Berita Terkini :
SALAM REDAKSI ,  WELCOME  |   sign in   |   Gueet Book   |   Kontak Kami



Harap tunggu :D
Sponsored By :FORWI.

Healine News

DeaMedia SKU Forum Wartawan Indonesia

Headline News Caver Depan
forwinews.blogspot.com




Email

forwisulsel@yahoo.com

Visitor

Berita Dari Sulsel

Berita Dari Sultra

Berita Dari Sulbar

Kawasan Link Media

Friday, January 18, 2019

Kasus Kriminalisasi Wartawan M. Reza, PPWI Nasional: Semoga Kasus Ini Segera Selesai


Bireuen - Sekretaris Jenderal PPWI, H. Fachrul Razi, MIP mengharapkan agar kasus kriminalisasi wartawan atas nama M. Reza atau sering disapa Epong Reza segera selesai. Hal tersebut dikatakan Fachrul, yang juga menjabat sebagai Wakil Pimpinan Komite I DPD RI, saat membesuk Epong Reza (30) di Rumah Tahanan (Rutan) Cabang Bireuen, Aceh.

Pada kunjungannya, Kamis (17/1/2019), Senator asal Aceh Fachrul Razi memberikan semangat kepada Epong Reza, wartawan salah satu media online tersebut agar tetap tegar dalam menghadapi kasus yang menimpanya.

Fachrul Razi mengaku, ia pulang ke Aceh dalam rangka menjenguk dan silaturrahmi dengan Epong Reza yang tersandung kasus pencemaran nama baik di media sosial (medsos).

"Saya datang menjenguk Epong, selain untuk bersilaturrahmi, juga memberinya semangat dan dukungan moril. Kita berharap kasus ini bisa selesai secepatnya,” kata Fachrul.

Dikatakannya, sebagaimana diketahui, Epong Reza ditahan Polres Bireuen pada Jumat (21/12/2018) karena diduga melakukan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media sosial lewat akun Facebooknya, pada 25 Agustus 2018.

Kemudian dilaporkan H Mukhlis, A.Md melalui kuasa hukumnya Guntur Rambe, SH, MH pada 4 September 2018 lalu.

Dalam kasus ini, M. Reza atau yang akrab disapa Epong Reza dianggap melanggar Pasal 45 ayat (3) Jo Pasal 45A Ayat (1) dan UU RI No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No.11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Epong Reza yang sebelumnya ditahan di sel Mapolres Bireuen kemudian dipindahkan ke Rutan Bireuen pada 13 Januari 2019.

Disebabkan alasan untuk kepentingan penyelidikan yang belum selesai, masa penahanannya yang telah berakhir pada 9 Januari 2019 kemudian diperpanjang selama 40 hari kedepan, mulai 10 Januari sampai 18 Februari 2019.

Berita terkait: http://m.beritahukum.com/detail_berita.php?judul=Beritakan+Dugaan+Kasus+BBM+Bersubsidi%2C+Wartawan+di+Bireuen+Ditahan+Polisi&subjudul=Kekerasan+terhadap+Wartawan

Sementara itu, Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA menyatakan sangat prihatin dengan banyaknya kasus kriminalisasi terhadap penyampaian aspirasi warga, baik wartawan, pewarta warga, maupun masyarakat umum yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Kriminalisasi wartawan di Aceh tergolong cukup sering terjadi dibandingkan dengan daerah lain.

Wilson berpendapat bahwa, semestinya segala informasi yang disampaikan oleh warga masyarakat melalui media massa, termasuk di media sosial dan jejaring sosial WhatsApp group, Line, telegram, dan segala saluran yang tersedia, hendaknya dipandang sebagai “laporan” bagi semua pihak, teristimewa kepada pihak terkait, seperti aparat kepolisian, kejaksaan, dan lain-lain.

“Oleh karena itu, pihak polisi semestinya memandang tulisan atau berita dari wartawan, pewarta warga, dan masyarakat yang disampaikan melalui media, sebagai informasi awal yang perlu disikapi dan ditindak-lanjuti. Seperti halnya tentang pemberitaan M. Reza yang menyoroti penggunaan BBM bersubsidi oleh perusahaan Takabeya group di Bireuen itu. Polisi seharusnya menelusuri dan menyelidiki hal tersebut dan menindak sesuai hukum yang berlaku. Bukan sebaliknya, malah menangkap wartawan yang memberitakannya,” jelas Wilson yang merupakan alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini.

Dengan penangkapan dan proses hukum wartawan M. Reza, maka yang muncul dalam benak publik adalah bahwa polisi kita belum berubah paradigma, masih menjadi centeng para pengusaha nakal. Mereka bekerja bukan untuk rakyat, tapi untuk pihak tertentu dan kepentingan diri serta golongannya sendiri. “Padahal, rakyat yang menggaji aparat itu, hingga color istri merekapun dibelikan rakyat. Namun kerjanya mengkriminalisasi rakyat. Kapolri seharusnya malu melihat kerja para oknum anak-buahnya seperti itu,” imbuh Wilson dengan nada kecewa. (SR/Red)

Wednesday, January 16, 2019

Ketua LSM WASINDO Mendesak Polda Sultra Terkait Keterlambatan Penanganan Kasus Oknum BRI Cabang BAU-BAU Unit Kabaena


Kendari-Ketua LSM WASINDO Mendesak polda SULTRA Kabid propam segera memanggil Kapolsek Kabaena,Terkait keterlambatan penanganan kasus BRI cabang BAU-BAU,Unit Kabaena.

Semuanya bermula ketika adanya tindakan dari ibu rida yang melakukan tindakan pembobolan dan pengambilan paksa barang-barang yang ada didalam rumah ibu Ecifilian salta pada kamis(18/10/2018) melihat kondisi itu,ibu Ecifilian salta (korban) langsung mengadukan surat pengaduan surat kepolisian sektor kabaena dengan keterangan pencurian dan pengrusakan.pada sabtu (03/11/2018).

Berdasarkan laporan yang ada,adapun barang-barang yang diambil berupa horden,meja makan,karpet plastik,lemari piring,lemari pakaian,ranjang besi,galon,dengan jumlah keseluruhan sebesar RP 5.000.000.

Diketahui akar dari permasalahan tersebut ketika seorang nasabah bernama ibu Ecilifiani salta melakukan peminjaman uang di BANK BRI unit kabaena Bau-Bau dan tidak mampu melunasinya.sementara itu,ibu Rida yang merupakan pelaku atas tindakan pencurian dan pengrusakan merupakan salah satu pegawai diBank tersebut.dan berdasarkan keterangan yang ada,pihak BRI unit kabaena cabang Bau-Bau telah sempat mengambil langkah lelang tanpa adanya koordinasi berupa pemberitahuan ada pun surat teguran yang diberikan kepada pihak kereditur (Ecilifiani salta),dan tentunya kondisi ini sangatlah betentangan dengan sejumlah peraturan yang ada.

Mengingat,dalam pelaksanaan lelang sebagaimana diatur dalam peraturan menteri keuangan nomor 93/PMK, 06/2010 tentang petunjuk pelaksanaan lelang,semestinya proses pelelangan dilakukan dengan dua cara yakni melalui Balai lelang atau melalui lelang penetapan pengadilan,dimana pelaksanaan lelang melalui balai lelang hanya dapat dilaksanakan jika tidak ada kemungkinan bantahan dari pemilik aset (bisa rumah atau barang),dan barang yang akan dilelang tersebut sudah dikuasahi oleh pemohon lelang (tidak perlu ada pengosongan lagi) atau dengan kata lain masuk dalam kategori lelang secara sukarela.untuk pelaksanaan lelang tersebut,pemohon lelang dapat mengajukan permohonan lelang kepada balai lelang swasta atau pemerintah.namun,jika melalui balai lelang swasta,harus mendapat bantuan dari kantor lelang negara.jadi,balai lelang swasta tersebut hanya membantu untuk mempersiapkan dokumen dokumenya,setelah data semua lengkap,maka dimintakan jadwal lelang,dan selanjutnya dimuat pengumuman lelang disurat kabar lama selama dua kali dengan jangka waktu masing-masing lima belas hari.

Sementara itu,kalau pelaksanaan lelangnya lewat penetapan pengadilan,ada beberapa hal yang mesti diperhatikan,yakni jaminan/barang masih dikuasai oleh pemilik jaminan/pemilik barang (dalam dikosongkan),dan terdapat perlawanan dari pihak jaminan.adapun tahapan dalam proses pelaksanaan lelang melalui pengadilan.yakni;

Kreditur selaku pemohon lelang mengajukan permohonan untuk pelaksanaan sita jaminan,

Setelah keluar penetapan sita atas jaminan dilanjutkan dengan proses pengosongan atas jaminan/barang tersebut dengan perintah dari pengadilan,yang dilanjutkan dengan permohonan SKPT.

Setelah SKPT keluar,maka pemohonan lelang mengajukan permohonan untuk dapat dilaksanakannya taksasi (penaksiran) yang dilaksanakan oleh pihak dari kelurahan dan dinas pekerjaan Umum (DPU) untuk menetapkan nilai atau harga wajar atas jaminan yang akan dilelang.setelah harga yang didapatkan,maka kepala pengadilan akan mendapatkan batas harga(limit) jaminan yang akan dilelang.

Setelah adanya penetapan harga limit pemohon lelang mengajukan permohonan untuk penjadwalan lelang.

Setelah jadwal lelang ditetapkan,maka barulah dilaksanakan pengumuman untuk pelaksanaan lelang melalui surat akbar,proses lelang dilaksanakan.

Kami selaku ketua umum LSM Wasindo,La Ode Efendi..S.H.bersama koordinator lapangan Hervin Butur agar kiranya kasus ini dituntaskan sesuai proses hukum yang berlaku.

Ketua umum Wasindo sultra meminta;kepada polda sultra untuk memanggil pihak BRI cabang Bau-Bau unit kabaena yang terlibat untuk sekiranya dapat diberi sanksi tegas,Polda sultra untuk memanggil pihak polsek kabaena,beserta otoritas jasa keuangan(OJK) sultra memanggil dan memeriksa seluruh pihak BRI cabang Bau-Bau unit kabaena yang terlibat agar sekiranya dapat direkomendasikan ke OJK untuk diberi sanksi tegas.

Lp.HN,BAHAR.S

Tuesday, January 15, 2019

Refleksi Ibadah Bersama ASN, Sarmi Papua Aman dalam Lindungan Tuhan


SARMI - Hari ke-15, Selasa Bulan Januari 2019 bertempat di Aula Kantor Bupati Sarmi, berlangsung ibadah bersama ASN (Aparatur Sipil Negara) Pemda Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua, dihadiri langsung Bupati Sarmi Drs. E. Fonataba, MM., Wakil Bupati Sarmi, Y. T. Insyaf, SE., MM, Para Asisten, para Kepala OPD tingkat Kabupaten, sejumlah pejabat eselon III dan IV serta ratusan PNS dan PPPK Pemda Sarmi. Ibadah bersama ini dipimpin Ibu. Pdt. Tompudung/Yawan, staf Klasis GKI Sarmi Barat. 

Ibadah diwarnai dengan sajian pujian kepada Tuhan oleh vokal grup Narwastu pimpinan Ibu Wakil Bupati Sarmi, juga oleh sejumlah ASN dalam menyanyikan pujian kepada Tuhan di akhir ibadah. 

Dalam refleksinya mengutip Alkitab, Kejadian Pasal 9 ayat 1 - 17, tentang Perjanjian Allah dengan Nuh, Rohaniawan mengingatkan 2 hal kepada semua ASN, sebagai berikut ini.

Pertama, Tuhan selalu menilik bumi ini, apa saja yang kita kerjakan, hal baik atau buruk tidak terlepas dari pengamatan-Nya Kita akan mendapatkan upah dari Tuhan, karena Mata Tuhan menjelajah seluruh bumi ini (2 Taw 16 : 9).

Tuhan menghukum bumi pada masa Nuh karena kehidupan manusia sudah tidak takut Tuhan. Tuhan melihat Nuh dan keluarganya hidup takut akan Tuhan sehingga Tuhan menyelamatkannya, dan sejumlah pasang hewan pun diselamatkan.

Bila para ASN dan kita sebagai warga Sarmi hidup beriman dan takut Tuhan, maka Tuhan punya cara untuk menyelamatkan atau melindungi Sarmi dari berbagai musibah seperti yang diingatkan secara resmi bahwa Sarmi rawan gempa dan tsunami,  mau pun yang diisukan tentang tsunami, air laut pasang, maupun banjir bandang.

Kedua, Allah mengikatkan diri pada janji-Nya kepada Nuh dan Keluarganya bahwa Allah tidak akan menghukum /memusnahkan lagi bumi dengan air bah. Busur Allah ditaruh di langit untuk selalu mengingatkan Allah akan janji perlindungan-Nya. 

Busur Allah adalah Tuhan Yesus sendiri yang ditaruh dilangit, Ia tergantung antara langit dan bumi di atas kayu salib karena dosa kita, sehingga yang seharusnya kita ini dihukum seperti pada zaman Nuh, tetapi Busur Allah itu mengingatkan akan kasih karunia-Nya bagi setiap kita yang percaya sehingga kita diampuni dan dijauhkan dari marabahaya, juga malapetaka. 

Tetaplah beriman kepada Allah, di dalam Yesus Krsistus selalu ada belas kasihan dan perlindungan bagi kita semua, Sarmi aman dalam lindungan Tuhan. 

Bupati Sarmi dalam arahannya usai ibadah, meminta semua ASN untuk hidup takut akan Tuhan saja dan memberitahukan kepada rakyat Sarmi untuk percayakan hidupnya kepada Tuhan saja dengan demikian kita semua pasti aman dalam lindungan Tuhan. (BENNY/PPWI-Sarmi/Red)

Monday, January 14, 2019

Kadishub Kota Makassar Dinilai Lecehkañ Wartawan Online


Portalindo.co.id - Makassar - Pers yang merupakan penyedia informasi bagi masyarakat, ternyata masih terabaikan akibat kurangnya kerjasama antara pejabat terkait dengan kalangan Pers.

Hal ini tercermin melalui sikap atau prilaku tertutup oleh oknum kadishub yang di sinyalir atau dinilai melecehkan profesi wartawan sebagai bentuk tidak responsibnya oknum pejabat ini kepada kulit tinta, sikap alergi yang dipelihatkan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar yang belum lama di lantik ini dianggap kurang bersahabat serta  tidak menunjukkan  peforma atau kepemimpinan birokrasi yang merakyat atau dengan kata lain SOP di pertanyakan. 

Pasalnya ketika ditemui sejumlah awak media di ruang kerjanya melalui salah seorang stafnya untuk dimintai keterangannya untuk di konfirmasi langsung eh malah menghindar dan mengibuli wartawan yang sudah menunggu berjam-jam. Spontang para awak media kesal dengan ulah pak kadis dan bertanya, ada apa ???
(Senin 14/01/2018) Di Kantor Dinas Perhubungan Kota Makassar Jl.Mallengkeri Provinsi Sulawesi Selatan,

Sebagai masyarakat biasa tentu sangat menyayangkan pejabat sepangkat kadis yang di sandang saat ini masih saja ada oknum yang belum memahami SOP atau etika berbangsa dan masyarakat padahal sudah diatur dalam UU kode etik Badan Kepegawaian Nasiional No 28 Tahun 1999 Kemendephub.

Kadishub Kota Makassar yang belum lama dilantik dibawah kepemimpinan bapak Walikota Makassar Ramdhany Pomanto tidak sepatutnya memperlakukan jurnalis atau pekerja media untuk mendapatkan informasi karna hal tersebut sama saja dinilai melecehkan atau melabrak UU Pokok PERS No 40 Tahun 1999 dan UU Keterbukaan Informasi Pablik (KIP) No 14  Tahun 2008.

Hal ini terekam dan disampaikan kronoligis kejadiannya melalui percakapan sebagai berikut,  "Ada pak Kadis pak" kata awak media kepada angota Dishub, Staf kadis "Ada pak dari mana "? Tanya kepada awak media, Awak media, "Kami dari media pak mau ketemu pak Kadis", Staf Kadis, "Oh iye nanti saya sampaikan tunggu ya pak" kata angota Dishub ke beberapa awak media, setelah dari ruangan Kadis anggota/staf Dishub mengatakan. Tunggu katanya pak nanti selesai rapat dan isi dulu pak daftar Tamunya,ujarnya".

Beberapa menit kemudian kurang lebih sejam para awak media menunggu pas depan ruangan Kadis, Kemudian para anggota Dishub keluar menemui para awak media, Gimana pak sudah selesai rapatnya pak Kadis.kata awak media ke anggota/staf Dishub, "Pak Kadis sudah keluar kita tdk lihat". kata anggota/staf Dishub kepada para awak media yang menunggu kurang lebih 2 jam. para awak media langsun spontan kaget ahhh...!!! kok pak Kadis seperti itu berarti pak Kadis tidak respek pada wartawan alias alergi, ok lah pak kami pulang kalau Kadis seperti itu.kata awak media kepada para anggota Dishub dengan hati kecewa.

Sebagai pejabat fungsional di lingkungan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar harus meningkatkan komunikasi yang lebih baik lagi dengan para pekerja pers.
Sebab pers media keterbukaan informasi yang kini dibutuhkan masyarakat.

(Irwan

Friday, January 11, 2019

Soroti Polemik Hi-Tech Mall Surabaya, APTIKNAS JATIM Siap Berkontribusi



Surabaya, Hitech Mall telah menjadi pembicaraan hangat dalam minggu ini, pasalnya Mall yang telah menjadi ICON Kota Surabaya sebagai mall pusat IT Terbesar, Terlengkap dan Termurah di Indonesia Timur tersebut harus segera dikosongkan per Maret 2019 menurut pemberitaan Jawa Pos.

Pengelolaan yang berpolemik antara PT Sasana Boga dengan Pemerintah Kota Surabaya membuat peruntukan gedung ini sebagai pusat perdagangan IT terbesar dan terlengkap di Indonesia Timur dengan nama Hi-Tech Mall harus berakhir Maret 2019 yang beralasan tidak diperpanjangnya kontrak pengelolaan gedung.

"Kerugian cukup signifikan, mereka (pedagang) cendrung sepi, karena sudah tersebar berita pengosongan, padahal harapan para tenan nya masih ingin tetap bertahan di sana", menurut Okky Tri Hutomo, Ketua DPD APTIKNAS (Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional) Jawa Timur.

Okky yang juga pakar IT ini menyayangkan mengenai polemik pengelolaan HI Tech Mall yang tentu merugikan para pedagang dan konsumen, "Mereka ini kan bukan hanya pedagang kecil, bukan hanya reseller, mereka ini banyak juga para pedagang-pedagang besar, dealer, service center hingga distributor. Ini mungkin yang sepertinya tidak atau belum dipertimbangkan oleh pemerintah kota Surabaya, jika mereka harus pindah dari Hi-Tech Mall, maka imbasnya sangat besar, di perjalanan bisnis IT di Kota Surabaya khususnya" kata Okky.

Informasi terbaru dalam pengelolaan para pedagang ex Hi-Tech Mall direncanakan akan dipindah ke dua lokasi yakni Kaza dan ITC Mall Surabaya, namun hal ini kembali ditanggapi oleh Ketua DPD APTIKNAS Jawa Timur, "Jika mereka keluar dari Hi-Tech Mall, pertimbangannya adalah ekosistem bisnis IT yang sudah terbentuk akan terjadi masalah, belum lagi trafik pengunjung atau konsumen, kemudian konsumen atau penikmat produk IT/komputer dari luar kota Surabaya mengenalnya adalah Hi-Tech Mall Surabaya di jalan Kusuma Bangsa.” ungkapnya.

Supardjo selaku Bendahara DPD APTIKNAS yang juga membuka usahanya di Hi-Tech Mall mengatakan, "Bukan jadi rahasia lagi, jika transaksi bisnis yang datang ke Hi-Tech Mall itu bukan hanya orang Surabaya saja, tapi banyak orang dari luar Surabaya, baik kota-kota di Jawa Timur bahkan sampai Indonesia Timur, kami akan memulai dari nol lagi jika pindah ke tempat yang baru, saya sangat berharap agar ada kesempatan mediasi untuk mencari solusi terbaik, saya juga siap untuk turut terlibat, karena saya dan teman-teman sudah berusaha di Hi-Tech Mall itu telah lama sekali serta berkeinginan tetap berusaha disini." ujarnya.

Sementara Soegiharto Santoso alias Hoky selaku Ketua Umum DPP APTIKNAS yang memiliki 27 DPD APTIKNAS se Indonesia menyatakan, "Isu polemik Hi-Tech Mall tersebut telah menjadi isu nasional dan sangat memprihatinkan sekali, oleh sebab itu upaya mediasi dengan Pemerintah Kota Surabaya termasuk dengan Wakil Rakyat bisa menjadi solusi yang baik, dan APTIKNAS yang anggotanya juga banyak menjalankan bisnis di Hi-Tech Mall siap membantu dan mendukung agar iklim bisnis IT di Hi-Tech Mall kembali kondusif dan tumbuh kembali. Salah satu contoh mungkin pengelolaan Hi-Tech Mall Surabaya bisa dilakukan oleh perusahaan daerah semisal  PD Pasar Surabaya, sehingga pemerintah kota bisa mendapatkan pemasukan dari para pelaku bisnis IT di Hi-Tech Mall tanpa perlu berpindah ke lokasi yang lain." ungkap Hoky.

Hoky juga menyatakan sangat mendukung upaya yang dilakukan Ketua DPD APTIKNAS Jawa Timur,  "Jika diperlukan sebagai pihak mediasi, saya selaku Ketum DPP APTIKNAS siap hadir terbang dari Jakarta." pungkasnya.

Thursday, January 10, 2019

PT. Toba Pulp Lestari Tbk Perbaiki Jalan Siguragura - Sosor Ladang


Parmaksian - PT Toba Pulp Lestari, Tbk. (TPL) kembali memperbaiki jalan Simpang Siguragura, Kecamatan Porsea, sampai Sosor Ladang, Desa Tangga Batu I, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) Sumatera Utara. Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan dan juga masyarakat sekitar.

Direksi TPL Mulia Nauli melalui siaran persnya mengatakan bahwa perbaikan jalan sepanjang 7,2 KM ini adalah program perusahaan untuk peningkatan keamanan dan kenyamanan para pengguna jalan. Mulia juga menjelaskan bahwa perbaikan jalan kali ini terbagi atas dua jenis yakni patching (perbaikan jalan) sepanjang 5,6 Km dan overlay (penebalan/peningkatan jalan) sepanjang 1,6 Km.

“Ini adalah bukti kepedulian perusahaan dalam membantu keyamanan dan keamanan pemakai jalan dan ini merupakan program rutin dari perusahaan,” kata Mulia kepada media ini, Kamis, 10 Januari 2019.

Anggota DPRD kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Fauzi Sirait, mengapresiasi niat baik dan kepedulian PT TPL akan fasilitas umum, yakni jalan raya. “Kami mengapresiasi niat baik dari perusahaan untuk memperbaiki Jalan raya sepanjang 7,6 km dari Desa Siguragura sampai ke Desa Tangga Batu I. Masyarakat dapat dengan aman dan nyaman melaksanakan aktivitas kesehariannya serta operasional perusahaan dapat berjalan dengan baik,” ujar Fauzi Sirait.

Fauzi menambahkan bahwa perbaikan jalan raya yang dilakukan oleh PT. TPL akan meningkatkan produktivitas dan perekonomian di sekitar jalan raya tersebut.

Perbaikan jalan yang dilaksanakan oleh kontraktor lokal ini dilaksanakan selama 3 minggu dan menelan biaya sekitar 5 Milyar rupiah. (HS/Red)

Tuesday, January 8, 2019

Mahasiswa Papua Bandung Menggelar Pelatihan Jurnalistik



Bandung, Mahasiswa Se-Tanah Papua yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Nabire, Paniai, Dogiyai dan Deiyai Kota Study Bandung berkolaborasi dengan Solidaritas Mahasiswa Se-Tanah Papua Universitas Pendidikan Indonesia menggelar Pelatihan Jurnalistik.


Kegiatan Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa bagi Pemula diberikan oleh Bastian Theofilus Tebai, SE., selaku wartawan www.suarapapua.com di Alfamart Lantai II Jl. Cikawao No. 101 Paledang, Lengkong Besar pada Sabtu, 05 Januari 2019 Kota Bandung.

Ketua Panitia Pelaksana Pelatihan Jurnalistik Andreas Tagi mengatakan kegiatan ini dibuat guna memberi rangsangan kepada warga Mahasiswa agar Mahasiswa Papua mampu menggali potensinya. ungkapnya, usai kegiatan pelatihan.

Lebih lanjut, Andreas Tagi yang juga Wakil Ketua IPMANAPANDODE Kota Study Bandung menyampaikan bahwa Mahasiswa Papua harus dibekali Pelatihan Jurnalistik agar segala masalah dan Peristiwa yang terjadi di Papua dapat dituliskan dengan apa yang didengar, dilihat, dan dirasakan oleh orang Papua saat ini. tegasnya, saat diwawancarai. 

Ditempat yang sama, Ketua IPMANAPANDODE Bandung Alex Adelin Madai menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemateri dan peserta yang telah meluangkan waktu untuk melangsungkan proses Belajar dan mengajar tentang dunia Jurnalistik bagi mahasiswa. ucapnya, sambil senyum manis.

Selanjutnya, kata Alex menambahkan bahwa kegiatan Pelatihan Jurnalistik ini baru dilaksanakan setelah hampir delapan tahun tidak pernah dibuat oleh mahasiswa Papua di Bandung maka saya selaku Ketua IPMANAPANDODE Bandung memprioritaskan kegiatan ini sekaligus membuka akses belajar mahasiswa Papua di Bandung. pungkasnya, dengan penuh harap.

Disamping itu, Demisioner IPMANAPANDODE Bandung Wilda A.M. Ukago menyampaikan ucapan terima kasih kepada pengurus baru karena telah melaksanakan pelatihan yang tertunda sebelumnya sekaligus meminta waktu kepada pemateri untuk terus meluangkan waktu agar pembimbingan menulis dapat dilakukan secara kontinyu. pintanya, dalam kesempatan kesan dan pesannya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Leonardus O. Magai bahwa usai pelatihan Jurnalistik, kedua Komunitas ini dapat menindaklanjuti untuk menerbitkan karyanya melalui Tabloid, Majalah atau Koran agar dapat melanjutkan karya menulisnya tetap diteruskan. pintanya, dalam kesempatan pesan mewakili senioritas.

Ia menegaskan bahwa Mahasiswa sebagai warga Penulis mampu menuangkan ide dan gagasannya secara tertulis sebagai bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi terutama mahasiswa harus lebih cerdas, kritis, dan kreatif dalam menjalankan perannya yakni Agent of Change melalui peluru ujung pena menuju perubahan. pesan Leonardus dalam dalam menutup kesan dan pesannya.


Pewarta : Barnabas Subagio

Terkait Pembacokan Adit, Polres Serang Tetapkan FR sebagai Tersangka


Serang - Tindak kekerasan fisik yang dikakukan oleh pelaku berinisial FR terhadap Adit pada hari Jum'at, 16 September 2018 lalu, akhirnya menemui titik terang. Berkat kerja keras tim Unit Reskrim PPA Polres Serang, Brigpol Wardiman, dan kawan-kawan, pelaku berhasil ditetapkan sebagai tersangka pada tanggal 22 Desember 2018.


"Atas perkembangan ini, kami pihak keluarga korban berterima kasih, dan berharap agar proses penegakan hukum dalam rangka memberikan rasa keadilan kepada korban terus dilanjutkan," ujar Nursopyan, paman Adit yang notabene telah yatim-piatu sejak kecil, yang mengasuh Adit selama ini,
Selasa (8/1/2019).

Informasi terkait penetapan tersangka kepada FR disampaikan penyidik Wardiman kepada keluarga melalui pesan WA kepada Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, pada 7 Januari 2019 kemarin. "Ini info dari pak Wardiman, Penyidik Unit Reskrim PPA," demikian Wilson melalui pesan WA-nya kepada keluarga korban.

Dalam pesan WA penyidik tersebut, Wardiman menjelaskan secara lengkapnya sebagai berikut:
_"Atas nama inisial FR sudah kita panggil dan sudah kita mintai keterangan sebagai TERSANGKA, namun dalam hal ini tidak dilakukan penahanan karena umur yang bersangkutan 16 thn, dan ancaman pidana yang dikenakannya 5 thn. Berdasarkan Pasal 32 ayat (2) huruf b UU No 11 Tahun 2012, yang bisa ditahan itu jika melakukan pidana dengan ancaman 7 thn penjara, sedangkan untuk perkara ini ancamannya cuma 5 thn penjara. Nanti kita lihat rekomendasi dari BAPAS yang telah melakukan penelitian terhadap tersangka, sebagaimana di atur dalam Pasal 9 ayat (1) huruf C UU RI No. 11 Thn 2012, apakah rekomendasinya ke DIVERSI atau tidak.
DIVERSI sendiri diatur dalam pasal 6 s/d pasal 15 UU RI No. 11 Thn 2012."_

Selang beberapa hari sebelum mendapatkan info terkait penetapan tersangka terhadap FR, tiga orang anggota keluarga tersangka FR datang mengunjungi keluarga korban. Hadir dalam kesempatan itu TN selaku orang tua FR, dan dua orang kawannya yang salah satunya adalah Ketua RT kp. Leuwi Limus, Ds. Pabuaran, Kec. Cikande, Kab. Serang, Banten, (tempat tinggal keluarga pihak tersangka). Dalam kunjungannya ke pihak keluarga korban, TN dan kawan-kawan bermaksud musyawarah, agar masalahnya bisa diselesaikan dengan jalan kekeluargaan saja.

Musyawarah itu tidak menemukan kesepakatan. Dalam negosiasinya, pihak keluarga pelaku menanyakan sejumlah nominal dana sebagai bentuk tanggung jawab. Dan ketika nominal itu disampaikan, pihak keluarga pelaku merasa keberatan.

"Sebenarnya pihak keluarga korban tidak menentukan berapa nominal yang harus dikeluarkan oleh pihak keluarga tersangka sebagai bentuk tanggung jawabnya. Namun akibat kejadian yang disebabkan oleh tersangka, kini keluarga korban terjerat utang untuk biaya operasi luka bacok yang diderita korban Adit," jelas Nursopyan kepada keluarga tersangka.

Maksudnya, imbuh Nursopyan, kalau pihak keluarga tersangka ingin bertanggung jawab dan membantu, pihak keluarga korban hanya diminta bantu melunasi utang biaya operasi/pengobatan korban saja. "Nominalnya itu sudah tertulis di kwitansi pinjaman dana penyembuhan Adit akibat dibacok anaknya keluarga tersangka. Jika mereka mau selesaikan utang pembiayaan operasi dan pengobatan Adit, urusan dengan pihak korban dianggap selesai," ujar Nursopyan yang juga adalah Ketua PPWI Banten itu.

Senada dengan Nursopyan, Yeyet, ibu angkat Adit menyatakan bahwa dalam kesedihan melihat derita bacok keponakannya itu, dirinya menganggap hal ini sebagai kecelakaan.
"Saya sudah menganggap ini adalah kecelakaan, tapi saya tidak mau dikejar utang lagi," ujar Yeyet pasrah.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Adit, siswa sebuah SMP di Jawilan, Kabupaten Serang, Banten, menjadi korban salah sasaran, dibacok oleh FR, siswa salah satu SMK swasta di Cikande, Kabupaten Serang, beberapa bulan lalu. Luka bacok cukup parah, korban dilarikan ke rumah sakit, dan harus menjalani operasi. Dalam keterangannya, pihak rumah sakit menyatakan bahwa sabetan bacokan benda tajam nyaris mengenai paru-paru korban.

"Ya sudah begini saja pak, saya bukan sedang berjualan hingga harus ditawar-tawar terus. Toleransi dari kami sudah cukup, rasa sakit kami dapat, materi keluar banyak, sampai motor saya juga terjual untuk biaya segala-gala. Dan kalau bapak tidak bisa bantu, tidak apa-apa. Saya tetap terima kalau semua ini ujian buat kami, dan berarti bapak tinggal berurusan dengan hukum saja. Dan saya yakin kalau hukum itu tidak buta," kata Yeyet kepada keluarga tersangka. (NS/Red)

Monday, January 7, 2019

Tahun 2019, Ditjen PKH Kementan Tingkatkan Prioritas Bali Bebas Rabies


Bali - Propinsi Bali menjadi Etalase Indonesia sebagai daerah tujuan wisata baik untuk wisatawan dalam negeri maupun manca Negara, untuk menjamin keamanan dan kenyamanan wisatawan tersebut Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) meningkatkan prioritas Provinsi Bali bebas dari penyakit Rabies atau anjing gila pada tahun 2019. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita pada Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Vaknisasi Massal dan Pemberantasan Rabies di Bali pada hari ini Kamis (03/01).

Ia katakan bahwa arah pembebasan penyakit Rabies di Provinsi Bali saat ini sudah terbuka lebar. Menurutnya, kasus Rabies di Bali cenderung terkendali dan sudah ada beberapa daerah yang dalam beberapa tahun ini tidak ditemui kasus seperti Kota Denpasar, Pulau Nusa Penida, Lembongan dan Ceningan di Kabupaten Klungkung. “Lebih dari 80% dari 716 desa yang ada di Bali tidak ada kasus Rabies pada tahun 2018”, ungkap I Ketut Diarmita.

Lebih lanjut Ia meminta kepada masyarakat di Bali agar segera melaporkan setiap adanya kejadian kasus gigitan maupun kematian manusia akibat penyakit Rabies. I Ketut berharap  Dinas Peternakan Provinsi Bali dan Balai Besar Veteriner Denpasar untuk tetap bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi untuk penanfanan pembebasan penyakit ini. "Beberapa lembaga internasional mengatakan bahwa SOP (Standar Operasional Prosedur) penanganan penyakit Rabies di Bali ini  sudah sangat baik atau terbaik, sehingga ini harus terus kita tingkatkan sampai Bali benar-benar dinyatakan bebas dari Rabies", ujarnya.

I Ketut menjelaskan, penyakit Rabies saat ini masih terjadi di 2/3 belahan dunia dan berdasarkan laporan WHO pada tahun 2017, setiap 10 menit terjadi kasus kematian akibat gigitan anjing gila di daerah endemis. Ia sebutkan bahwa sebagian wilayah Indonesia merupakan wilayah endemis terhadap rabies, sehingga ini memacu pemerintah pusat dan daerah untuk terus berusaha mengendalikan serta memberantas rabies, mengingat penyakit ini bersifat zoonosis (dapat menular dari hewan ke manusia melalui gigitan hewan penular rabies (HPR) antara lain anjing, kucing dan kera), serta dapat mengakibatkan kematian pada manusia apabila tidak mendapatkan penanganan sesuai prosedur.

Mengingat bahayanya penyakit Rabies yang dapat menular ke manusia, Kementan menargetkan Indonesia bebas Rabies pada tahun 2030. Menurut I Ketut Diarmita, hal ini selaras dengan target yang telah ditetapkan oleh OIE, WHO dan FAO pada tahun 2015 lalu pada pertemuan di Jenewa.

Salah satu langkah yang dilakukan oleh Kementan dalam mendukung dan mencapai target bebas rabies pada tahun 2030, yaitu dengan melakukan pembebasan wilayah melalui pendekatan zona. “Langkah pembebasan dengan sistem zona ini dimaksudkan untuk memperluas wilayah bebas di Indonesia”, tukas I Ketut Diarmita.

Untuk itu, pada tahun 2019 ini Kementan memperluas daerah pembebasan rabies dengan menyiapkan langkah pencegahan penyebaran virus rabies, salah satunya adalah dengan memberikan 1,3 juta dosis vaksin antirabies. “Pengadaan 1,3 juta dosis vaksin antirabies dengan nilai sebesar Rp 33 miliar diprioritaskan untuk provinsi yang tertular rabies.

Kebijakan lainnya yang ditetapkan oleh pemerintah dalam program pengendalian dan pemberantasan, antara lain: 1). vaksinasi di wilayah endemis ataupun wilayah bebas yang terancam; 2). Surveilans; 3). pengawasan lalu lintas HPR; 4). manajemen populasi HPR serta; 5). bekerjasama dengan pihak kesehatan dalam rangka penanganan kasus gigitan yang terjadi.

*Tahun 2018, Kementan Berhasil Bebaskan 4 Pulau dari Penyakit Rabies*

Kementerian Pertanian bersama dengan pemerintah daerah setempat telah berhasil membebaskan penyakit rabies di 4 (empat) pulau pada tahun 2018, diataranya Pulau Tarakan, Nunukan dan Sebatik di Provinsi Kalimantan Utara, serta Pulau Tabuan di Provinsi Lampung.

Empat (4)  wilayah tersebut telah dinyatakan bebas rabies melalui keputusan Menteri Pertanian No.776/Kpts/P.320/11/2018 untuk Pulau Tarakan, Nunukan dan Sebatik di Provinsi Kalimantan Utara dan Pulau Tabuan di Provinsi Lampung melalui keputusan Menteri Pertania No. 783/Kpts/P.320/11/2018. Ia sebutkan bahwa pembebasan ini telah disesuaikan dengan persyaratan yang telah ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) yaitu tidak ada kasus rabies baik pada manusia selama 2 tahun terakhir baik pada hewan maupun pada manusia. Selain itu juga didukung oleh hasil surveilans oleh Balai Veteriner Lampung dan Balai Veteriner Banjarbaru yang membuktikan tidak adanya agen penyakit di wilayah tersebut.

“Laporan terkait situasi rabies di wilayah tersebut telah dikaji oleh Tim Komisi Ahli Kesehatan Hewan dan rekomendasi pembebasan dari Tim Komisi Ahli tersebut selanjutnya kita jadikan sebagai salah satu dasar pemberian rekomendasi pembebasan oleh Otoritas Veteriner Nasional”, ungkap I Ketut Diarmita.

Selain 4 pulau tersebut di atas, sebelumnya juga telah dinyatakan status bebas rabies di 5 pulau, diantaranya Pulau Weh (Provinsi Aceh), Pulau Pisang (Provinsi Lampung), Pulau Mentawai (Provinsi Sumatera Barat), Pulau Enggano (Provinsi Bengkulu), dan Pulau Meranti (Provinsi Riau). Selanjutnya dari 34 Provinsi, saat ini terdapat 9 provinsi di Indonesia telah dinyatakan bebas rabies (yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, DKI Jakarta, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, NTB, Papua, dan Papua Barat).

Contact Person:
Drh. Fadjar Sumping Tjatur Rasa, PhD (Direktur Kesehatan Hewan, Ditjen PKH Kementan)

Wednesday, June 13, 2018

Direktur PT. RSS, Riedsky Amelia Godfried : Apresiasi & Berikan Santunan Kepada Tenaga Kerja Yang Berprestasi



Inspiratorrakyat.Com-Makassar, PT. Rezky Service System (RSS) & PT. Rezky Energi Abadi sebuah perusahaan yang bergerak dibidang Agen Solar Pertamina & Jasa Tenaga Kerja Outsourcing melalui Direkturnya Riedsky Amelia Godfried didampingi sang suami selaku Commissariis, A. Abdullah Umar nampak memberikan sambutan ditengah meriahnya acara bukber yang berlansung di Fourpoin by Sheraton di Jl. Andi Djemma No. 130 Kota Makassar, yang menggangkat tema “Merajut Kebersamaan Menuju Hari Kemenangan”, Kamis (7 Juni 2018).

Hadir dalam acara tersebut calon Walikota Makassar Munafri Arifuddin, Asosiasi Direktur PT. GMTD A. Eka Firman Ermawan, Ihsan Utama GM Region PT Pertamina Patra Niaga Region Indotim Makassar.

Sekitar kurang lebih 500 orang karyawan hadir dalam acara tersebut yang diikuti dengan pemberian santunan dan penghargaan kepada karyawan yang berprestasi, sementara dari kalangan anak yatim panti asuhan sebanyak 50 orang juga mendapat santunan dari perusahaan, dimana acara tersebut dirangkaikan dengan bakti sosial donor darah serta dihibur dengan pentas atraksi seni beladiri Tarung Drajat oleh karyawan PT. Rezky Service System.

Lebih jauh dijelaskan oleh Chief Executive officer (CEO) PT. RSS bahwa saat ini melalui dibidang jasa tenaga kerja outsourcing yang dirintisnya selama 5 tahun di Sulawesi sudah tersebar kebeberapa instansi pemerintah dan swasta sebanyak 700 orang karyawan terdiri dari tenaga buruh supir, clening service, security hingga staff ahli yang saat ini bekerja ditingkat lokal dan akan terus bersaing ke level tingkat nasional, dengan tetap memprioritaskan kesejahteraan tenaga kerja sesuai standar UMP.
Meski demikian pihaknya terus memberikan support dan apresiasi kepada karyawannya agar tetap semangat dan berprestasi, karna menurutnya karyawan adalah ujung tombak terbaik dalam menjaling kerjasama atau kemitraan dengan perusahaan lain.
Lanjut A. Ullah ia juga tak lupa apresiasi kepada pihak-pihak yang selama ini menjaling mitra kerja kepada perusahaannya serta pihaknya akan terus memberikan pelayanan terbaik melalui standar kompetensi dan SDM yang handal dan profesional.
Untuk itu ia berharap melalui perusahaan yang ia bina bisa bersaing secara nasional dan bisa menyerap tenaga kerja yang lebh banyak, serta selalu mendorong atau memotivasi karyawan agar bisa lebih semagat, bersyukur dan terus berkarya. (Red**)

Monday, June 4, 2018

GM Pelindo IV Makassar, Peduli Terhadap Kaum Dhuafa Bagikan Infak & Nuzul Qur’an Bersama


Inspiratorrakyat.Com-Makassar, Pelindo IV (Persero) Makassar gelar Acara Buka Puasa Bersama (bukber) yang dirangkaikan dengan shalat tarwih bersama sejaligus dalam rangka memperingati hari Nuzul Qur’an di malam Ke-17 Ramadhan yang dilaksanakan di Masjid Babussalam Pelabuhan Makassar. yang ditutup dengan hikmah nuzul quran oleh penceramah bapak ustad DR. H. Muh. Ruslan, M.A. Kamis (31 Mei 2018).
Acara Buka Puasa Bersama PT Pelindo IV (Persero), dihadiri sejumlah direksi antara lain Direktur Operasi dan Komersial Pelindo IV, Riman S. Duyo, Direktur Fasilitas dan Peralatan Pelabuhan Pelindo IV, Farid Padang, Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Makassar, Rahmatullah, GM Pelindo IV Cabang Makassar, Aris Tunru, GM Cabang Terminal Petikemas Makassar (TPM), Yosef Benny Rohy, beberapa pejabat di lingkup Pelabuhan Makassar, BP2IP Barombong, stakeholder dan sejumlah anak yatim piatu dari panti asuhan.
Nampak antusias Kepala GM Pelindo IV Cabang Makassar Aris Tunru menyambut sejumlah anak panti asuhan disaat membagikan uang tunai berupa infak yang juga didampingi oleh Direktur Operasi dan Komersial Pelindo IV, Riman S. Duyo yang ikut membantu membagikan infak tersebut kepada kaum dhuafa, sehingga menambah suasana kemeriahan sekaligus melengkapi kebersamaan mereka dalam sebuah kegiatan amaliah ramadhan.
Saat ditemui ketua GM Pelindo IV Cabang Makassar, Aris Tunru sangat mengapresiasi kegiatan tersebut yang hampir setiap tahunnya diadakan, meskipun sedikit berbeda dbanding tahun sebelumnya dimana kegiatan amaliah ramadhan tahun ini ada peningkatan, upaya tersebut dilakukan guna memaksimalkan membantu para kaum dhuafa.
Disamping untuk melaksanakan kegiatan amaliah ramadhan, kegiatan ini sekaligus merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab kita sebagai pemerintah dalam membantu masyarakat terlebih ini dilakukan dibulan suci ramadhan tentu ada hak-hak sosial seperti kaum dhuafa yang wajib kita tunaikan. (A.Subhan/Red**)

Friday, June 1, 2018

Pelindo IV Makassar Maksimalkan Pelayanan Menjelang Mudik


Inspiratorrakyat. Com-Makassar, GM Pelindo IV Makassar, Aris Tunru Dalam sebuah acara nuzul quran di Masjid Babussalam Pelabuhan Makassar. Bahwa dalam rangka megantisipasi arus mudik lebaran tahun ini mendekati H Min 8 yang diperkirakan terjadi keloncatan penumpang. Meskipun itu relatif bisa jadi tahun ini pemudik mengalami kenaikan yang signifikan atau justru mengalami penurunan dibanding tahun 2016 dimana realisasinya mengalami peningkatan yang drastis sementara ditahun 2017 justru mengalami penurunan.

Mengantisipasi hal tersebut, dimana diprediksi terjadi keloncatan jumlah pemudik sekitar diatas10 persen tahun ini, untuk itu pihak pelindo IV Makassar sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk membantu jika hal tersebut terjadi.

Pelayanan prima merupakan bentuk komitmen pihak pelindo IV Makassar untuk terus memberikan pelayanan maksimal mulai dari sisi keamanan maupun kenyamanan penumpang itu sendiri. Tahun ini pihak pelindo menyiapkan dan membuka beberapa pos-pos sentra pelayanan informasi mudik disamping pos khamtibmas juga menyiapkan beberapa arrnada untuk mengankut penumpang yang memiliki kapasitas menampung kurang lebih 350 orang dan tidak menutup kemungkinan akan dilakukan penambahan armada jika melebihi dari kapasitas yang ada, bukan hanya itu termasuk takjil, hidangan buka puasa dan makan sahurnya penumpang juga dipersiapkan.

Agar tidak terjadi kesemrawutan atau kocar-kacir pihaknya sudah melakukan langkah antisipatif dengan melakukan pengaturan melalui sistem pendataan sehingga diharapkan penumpang pada saat ingin turung dari kapal bisa mengarah ke mobilnya masing-masing yang sudah dipersiapkan.

Sementara menyangkut keamanan pihaknya sudah membenahi dengan menyiapkan fasilitas atau kelengkapan keamanan berupa pengadaan CCTV serta pengamanan internal.

Untuk itu menurut GM Pelindo Cabang Makassar Aris Tunru dalam keterangan persnya menghimbau kepada penumpang yang ingin mudik baik menggunakan kendaraan lewat jalur laut maupun darat agar mendaftarkan diri melalui pos-pos pelayanan yang disiapkan cukup dengan menunjukkan identitas KTP untuk difasilitasi. Ungkapnya. (A Subhan/Red).

GM Pelindo IV Makassar, Peduli Terhadap Kaum Dhuafa Bagikan Infak & Nuzul Qur'an Bersama



Inspiratorrakyat.Com-Makassar, Pelindo IV (Persero) Makassar gelar Acara Buka Puasa Bersama (bukber) yang dirangkaikan dengan shalat tarwih bersama sejaligus dalam rangka memperingati hari Nuzul Qur'an di malam Ke-17 Ramadhan yang dilaksanakan di Masjid Babussalam Pelabuhan Makassar. yang ditutup dengan hikmah nuzul quran oleh  penceramah bapak ustad DR. H. Muh. Ruslan, M.A. Kamis (31 Mei 2018).



Acara Buka Puasa Bersama PT Pelindo IV (Persero), dihadiri sejumlah direksi antara lain Direktur Operasi dan Komersial Pelindo IV, Riman S. Duyo, Direktur Fasilitas dan Peralatan Pelabuhan Pelindo IV, Farid Padang, Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Makassar, Rahmatullah, GM Pelindo IV Cabang Makassar, Aris Tunru, GM Cabang Terminal Petikemas Makassar (TPM), Yosef Benny Rohy, beberapa pejabat di lingkup Pelabuhan Makassar, BP2IP Barombong, stakeholder dan sejumlah anak yatim piatu dari panti asuhan.


Nampak antusias Kepala GM Pelindo IV Cabang Makassar Aris Tunru menyambut sejumlah anak panti asuhan disaat membagikan uang tunai berupa infak yang juga didampingi oleh Direktur Operasi dan Komersial Pelindo IV, Riman S. Duyo yang ikut membantu membagikan infak tersebut kepada kaum dhuafa, sehingga menambah suasana kemeriahan sekaligus melengkapi kebersamaan mereka dalam sebuah kegiatan amaliah ramadhan.

Saat ditemui ketua GM Pelindo IV Cabang Makassar, Aris Tunru sangat mengapresiasi kegiatan tersebut yang hampir setiap tahunnya diadakan, meskipun sedikit berbeda dbanding tahun sebelumnya dimana kegiatan amaliah ramadhan tahun ini ada peningkatan, upaya tersebut dilakukan guna memaksimalkan membantu para kaum dhuafa.

Disamping untuk melaksanakan kegiatan amaliah ramadhan, kegiatan ini sekaligus merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab kita sebagai pemerintah dalam membantu masyarakat terlebih ini dilakukan dibulan suci ramadhan tentu ada hak-hak sosial seperti kaum dhuafa yang wajib kita tunaikan. (A.Subhan/Red**

Tuesday, September 26, 2017

Dinas PU Makassar Menuai Banyak Sorotan

      Sejumlah Proyek Pekerjaan Umum di Makassar yang sementra berjalan di tahun 2017 ini masih saja menuai sorotan dari pablik mulai dari hal yang sifatnya tehnis, pasalnya sejumlah titik pekerjaan dilapangan dipertanyakan apakah sudah sesuai  ketentuan juknis maupun juklisnya dengan kata lain apakah penanganannya sudah sesuai sebagaimana standar yang  diterapkan oleh kementrian PU Pusat.

       Hal ini tidak bisa dipungkiri sejumlah titik pekerjan mulai dari drenase, bangunan gedung hingga jalan lingkungan atau paving blok yang dinilai tidak professional. 

    Dari laporan warrga BTP misalnya mempertanyakan keberadaan papan reklame proyek pembangunan kantor baru milik Pemkot yang hanya beberapa hari saja sempat terlihat terpasang di pinggir jalan. Demikian halnya perbaikan drenase yang dinilai tidak transparan karena tidak memiliki atau mencantungkan papan reklame proyek. Karena tidak memiliki identitas spesifikasi jenis pekerjaan berupa apa, siapa kontraktornya atau konsultannya, anggaran apa yang digunakan apakah APBN atau APBD, berapa lama pelaksanaan pekerjaannya.

      Hal ini tentu saja menimbulkan reaksi dikalangan masyarakat berbagai akan dugaan dan spekulasi terjadinya penyelewengan anggaran yang dinilai tidak tepat sasaran atau tidak proporsional belum lagi jika pekerjaan tersebut jika nantinya terbukti cacat volume atau mutu. 

    Pasalnya warga mempertanyakan kinerja dinas PU Makassar yang terkesan lamban dan tidak professional dalam menangani setiap laporan atau pengaduan dari masyarakat baik secara lisan maupun tulisan yang hingga saat tidak mendapat tangggapan atau realisasi.

     Disinyalir ada upaya pengalihan pekerjaan dari yang seharusnya dikerjakan yang dinilai kontra produktif malah ada kesan saling lempar tanggung jawab atara dinas PU  dengan pihak kecamatan yang menangani dana musrembang, jika demikian apa alasannya sampai belum direasisasikan, pinta warga.  

      Dari laporan warga bukkan mata kampung Tamalabba Kelurahan Paccerakang Komp. Mangga Tiga Kec. Biringkanaya mengaku sudah berjalan empat tahun perihal surat permintaan paving blok dan perbaikan drenase jalang lingkungan tidak di pedulikan meskipun sudah mendapat disposisi dari Wakil Walikota Makassar Dr. H. Samsu Rizal  dari tahun 2013.



       
     Jalan poros berua paccerakang yang tadinya dikenal sangat rawang terjadinya kecelakaan lalu lintas namun saat ini kita patut mengapresiasi pemerintah dibawah kepemimpinan bapak Walikota Ir. Moh. Ramdany Pomanto telah melakukan terobosan baru berupa perbaikan jalan meskipun penanganan pekerjaan drenasenya masih belum maksimal karena masih menimbulkan kemacetan karena penumpukan sedimen.

DINAS PU DINILAI PELIHARA “PREMAN”

      Muncul Stigma dan prisiden buruk bagi instansi Dinas PU Kota Makassar di bawah kepemimpinan Ir. Muh. Ansar, M.Si selaku Kepala Dinas PU Kota Makassar bahwa instansi di bekingi sejumlah oknum security yang bertingkah seperti preman dan di duga sengaja ditugaskan dipintu masuk untuk menghalau atau mengimintimidasi sejumlah wartawan yang hendak melakukan peliputan baik itu harian maupun media mingguan. Dari laporan yang kami terima dari wartawan mingguan insial (A/T) sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh oknum security tersebut yang dianggap over convident namun demikian meskipun di perketat dengan penjagaan tenaga security namun tetap saja kecolongan maling dilembaga GADIS ( gabungan dinas-dinas ) lantas apakah ini dinilai produktif atau hanya sekedar pemborosan anggaran. Jika demikian halnya lalu bagaimana dengan UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP)  No 14 Tahun 2008 dan UU Pokok Pers No 44 Tahun 1999.






Friday, September 8, 2017

Komandan Lanud Hasanuddin Apresiasi & Kenalkan Jenis Pesawat Jufiter Acrobatic Ke Murid SDIT Bombang Talluna Bira



MAKASAR,.Rombongan Siswa Sekolah Dasar SDIT Bombang Talluna Bira berkunjung ke Markas Lanud Sultan Hasanuddin Makassar untuk melihat lansung sekaligus mengenalkan kepada siswa jenis Pesawat Jupiters Acrobatic , yang diperagakan belum lama ini pada acara pembukaan Makassar International Eight Festival and Forum (F8) pada Rabu, 6 September 2017 di Anjungan Pantai Losari, Makassar. 

Kunjungan di Lanud Hasanuddin Makassar, Kamis (8 September 2017) itu lansung dipimping oleh Kepala Sekolah Hj. Juminah, S.Pd dan Ketua Yayasan H. Ahmad Yani Dg. Sigi, SHI serta Ketua Dewan Pembina Amran Allobaji Tetta Sau, SH.

Kedatangan murid SDIT Bombang Taluna Bira disambut baik dan mendapat apresiasi oleh Komandan Lanud Hasanuddin beserta jajarannya, yang dirangkaikan dengan foto bersama Komandan Lanud Hasanuddin, Marsma TNI Bowo Budiarto, S.E beserta team.

Menurut Amran Allobaji kedatangan siswa tersebut tujuannya untuk mencetak sekaligus menumbuhkan semangat anak bangsa untuk mencintai teknologi yang dimiliki Angkatan Udara Lanud Hasanuddin.

Hal senada juga disampaikan oleh Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Marsma TNI Bowo Budiarto, S.E. Hadirnya The Jupiters dengan pesawat KT-1B Wong Bee di Makassar sebagai ajang bagi siswa untuk menambah wawasan, pengetahuan serta meningkatkan minat kedirgantaraan.





Saturday, September 2, 2017

Mapolda Sulsel Qurban 299 Ekor Sapi Peduli Kaum Dhuafa dan Fakir Miskin

Umat Islam di seluruh penjuru dunia serentak menunaikan shalat idul adha yang jatuh pada hari jumat 1 dzulhijjah  1438 hijriah yang dirangkaikan dengan penyembelihan hewan qurban.

Penyembelihan hewan kali ini agak mengalami penurunan disbanding tahun lalu hal ini disebabkan minimnya tingkat partisipasi masyarakat yang secara tiba-tiba mengalihkan hewan qurbannya ketempat lain, kemungkinan lainnya telah memasuki masa pensiunan dini bagi pegawai aparatur Negara baik itu dikalangan PNS BUMN maupun yang non BUNM.

Namun demikian hal tersebut tidak dapat dijendrealisir buktinya di institusi jajaran kepolisian Mapolda Sulsel jumlah pemotongan hewan sapi qurban mengalami peningkatan yang cukup signifikan disbanding tahun kemarin.

Hal diungkapkan AKBP Aidin Fitri Syah, SH, MH sebagai Wadir Binmas bahwa jumlah pemotongan hewan qurban tahun ini bertambah 16 ekor sapi, dari 299 ekor total jumlah hewan qurban yang disembelih yang tersebar diseluruh jajaran instansi kepolisian, sementara di Mapolda Sulsel sendiri ada sekitar 27 hewan qurban yang disembelih.

Sementara itu suasana shalat id dilapangan halaman Mapolda Sulsel berjalan lancar dan dipadati masyarakat yang sangat antusias hingga menutup ruas jalan didepan, dikarenakan animo dan kepercayaan masyarakat yang begitu tinggi dan respek terhadap pelayanan institusi kepolisian.

Hadir bapak Kapolda Sulsel, Irjend Pol. Drs. Muktiono. SH. MH yang memberikan kata sambutan sekaligus membuka acara tersebut, dimana dalam sambutanya ia berpesan supaya dalam berqurban yakni yang paling penting “diawali dengan nawaitu atau niat yang ikhlas”. Sedangkan yang bertindak sebagai khatib yakni habib husein al khadafi dari Jakarta sementara imam shalat id Ust. Mahmud Serang (Iman Masjid Syuhada 45).

Penyerahan hewan qurban secara simbolik sekaligus pemotongan sapi pertama dilakukan pukul 08.00 wita oleh bapak Kapolda Sulsel Irjend Pol. Drs. Muktiono. SH. MH dan disaksikan oleh seluruh jajaran kepolisian, untuk kemudian disalurkan menjadi 3 bagian yakni 1/3 untuk sipemilik qurban, 1/3 untuk kaum dhuafa, anak yatim dan panti asuhan, dan 1/3 lagi hadiah diberikan kepada tetangga, anggota-anggota polda termasuk PNS dan PHL.

                                              

Untuk itu melalui moment hari raya idul qurban ini dirinya berharap masyarakat yang tidak mampu bisa menikmatinya.Ungkap Wadir Binmas

Ditempat terpisah Kompol. Amran Allobaji, SH saat ditemui media diruang kerjanya ia berharap semoga perayaan hari raya qurban kedepannya tingkat partisipasi semaking meningkat dan tepat sasaran.ujarnya

Tuesday, August 29, 2017

Pemangku Adat Karaeng Loe Ri Bira : Apresiasi Pemerintah Mau Lestarikan Budaya Adat dan Menjadi Aikon Pariwisata


Dalam rangka semarak dirgahayu RI ke 72 Keluarga Besar Karaeng Loe Ri Bira bersama masyarakat menyambut dengan penuh antusias melalui pesta rakyat yang digelar malam tadi sebagai bentuk manifestasi dalam mensyukuri hari kemerdekaan dan sekaligus memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pemerintah setempat yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut. 

Menurut H. Syamsuddin Ketua Panpel sangat mengapresiasi apa yang dilakukan pemerintah setempat atas perhatianya untuk mau memajukan dan melestarikan budaya adat masyarakat Karaeng Loe Ri Bira sekaligus bisa menjadi aikon pariwisata melalui kearifan lokal

Sebagai sponsor utama kegiatan ini kami tentunya berharap kepada bapak Walikota Makassar untuk dapat mengembangkan dan melestarikan budaya adat di Bira. 

Terkhusus selaku penasehat adat Karaeng Loe RI Bira Amran Allobaji, SH. Ia juga tak lupa mengucapkan terima kasihnya sebagai tokoh sentra muda generasi pelanjut Karaeng Loe Ri Bira yang telah banyak berkontribusi atas terlaksananya dan suksesnya dalam setiap moment acara yang digelar. Ungkap H. Syamsuddin Ketua Panitia Pelaksana.

Acara pesta rakyak ini selain dihadiri beberapa pemamgku adat keluarga besar karaeng loe juga dihadiri pejabat dari unsur muspidah pemkot Makassar antara lain camat tamalanrea dan lurah bira.

Dimana acara ini berlangsung meriah karena dirangkaikan dengan acara sambutan adat mappangaru dan tarian madupa serta dihibur dengan pentas mapparaga serta beberapa tarian kreasi asal maumere serta dirangkaikan penyerahan hadiah lomba yang diserahkan langsung melalui camat tamalanrea dan lurah bira beserta pemangkut adat Karangloe Ri Bira yang turut menyerahkan hadiah.


Pemangku adat karaeng loe Ri Bira Krg.H.Maro beserta isterinya menobatkan dengan memberi gelar Karaeng Ngai dan menyerahkan tasbih yang berukuran besar yang merupakan warisan peninggalan pusaka leluhur Karaeng loe Ri Bira kepada ibu walikota Makassar, Indira Yusup Ramdhan Pomanto sebagai benda pusaka yang diyakini membawah keberkahan tersendiri. 

Dalam sambutanya Indira Yusup Ramdhan Pomanto ketua pengerak PKK Kota Makassar mengunkapkan perasaan harunya ketika dinobatkan dengan diberi gelar Karaeng Ngai oleh pemangku adat Karaeng loe Ri Bira merupakan suatu penghargaan atau penghormatan bagi saya dalam rangka memperingati hari dirgahyu ke 72, ungkapnya.

Ia juga meminta kepada masyarakat terkhusus keluarga besar Karaeng loe Ri Bira agar bisa berpartisipasi aktif mendukung program pemerintah menuju kota dunia dua kali tambah baik dengan taek line ”jangan biarkan Makassar mundur lagi” sebagai bukti kita telah banyak mengukir prestasi dan akan kita sempurnakan lagi insyaallah, tutur

Ia juga menambahkan keberhasilan yang telah dicapai saat ini tidak terlepas dari partisipasi dan kontribusi masyarakat, untuk itu saya tetap memohon bantuan, doa dan dukungan agar dapat membawah berkah untuk kota makassar dan anak cucuk kita sebagai penerus bangsa. dengan mendapatkan adipura tiga kali berturut-turut, belum lagi penhargaan yang akan nantinya diterima berupa adipura tingkat asean yang akan diterima dibrunai Darussalam dalam waktu dekat.terangnya. 


Menurut Amran Allobaji, SH yang merupakan penasehat BTR sekaligus tokoh masyarakat mengatakan bahwa Karaeng Loe Ri Bira memiliki historis tersendiri sebagai sebuah kerajaan yang pernah mempertahankan syiar Islam sekaligus dari penjajahan belanda salah satunya peninggalan benda pusaka leluhur berupa tasbih dan beberapa benda pusaka lainnya yang merupakan kebanggan masyarakat. (red/forwi)

Sunday, March 1, 2015

Spirit Baru & Masa Depan Makassar


Mohammad Ramdhan Pomanto atau yang lebih populer dengan Danny pomanto. Ya inilah Sosok figur Danny Pomanto dalam perjalanannya memimpin kota Makassar menyimpang segudang maha karya ibarat lokomotif yang terus bergerak serta memberikan nuansa spirit baru untuk masa depan makassar. Ia di kenal typical sosok pemimpin yang sederhana, cerdas dan religius.

Dalam peluncuran bedah bukunya yang bertajuk "Masa DPpan Makassar" di kediaamanya jalan Amirullah 

Danny pomanto mengatakan buku ini merupakan sejarah perjalanan yang dibukukan dengan sejumlah tulisan kritis. Tanpa tulisan maka sejarah itu tidak akan pernah ada.

"saya ingin membangun Makassar, saya ingin belajar, dan membangun perencanaan lebih matang pendekatan budaya sudah saya bangun, meskipun kritikan terus mengalir, ujar danny pomanto yang beranjak usia 51 tahun.

Prestasi Danny pomanto memang cukup membanggakan dirinya ikut terlibat dalam pembangunan berbagai mega proyek di Makassar bersama Wali kota saat itu dijabat oleh ilham arief sirajuddin.

Belum cukup setahun memimpin kota Makassar berbagai program Maha karya yang diciptakannya mendapat reward dan respon positif dari berbagai kalangan birokrasi, politisi, praktisi, akademisi, OKP dan tokoh masyarakat.

Namanya pun kian mencuat apalagi pria yang lebih dikenal sebagai seorang arsitektur sangat piawai dan mengerti betul cara mendesain kota makassar menuju kota dunia dengan kearifan budaya lokalnya tanpa mengurangi sedikitpun karakteristik kultur yang ada.
    
Pria kalahiran Makassar - 30 januari 1964, "Menjadikan Makassar menjadi dua kali tambah baik sudah menjadi tekad dari danny pomanto dan Wakilnya. Salah satu yang akan diwujudkannya adalah menciptakan Makassar menjadi smart city".

Setelah dirinya dilantik menjadi Walikota, sejam kemudian dirinya bersama Chief Executif Microsoft kemudian menandatangani nota kesepahaman (MoU) dalam membangun dan mengintegrasikan Makassar dengan daerah lainnya dalam bentuk "Smart City".

 Bahkan belum empat bulan memimpin, dia dengan tegas menyatakan jika penerapan konsep Smart City di kota ini telah menunjukkan kemajuan yang begitu pesat dan disebut selangkah lebih maju dari Kota lain yang juga menerapkan konsep yang sama.

Ia juga memperlihatkan Makassar Smart Card yang bisa dipakai untuk kepentingan pengurusan pemerintahan dan alat pembayaran berbagai keperluan.

"Makassar ini sudah menerapkan Smart City, sistem memantau kemacetan, sistem pembayaran parkir, kantin sekolah, itu sudah on the track semua. Kita sudah punya semua itu," tambah Danny.

Walikota Makassar dan Wakil Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto dan Syamsul Rizal MI, berjanji akan mewujudkan program 8 Jalan Masa Depan sesuai visi-misi yang disampaikan saat kampanye dulu. Untuk mewujudkan hal tersebut, yang dilakukan pertama kali adalah membangun image kota, dengan membuat slogan-slogan yang bisa membuat orang tertarik berkunjung ke Makassar. Adapun Slogan yang diusung diantaranya I Love Makassar Sombere’ dan Smart City.

I Love Makassar Sombere dimaksudkan guna mewujudkan kota yang ramah dan aman, menurut Danny, dapat dilakukan dengan dua hal, yaitu pendekatan hukum dan sosial.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengklaim jika program "Smart City" yang diterapkannya di kota ini lebih maju dari kota-kota lainnya seperti Bandung.

 "Gagasan Smart City ini sudah saya paparkan beberapa waktu lalu saat World City Summit di hadapan para wali kota dunia dan saat itu saya masih menjadi konsultan tata ruang wali kota sebelumnya," jelasnya saat didatangi sejumlah mahasiswa asal Universitasi Osaka, Jepang di Makassar, Jumat.

 Ia mengatakan, penerapan "Smart City" telah menjadi kebutuhan mendesak bagi pemerintah kota-kota terkemuka di Indonesia terutama dalam memaksimalkan pelayanan dan mempermudah segala urusan masyarakat.


BIODATA :

Nama Lengkap               : Ir. H. Mohammad Ramdhan Pomanto  
Nama Panggilan              : Danny Pomanto
Tempat / Tanggal Lahir    : Makassar, 30 Januari 1964
Nama Ayah                    : Alm. Buluku Pomanto (Ajunu)
Nama Ibu                       : Almh. Aisyah Abd. Razak (Sumi)
Isteri                               : Indira Jusuf Ismail
Anak                              : Aura Aulia Imandara
                                        Amirra Aulia Noor Imani
                                       Arrayya Aulia Izzanaira
Saudara                         : Tria Ratna Huswiny (Inggris)
                                       Adolf Hidayat (Jakarta)
                                       Norawatny (Bandung)
Pekerjaan                      : - Dosen Arsitektur UNHAS-Makassar
                                       - Arsitek Profesional
Hobby                           : Olah Raga, Travelling









Arsip Berita

 

Copyright Forum Wartawan Indonesia / Email: forwisulsel@yahoo.com