (Sumi)
Isteri                               : Indira Jusuf Ismail
Anak                              : Aura Aulia Imandara
                                        Amirra Aulia Noor Imani
                                       Arrayya Aulia Izzanaira
Saudara                         : Tria Ratna Huswiny (Inggris)
                                       Adolf Hidayat (Jakarta)
                                       Norawatny (Bandung)
Pekerjaan                      : - Dosen Arsitektur UNHAS-Makassar
                                       - Arsitek Profesional
Hobby                           : Olah Raga, Travelling









Sunday, November 23, 2014

PTDH Bagi Polisi Represif Cederai Wartawan





  • Prilaku Oknum Polisi Yang Terbukti Melanggar UU Perkap RI No.14 Tahun 2011, Komisi Kode Etik Profesi (KKEP) Harusnya Menjatuhkan Sanksi  berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) sebagai anggota Polri.

    Kepolisian Daerah Sulselbar dibawah kepemimpinan bapak Inspektur Jenderal Anton Setiadji berhasil menukir rekor sejarah dalam meredam aksi demonstran mahasiswa menolak kenaikan BBM tahun ini, pasalnya tindakan represif oknum polisi yang berujung anarkis dan pengrusakan sejumlah kendaraan diarea kampus dan sejumlah aset kamera milik wartawan juga tak luput dari aksi kebringasan oknum polisi yang dinilai abmoral

    Tragedi berdarah dan pengrusakan dikampus UNM seolah mencerminkan bahwa kekuatan senjata yang dipertontonkan aparat untuk meredam aksi demo mahasiswa adalah hal yang dianggap manusiawi demi mempertahankan wibawah kepolisian tanpa harus mengindahkan etika kepribadian, lembaga, bermasyarakat, dan bernegara serta  menjunjung tinggi nilai-nilai HAM, lebih ironisnya bias dari komplik tersebut juga tak luput hal yang sama menimpa para jurnalis TV dan Media Cetak namun tindakan tersebut dianggap hal yang lumrah dan tidak usah dibesar-besarkan, tentu saja penilaian dan pemikiran ini sesat dan over confident serta tidak bersifat mendidik, jika demikian tentu nilai-nilai etika yang melekat dalam kepribadian aparatur pemerintahan itu perlu dipertanyakan, apakah penerapannya sudah sesuai UU ataukah selama ini menyimpang, ataukah mentalitas aparat sudah sedimikian parahnya.

   Undang-undang Keterbukaan Informasi Pablik (KIP) yang seharusnya aparat sebagai corong terselenggaranya UU tersebut malah berbalik menyerang wartawan sebagai pelayan informasi pablik saat melakukan tugas peliputan.

    Tragedi UNM 13 November lalu tidak hanya dinilai merampas hak kebebasan Pers namun juga telah mencoreng kerjasama institusi polisi dengan lembaga pers dimana dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditanda tangani oleh pihak Kepolisian RI pada tahun 2010 silam.

    Dimana MoU tersebut menegaskan tindak kekerasan terhadap jurnalis harus diproses dengan UU no.40 tahun 1999 tentang Pers dengan menggunakan UU Pers dan Jo dengan KUHP pidana umum.

    Lantas bagaimana degan Perkap No 14 Tahun 2011 yang mengatur tentang kode etik profesi Kepolisian RI bagaimana seharusnya seorang aparat bersikap dan bertindak sesuai prosedur tanpa melampui batas-batas kewenangannya yang telah diatur dalam undang-undang.

    Untuk itu sudah sepantasnya Komisi Kode Etik Profesi (KKEP) menjatuhkan hukuman terhadap perilaku oknum polisi tersebut karena sudah masuk kategori sebagai perbuatan tercela dan sudah selayaknya mendapatkan sanksi yang bersifat administratif berupa rekomendasi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) sebagai anggota Polri.

    Ada dugaan jika penyerangan yang dilakukan oknum polisi tersebut punya tendensi atau motif lain yakni sengaja menciptakan phobia (ketakutan) tersendiri bagi kalangan insan jurnalis dengan aksi koboinya, terbukti si wartawan sempat ditegur untuk tidak mengambil gambar atau merekam pada saat insiden berlansung, jika benar demikian sungguh sangat terlalu. Wallahu alam. (red-forwi)

Tuesday, March 25, 2014

Bobroknya Pelayanan Dikantor Imigrasi Kelas I Makassar




Kasi Statuskim Ancam dan Usir  Wartawan Diruang Kerja Kepala Imigrasi

Makassar, (Senin, 24 Maret 2013/08.00 Wita)  Citra pejabat bagian Kasi Statuskim, Noer Putra Bahagia, SP, SH, M.Si di kantor Imigrasi Kelas Satu Kota Makassar kembali ternoda pasalnya perlakuan yang diterima oleh pekerja kulit tinta ini oleh pejabat imigrasi ini dinilai tidak etis dan kurang  terfuji  yang menunjukkan sikap arogansinya dengan cara mengancam dan mengusir wartawan saat sedang ingin melakukan konfirmasi diruang kerja kepala imigrasi, Tegas Hartawan.

Saat ditemui rekan-rekan media untuk mempertanyakan berita tersebut malah ia pasang badan dan megatakan “saya ini sarjana hukum, orang berpendidikan bahkan ia mengaku jika dia keluarga wartawan dekat dengan pemimpin media dan saya juga pernah menjalankan profesi ini.Ungkapnya.


Lantas bagaimana dengan UU Keterbukaan Informasi Pablik No. 14 2008 dan UUD Pers N0 40 1999 jika pihak imigrasi tidak ingin memberikan keterangan atau informasi yang dibutuhkan pers ? katanya itu adalah rahasia negara kami punya hak tolak tapi tidak dengan kasus yang ditanyakan, lalu kenapa anda memerintahkan atasan anda untuk menghentikan wawancara dengan mengatakan “pak sudah tutup saja komunikasi jangan diteruskan” sambil membentak dan menyuruh si wartawan keluar dengan mengatakan “keluar kamu dari sini dengan nada tinggi” serta menyuruh security sambil memegan leher belakang si wartawan tersebut keluar dari kantor.

Sikap arogan yang ditunjukkan pejabat imigrasi sudah diambang batas dia tidak hanya menghina profesi wartawan namun ia juga mengertak sambil mengancam, Bukan hanya itu selain meminta memperlihatkan id card si wartawan dia juga meminta legalitas lembaga wartawan tersebut dan mengancam akan melaporkan kepada pihak yang berwajib. “Silahkan bapak telpon polisi saya siap dilaporkan”, pinta wartawan, namun ia rupanya tidak berani melakukannya, karna hanya sekedar gertakan sambel untuk sekedar mengitimidasi wartawan tersebut. Ujar korban.

Dalam keterangan persnya tadi siang sekita jam 14.00 wita Noer Putra Bahagia baru menyadari kesalahannya dihadapan rekan-rekan media dan meminta maaf atas tindakannya yang terbawah emosi, ia juga menambahkan bahwa kasus yang dipertanyakan menurutnya tidak ada hubungannya dengan apa yang dilaporkan keimigrasi, kasus itu berlatarbelakang masalah harta gonogini yang disenketakan keduanya yang lama berdomisili di Amerika dan meninggalkan harta di indonesia, lanjut putra I Gusti Bagus meminta tolong kepada saya untuk dibuatkan rekomendasi atau surat keterangan terkait status mantan isterinya yang WNA yakni Ernawati, namun pihak imigrasi tidak berwenang menetapkan status warga negara karna itu kewenangan Departemen Kementrian Hukum dan HAM Pusat. 

Lalu bagaimana dengan laporan I Gusti Bagus kepada penyidik Polda yang melaporkan mantan isterinya Ernawati atas atas dugaan memberikan laporan atau keterangan palsu berupa pemalsuan dokumen atau identitas diri KTP WNI. 

Ini menunjukkan betapa bokroknya sistem birokrasi dan pelayanan di imigrasi kelas 1 Makassar yang pejabatnya dinilai berpremental seperti preman yang diduga sudah menyimpang dari Kepmen 30 Tahun 2008 tentang PNS.

• PIHAK IMIGRASI TANTANG KEPOLISIAN MEMBONGKAR KASUS INI

 
Kepala Imigrasi Kelas 1 Makassar Tegas Hartawan saat ditemui ruang kerjanya mempersilahkan pihak kepolisian membeberkan serta membongkar dugaan pembuatan dokumen atau laporan palsu status kewarganegaraan terkait pembuatan paspord WNI yang jika terbukti disinyalir melibatkan pejabat oknum imigrasi.
(red/forwinews)

Tuesday, February 18, 2014

Pelni dan Penumpang Dirugikan Akibat ABK Kapal Pelihara "Preman Asongan" di KM. Bukit Siguntang

  • Akibat Kenaikan Harga Tiket Wisata Untuk Kelas Ekonomi Penumpang Berang dan Bertikai Berebut Tempat Tidur Pasalnya Mereka Merasa Dibodohi dan Dirugikan.
Makassar (Senin, 10 Pebruari 2014 | 22:00 Wita): PT Pelni diminta memperhatikan pelayanan di KM Bukit Siguntang seiring pemberlakukan kelas pariwisata sejak beberapa bulan terakhir ini, karena penumpang tidak kebagian tempat tidur yang layak.

Salah seorang penumpang dari Tarakan, Kaltara, Ahmad, di Makassar, Kamis (13/02), mengatakan dua kali pelayaran bersama KM. Bukit Siguntang ternyata pelayanan kelas pariwisata masih seperti ekonomi.

Mulai dari persoalan akomodasi, tempat tidur hingga menyangkut harga tiket dinilai tidak relevan dengan pelayanan yang diberikan, justru lebih parahnya lagi jadwal keberangkatan kapal malah molor hingga 6 jam di pelabuhan Tarakan akibat aktivitas bongkar muat barang, keluh penumpang.

"Bayangkan harga tiket dengan diberlakukannya kelas pariwisata Rp.420.000 per orang dewasa , menyusul ekonomi Rp 390.000 per orang. Namun, tidak kebagian tempat tidur," ujarnya.

Ahmad merujuk, rebutan tempat tidur harus terjadi antar penumpang karena nomor tiket sama.

Ketegangan terjadi dan mengarah ke perkelahian karena rebutan tempat tidur yang ternyata nomor fasilitas tersebut sama.

"Sayangnya anak buah kapal (ABK) tidak bisa berbuat banyak dalam menangani masalah tersebut sehingga penumpang yang tiba terlambat sering mengalah karena tempat tidurnya telah dipakai mengingat dia juga memiliki tiket resmi," katanya.

Akibatnya, penumpang yang membeli tiket kelas pariwisata terpaksa membeli tikar untuk tidur sehingga menunjukan pelayanan di KM. Bukit Siguntang tidak sesuai dengan penerapan kelas pariwisata.

"Pastinya memberi kesan jelek karena harga tiket tidak sesuai dengan pelayanan. Apalagi, kelas pariwisata yang sebenarnya harus memberi kesan sesuai namanya," ujar Ahmad.

Karena itu, PT.Pelni diminta menegur, baik penanggung jawab KM. Bukit Siguntang maupun travel yang menjual tiket sebagai mitra kerja agar tidak sekedar hanya mengejar keuntungan dan mengabaikan kenyamanan pelayaran.

Apalagi, saat mudik seperti perayaan Natal, Tahun Baru dan Idul Fitri dengan penumpang pasti membludak.

Belum lagi masalah buruh dan pedagang yang ada diatas kapal  yang kerap kali berulah dan menganggu hak privasi penumpang yang menawarkan jasa dan berbagai barang jualan untuk dibeli namun dinilai tidak beretika dan kesan memaksa .

"Jadi PT.Pelni jangan hanya mengejar keuntungan semata dan mengabaikan kenyamanan pelayanan pelayaran, termasuk kemungkinan terjadi pertikaian antar sesama penumpang yang memiliki tiket resmi," kata Ahmad. (ant/tm)






Friday, January 10, 2014

Polisi Baru Awali Masa Bertugas Dengan Pesta Miras

Maros (Minggu, 5 Januari 2014, Usai menjalani pendidikan di SPN Batua Makassar menjelang akhir tutup tahun, salah seorang oknum polisi bintara tengah asyik berkumpul menikmati tuak bersama dengan rekannya, ia mengawali aktivitas dengan tuak sebelum bertugas di JL Bambu Runcing, polisi muda mengajak teman-temannya minum tuak sebagai pelepas lelah setelah melalui pendidikan. Katanya, untuk merayakan dan karena lama tak jumpa akhirnya saya putuskan untuk mengundang teman-teman di tempat ini sebagai suatu acara selesainya pendidikan saya, apalagi saya akan bertugas sebentar malam di Kota Pangkep ujarnya. Maros, (6/1/2014)

Friday, September 27, 2013

Tabloid KPK Dilaporkan Wali Kota Tarakan ke Polisi

Tarakan: Merasa difitnah oleh pemberitaan sebuah tabloid, Wali Kota Tarakan Udin Hianggio melaporkan Pemimpin Redaksi Tabloid Keker Pemburu Korupsi (KPK)  ke polisi.  Udin mendatangi Mapolres Tarakan ditemani unsur muspida setempat.

Udin tidak tidak terima dengan tulisan di tabloid tersebut yang menudingnya melakukan korupsi ratusan miliar rupiah dan disebut pantas dikirim ke Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan untuk digantung.

“Saya merasa tidak pernah melakukan perbuatan korupsi seperti yang dituduhkan sang penulis. Secara pribadi dan keluarga, saya merasa terpojokkan oleh pemberitaan tersebut. Apalagi pemberitaan itu hanya bersifat opini tanpa narasumber,” tegasnya di Tarakan, Kamis (16/5).

Tulisan yang juga dipermasalahkan Udin adalah dirinya dilaporkan selalu meminta fee sebesar 20% setiap kali ada pengerjaan proyek kepada Kepala Suku Dinas Pendidikan dan Suku Dinas Pekerjaan Umum.

“Saya melaporkan Pemred Tabloid KPK ke polisi karena telah mencemarkan nama baik. Saya tidak pernah bertemu dengan oknum wartawan tersebut,” ujarnya.

Kapolres Tarakan Ajun Komisaris Besar Desman Sujaya Tarigan mengatakan akan mengkaji dan mendalami laporan tersebut. “Polisi juga akan memintai keterangan saksi-saksi,” ujar Desman. (Muhammad Reza)

Monday, September 23, 2013

Tragis Jurnalis! Fotografer Media Mesir Ditembak Mati Saat Rekam Penembakan oleh Tentara

Internasional - Mengenaskan! Seorang fotografer media Mesir tewas ditembak tentara. Namun, fotografer dari surat kabar Al-Horia Wa Al-Adala ini sempat mengambil gambar tentara yang menembaknya dari atas gedung di Kairo.

Adegan demi adegan berhasil diabadikan oleh kamera milik Ahmed Samir Assem (26). Insiden tragis ini terjadi ketika serangan melanda para demonstran pendukung presiden terguling Mohammed Morsi, yang berkumpul di luar markas besar pasukan elit Mesir, Garda Republik, di Kairo.

Seperti dilansir Sydney Morning Herald, Rabu (10/7/2013), Assem mengabadikan seluruh kejadian, terutama sejak para pendukung Morsi menunaikan salat subuh berjamaah pada Senin (8/7) waktu setempat. Ketika serangan terjadi, kamera Assem terus mengambil gambar.

Hingga kamera Assem menangkap gambar para tentara yang melepas tembakan dari atap sebuah gedung berwarna kuning. Tentara-tentara yang bersenjatakan senapan penembak jitu tersebut terlihat melepaskan tembakan beberapa kali ke arah para demonstran.

Kemudian tiba-tiba, senapan tersebut mengarah tepat ke lensa kamera Assem. Beberapa saat kemudian, rekaman kamera berakhir dan berakhir pula hidup Assem. Identitas Assem sebagai seorang fotografer diketahui dari kamera berdarah dan sebuah telepon genggam yang ditemukan di lokasi kejadian.

"Pada pukul 06.00, seorang pria datang ke pusat media dengan membawa kamera berlumuran darah dan memberi tahu kami bahwa salah satu rekan kami terluka," tutur seorang editor surat kabar Al-Horia Wa Al-Adala, Ahmed Abu Zeid.

"Sekitar satu jam kemudian, saya mendapat berita bahwa Ahmed ditembak oleh seorang sniper di dahinya ketika mengambil gambar atau foto sebuah gedung di lokasi kejadian," imbuh Zeid.

Saat kejadian, Zeid tengah bekerja dari sebuah fasilitas di dekat masjid Rabaa al-Adawiya yang berjarak sekitar 1,5 km dari lokasi kejadian. "Kamera Ahmed merupakan satu-satunya yang mengambil gambar seluruh kejadian dari awal," ucapnya.

"Dia mulai mengambil gambar dari sejak salat digelar, jadi dia menangkap setiap adegan dari awal dan dalam video tersebut, Anda bisa melihat puluhan korban. Kamera Ahmed menjadi salah satu bukti dari pelanggaran yang telah terjadi," tandas Zeid.

Assem merupakan salah satu dari sedikitnya 51 orang yang tewas dalam serangan yang terjadi Senin (8/7) subuh waktu setempat ini. Serangan ini menuai kemarahan pihak Ikhwanul Muslimin yang menuding militer Mesir yang melakukan penembakan.

Militer Mesir telah membantah dan menyatakan bahwa 'kelompok teroris bersenjata' yang melakukan penembakan brutal terhadap puluhan pendukung Morsi tersebut. Pihak militer mengakui hanya melepas tembakan peringatan dan gas air mata. Namun dengan adanya video rekaman Assem yang berdurasi 20 menit ini, pihak Ikhwanul Muslimin semakin gencar menuding militer Mesir yang disebutnya melakukan pembantaian.[] (detik/fm)

Arsip Berita

 

Copyright Forum Wartawan Indonesia / Email: forwisulsel@yahoo.com