Berita Terkini :
SALAM REDAKSI ,  WELCOME  |   sign in   |   Gueet Book   |   Kontak Kami



Harap tunggu :D
Sponsored By :FORWI.

Healine News

DeaMedia SKU Forum Wartawan Indonesia

Headline News Caver Depan
forwinews.blogspot.com




Email

forwisulsel@yahoo.com

Visitor

Berita Dari Sulsel

Berita Dari Sultra

Berita Dari Sulbar

Kawasan Link Media

Friday, January 6, 2012

Kredibilitas Polres Mamuju dinilai Sangat Lemah

FORWI MENGUTUK KERAS DISKRIMINASI TERHADAP PERS
Makassar,Suatu hal yang tentu sangat disayangkan apa bila ada oknum setingkat Polres seperti yang terjadi di Kabupaten Mamuju yang telah melakukan penghinaan atau “premanisme” terhadap para buruh tinta (jurnalis),kredibilitas Polrespun dipertanyakan seperti yang telah dilakukan salah satu oknum berpangkat Ajun Komisaris Polisi selaku Kasatreskrim belakangan diketahui bernama Muh.Erwin telah melakukan Diskriminasi secara arogansi terhadap tiga orang wartawan lokal dan nasional seperti Bahar dari media nasional Publikasi,Muhammad dari media Majalah -
Citizen,Irwan dari Media Majalah Sukses Indonesia,dengan kata-kata kasar saat dikonfirmasi.
Dalam kronologisnya ketiga wartawan saat melakukan liputan di Kabupaten Mamuju menghadiri acara pelantikan Gubernur Provinsi Sulawesi Barat,menyinggahi kantor Polres Mamuju guna mengetahui perkembangan penanganan kasus-kasus yang masuk diPolres yang diduga tidak tertangani secara Profesional,Kasat Reskrim yang ditemui oleh ketiga wartawan tersebut tanpa alasan yang jelas tiba-tiba mendapatkan perlakuan yang tidak wajar secara arogansi dengan meremehkan bahkan dengan kata-kata kasar tak beretika ‘’eh..berita apa kau cari,ah..berita apa,ah..berita korupsi saya juga ini anak wartawan ? oee…bos saya tahuji maksudmu datang kemari banyakji media harian saya layani disini ? disini bukan gudang uang sambil menunjuk-nunjuk kearah muka para wartawan ‘’ layaknya bukan seorang Aparat Kepolisian pada hal selaku Aparat memiliki tugas dan kewajiban memberi pelayanan terhadap masyarakat dan bertugas menegakkan hukum,bukan melanggar hukum yang dapat bertentangan dengan undang-undang Hak Asasi Manusia,saat ketiga wartawan yang menjadi korban saat itu.
Menyikapi hal tersebut Forum Wartawan Indonesia Sulawesi Selatan angkat bicara melalui ketua umumnya M.Subhan mengatakan sangat menyesalkan dan mengutuk keras tindakan Kasat Reskrim Akp.Muh.Erwin terhadap ketiga wartawan tersebut dimana telah melakukan arogansi,diskriminasi,pelecehan dan penghinaan terhadap jurnalis,kendati penanganan proses hukum kasus kekerasan terhadap pers lamban dari Kepolisian bukan berarti Polisi harus menjadi pelaku intimidasi langsung bahkan dengan pangkat Kasat Reskrim terhadap Pers ini jelas merusak citra dan kredibilitas kepolisian jika tidak mendapat tindak lanjut jelasnya.
Kejadian seperti ini merupakan hal yang menambah penilaian buruk tentang kinerja kepolisian bahkan telah menyentuh kredibilitasnya selaku pengayom masyarakat,yang bersangkutan Muh.Erwin belum dapat dikonfirmasi lebih lanjut sementara Kapolda Drs.H.Jony Wainal Usman,MM yang diminta tanggapannya oleh para wartawan disela-sela acara jumpa pers dalam rangka akhir Tahun 2011 dan menyambut tahun baru 2012 mengatakan Pihak Polda akan mempelajari terlebih dahulu kasusnya.(ZUL 007)

Refleksi di Akhir Tahun

POLDA SULSELBAR BERI INFORMASI  LAPORAN KEMASYARAKAT

Gb : Kapolda SulSelBar
Inspektur  Jendral  Polisi Drs.H.Jonny Wainal Usman,MM
bersama Koordinator peliputan media Amunisi sulselbar
saat jumpa pers.
Makassar,Setiap menjelang akhir tahun Polda SulSelBar melaksanakan refleksi atas pelaksanaan tugas Polri,ini merupakan media dalam rencana susunan kerja Polri untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai situasi Kantibmas maupun hasil kinerja Polri khususnya diwilayah jajaran Polda SulSelBar secara umum selama tahun 2011,yang dilaksanakan dikantor Polrestabes Makassar baru-baru ini.
     Dalam acara jumpa pers Kapolda SulSelBar Inspektur Jendral Polisi Drs.H.Johni Wainal Usman,MM memaparkan informasi yang meliputi enam hal pokok diantaranya dalam hal Aspek pembinaan,Aspek operasional,Operasi Kepolisian yang dilaksanakan Polri tahun 2011,Prediksi dan antisipasi perkembangan Kantibmas tahun 2012,Kebijakan dan strategi Polda SulSelBar tahun 2012,serta Harapan dan himbauan.
     Untuk aspek pembinaan meliputi Reformasi Birokrasi Polri  Polda SulSelBar telah melaksanakan secara Struktural berdasarkan Perkab no.22 dan 23 tahun 2010 menuju pelayanan prima pada masyarakat sampai komunitas terkecil melalui Forum kegiatan Polisi dan masyarakat yang telah diimplementasikan mencakup program penataan dan penguatan organisasi,penataan tata laksana,penataan peraturan perundang-undangan,peningkatan kualitas pelayanan publik,penataan sistem manajemen SDM aparatur,transformasi budaya atau perubahan,penguatan pengawasan,penguatan akuntabilitas,monitoring dan evaluasi, selain itu Reformasi Birokrasi menyangkut Personil,anggaran Polda SulSelbar (untuk tahun 2010 : Rp.1.023.675.346.000,tahun 2011 : Rp.1.097.045.742.000,tahun 2012 : Rp.1.251.476.798.000 dimana mayoritas untuk belanja pegawai) dan pengawasan (pada tahun 2011 terkait pelanggaran disiplin 765 orang).
    Untuk aspek operasional meliputi kasus Kriminalitas dimana jumlah tindak pidana naik 1.644 kasus atau 8,53 % (tahun 2010 : 19.276 kasus,tahun 2011 : 20.920 kasus),penyelesaian tindak pidana naik 287 kasus (tahun 2010 : 11.208 kasus,tahun 2011 : 11.495 kasus),presentase penyelesaian tindak pidana turun 3,19 % (tahun 2010 : 58,14 %,tahun 2011 : 54,95 %),Crime clok atau selang waktu terjadinya tindak pidana lebih cepat 1 menit 46 detik (tahun 2010 : 27 menit 16 detik,tahun 2011 : 25 menit 7 detik),Crime rate atau penduduk terkena tindak pidana lebih banyak 18 orang (tahun 2010 : 209 orang,tahun 2011 : 227 orang),Tindak pidana menonjol (crime indeks) naik 306 kasus atau 6,22 % (tahun 2010 : 4.920 kasus,tahun 2011 5.226 kasus),penyelesaian tindak pidana menonjol (crime indeks) turun 11,28 % (tahun 2010 : 2,504 kasus,tahun 2011 : 2.070 kasus),sementara anatomi tindak pidana menonjol dari segi tempat kejadian dalam rumah,kapal,gudang 1122 kali,tempat keramaian 826 kali,halaman rumah gedung 570 kali,dalam kota 125 kali,kantor 126 kali,lain-lain 1705 kali,untuk jam kejadian 00.00-06.00 (1679 kali),06.00-12.00 (475 kali),12.00-18.00 (895 kali),18.00-24.00 (1927 kali),dari segi profesi pelaku terdiri dari pengangguran 785 orang,revedivis 132 orang,pelajar dan mahasiswa 164 orang wiraswasta 132 orang,buruh tani 84 orang,dari pendidikan pelaku SD 615 orang,SMP 409 orang,SMA 333 orang,PT 87 orang,serta umur para pelaku 21 keatas 778 orang,17 s/d 20 tahun 341 orang,9 s/d 16 tahun 7 orang.
     untuk aspek kasus Narkotika tindak Pidana Narkotika naik 142 kasus atau 30,87 % (tahun 2010 : 460 kasus,tahun 2011 : 602 kasus),penyelasaian kasus Narkotika naik 67 kasus atau 13,99 % (tahun 2010 : 479 kasus,tahun 2011 546 kasus),sementara anatomi tindak pidana Narkotika tahun 2011 dari segi pekerjaan untuk pengangguran 231 orang,swasta 202 orang,pelajar mahasiswa 35 orang,PNS 28 orang,POLRI 9 orang,umur pelaku 15 s/d 30 tahun 47 orang,30 tahun keatas 407 orang,pendidikan pelaku SD 245 orang,SMP 224 orang,SLTA 354 orang,PT 41 orang,jenis barang bukti Extasi 127 butir,Shabu 8.271 gram,ganja 36 gram.
    Untuk aspek kasus menonjol yang menjadi perioritas pengungkapan pada tahun  2011 terdiri dari kasus tindak pidana penggelapan yang dilakukan oleh karyawan PT.Pos Indonesia an.Syamsul Alam dikota pare-pare (berkas sudah tahap II atau pengiriman tersangka dan barang bukti atau pelimpahan ke Jaksa Penuntut Umum),kasus tindak pidana penipuan Via Internet di Makassar (berkas perkara sudah tahap II atau pelimpahan ke JPU),tindak pidana pemalsuan uang dikabupaten Polman (berkas perkara sudah pada tahap II atau pelimpahan ke JPU)kasus tindak pidana penculikan dan perkosaan terhadap 4 orang anak dibawah umur dikabupaten Bantaeng (berkas perkara sudah pada tahap II atau pelimpahan ke JPU),kasus tindak pidana pembunuhan dengan cara mutilasi dikota Pare-Pare Vonis hukuman mati,kasus tindak pidana pembakaran rumah yang mengakibatkan 1 orang meninggal dunia di kabupaten  Soppeng (berkas perkara sudah pada tahap II atau pelimpahan ke JPU),kasus tindak pidana perbankandikota Makassar (sudah pada tahap II atau pelimpahan ke JPU),pelaksanaan eksekusi kampus Universitas Al Syariah Mandar korban meninggal dunia 1 orang dosen an.sofyan S.KOM (berkas perkara sudah pada tahap II atau pelimpahan ke JPU),kasus tindak pidana korupsi pembangunan jaringan irigasi Tombolo dikabupaten Pangkep (proses sidik menunggu hasil audit BPKP),kasus Ilegal loging an.H.Kaddas dikabupaten luwu timur proses sidik,(kasus runtuhnya tembok pagar The Mutiara kecamatan Panakukang makassar proses sidik,kasus runtuhnya jembatan dikabupaten Pinrang masih dalam proses.
     Untuk aspek Kamseltibmas lantas kecelakaan lalu lintas tahun 2011 naik 1.654 kasus atau 87,19 % (tahun 2010 : 1.897 kasus,tahun 2011 : 3.551 kasus),penyelesaian kasus laka lantas naik 1.598 kasus (tahun 2010 : 1.342 kasus,tahun 2011  : 2.922 kasus),persentase penyelesaian kasus naik 12,5 % (tahun 2010 : 69,79 %,tahun 2011 82,29 %),korban meninggal dunia naik 121 orang atau 9,98 % (tahun 2010 : 1.213 orang ,tahun 2011 : 1.334 orang),korban luka berat naik 874 orang atau 144 % (tahun 2010 : 604 orang,tahun 2011 : 1.478 orang),korban luka ringan naik 1.566 orang atau 146 % (tahun 2010 : 1.066 orang,tahun 2011 : 2.632 orang),kerugian material naik Rp.3.952.386.000 (tahun 2010 : Rp.5.930.091.000,tahun 2011 : Rp.9.882.477.000),pelanggaran lalu lintas naik 8.315 kasus atau 10,71 % (tahun 2010 : 77.651 kasus ,tahun 2011 85.966 kasus),penyelesaian pelanggaran lalu lintas naik 8.068 kasus (tahun 2010 : 75.411 kasus,tahun 2011 : 83.479 kasus),persentase penyelesian pelanggaran lalu lintas naik 2,68 % (tahun 2010 : 94,43 %,tahun 2011 : 97,11 %),denda pelanggaran naik Rp.757.493.200 (tahun 2010 : Rp.1.739.540.400,tahun 2011 : Rp.2.497.033.600),.
     Untuk aspek unjuk rasa turun 222 kali (tahun 2010 :  1.377 kali,tahun 2011 : 1.155 kali),dan aspek bencana alam seperti gempa bumi turun 1 kali (tahun 2010 : 1 kali,tahun 2011 : Nihil),angin puting beliung naik 2 kali (tahun 2010 : 19 kali,tahun 2011 : 21 kali),banjir turun 5 kali (tahun 2010 :8 kali,tahun 2011 : 9 kali),laka laut naik 5 kasus (tahun 2010 : 8 kasus,tahun 2011 : 13 kasus),kebakaran naik 139 kasus (tahun 2010 : 135 kasus,tahun 2011 : 274 kasus).
    Adapun operasi kepolisian yang diselenggarakan tahun 2011 sebanyak 9 operasi kepolisian diantaranya Operasi kepolisian terpusat yaitu OPS ketupat Lipu 2011,OPS Zebra 2011,OPS lilin 2011,dan operasi kepolisian keWilayahan yaitu OPS Mantap Praja pengamanan pemilukada Bupati/wakil Bupati kabupaten majene Provinsi SulBar,OPS Mantap Praja 2011 pengamanan pemilukada gubernur provinsi SulBar,OPS jaringan Lipu 2011 sasaran kejahatan diwilayah perairan Provinsi SulBar hasil : 10 kasus pencurian ikan dan penyu serta pengebom an ikan dengan tersangka 17 orang dan BB 8 unit kapal motor,1 buah tabung gas,ikan 800 kg,8 detonator,9 sumbu pemicu,21 buah pukat,dan 34 ekor penyu,OPS Antik 2011 penaggulangan terhadap kejahatan penyalah gunaan narkotika ,psikotropika dan bahan berbahaya lainnya hasil : 12 kasus dengan tersangka 13 orang BB37 paket shabu-shabu,OPS Patuh 2011 hasil : laka lantas 80 kasus (maninggal dunia  : 21 orang,luka berat : 34 orang ,luka ringan : 66 orang )kerugian material Rp.63.202.500,pelanggaran : 7.939 kasus,OPS Pekat Lipu 2011 penaggulanganyang meresahkan masyarakat Hasil : 419 kasus tersangka 698 orang,BB uang tunai Rp.65.619.000,130 paket shabu,95 butir pil ekstacy,691 botol miras berbagai merk,3.581 liter Ballo,43 jerigen Ballo,3 unit mobil,4 unit sepeda motor,72 buah hp,37 unit lattop.
     Sementara Prediksi dan antisipasi perkembangan kantibmas tahun 2012,dangan pemekaran wilayah yang merupakan tindak lanjut dari otonomi daerah dimana diwilayah Provinsi sulawesi selatan telah muncul wacana tentang pemekaran wilayah kabupaten Bone dan kabupaten Luwu khususnya pro dan kontra yang dapat berimplikasi terjadi gangguan keamanan,pada tahun 2012 Polda SulSelBar akan menghadapi awal persiapan proses pemilukada Provinsi SulSel dan penyelengaraan pemilukada kabupaten Takalar dimana sebelumnya menimbulkan permasalahan karena kurang sosialisasi kepada masyarakat sehingga banyak warga yang tidak terakomodir hak politiknya,angka kejahatan masih cenderung tinggi menjadi tantangan Polri untuk melakukan upaya pencegahan dengan melibatkan Stakehholders dan penegak hukum yang tegas dan humanis untuk memberikan rasa aman terhadap masyarakat,menghambat atau menghentikan peredaran narkoba diwilayah SulSelBar yang nyata telah merambat keseluruh pelosok disertai rendahnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkotika,langkah-langkah antisipasi  dilakukan dengan mengoptimalkan segenap sumber daya internal dan eksternal Polri melakukan deteksi dini untuk menyentuh akar permasalahan mengutamakan tindakan Pre-emptif dan preventif,meraih selurh elemen komunitas masyarakat,perubahan iklim yang tidak menentu memerlukan kesiapan tiap warga terutama aparat.
     Kebijakan dan strategi Polda sulselbar sendiri menyikapi semua hal tersebut dengan melanjutkan sasaran prioritas tahun 2010 yang belum selesai sesuai rencana,melaksanakan penyelidikan,pengaanan,dan penggalangan dalam upaya peringatan dan deteksi dini,meningkatkan kehadiran petugas pada waktu dan lokasi rawan kejahatan dan pelanggaran ,penjagaan,pengawalan,dan patroli,meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan untuk mewujudkan polri yang bersih dan transparan dan akuntabel.
     Pada kesempatanya kapolda SulselBar Inspektur Jendaral Polisi Drs.H.Johny.Wainal.Usman,MM mengharapkan dan menghimbau masyarakat agar dapat menjalin kemitraan dengan Polri serta berpartisipasi aktif dalam pemeliharaan kantibmas serta penegakan hukum,hindari dan jauhkan minum-minuman keras,perjudian,serta kebiasaan membawa senjata tajam,dimana hal tersebut membahayakan diri sendiri dan orang lain tingkatkan disiplin berlalu lintas hindari kebut-kebutan maupun ugal –ugalan dijalan raya salurkan aspirasi dengan cara-cara etis tidak anarhis dan tetap menjunjung tinggi hak orang lain tingkatkan keamanan dilingkungan masing-masing hidupkan kembali PAM Swakarsa yang dapat mencegah timbulnya tindak kejahatan,jajaran Polda SulSelbar sendiri telah berupaya semaksimal mungkin dalam melakukan tugas pokoknya memberi perlindungan ,pengayoman dan pelayanan,harkamtibmas dan penegakan hukum ,sertta objektif dan konsekwen melakukan tindakan tegas kepada oknum-oknum Polri yang terbukti melakukan penyimpangan,untuk menghabdi sebagai polisi pelayan masyarakat pada era transparansi dan akuntabilitas  publik diharapkan semua pihak danwarga masyarakat dapat melakukan kerja sama dalam pengawasan atas kinerja Polri guna membangun Polri yang profesional ,bermoral,modern dan dipercaya serhingga dapat memenuhi tuntutan dan harapan masyarakat,oleh karena itu pada tahun 2012 kami akan berusaha semaksimal mungkin dan berusaha untuk dapat memberikan pengabdian yang terbaik kepada masyarakat.(ZUL 007).

Tuesday, January 3, 2012

SBY Seriusi Kereta di Kalimantan


FORKI - Kereta api pertama di Kalimantan tak lama lagi akan hadir. Pemerintah pusat terus mematangkan rencana pembangunan relnya. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah meminta, pembangunan rel yang menjadi bagian dari megaproyek MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) itu segera dirapikan rencana detilnya.

“Presiden meminta bulan depan kami rapikan dalam kaitan MP3EI," kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi. Presiden sempat memanggil Gamawan dan Teras Narang --gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) yang dulu pernah menentang keras rencana ini-- ke Kantor Presiden, Jumat (16/12) petang, untuk membahas rencana tersebut.
http://www.kaltimpost.co.id
Tahun 2007 lalu, empat gubernur se-Borneo pernah menandatangani kesepakatan tidak akan mengoneksikan rel kereta api antarprovinsi sebelum jaringannya terbangun secara terpisah di tiap provinsi.

Namun, pemerintah pusat jalan terus. “Bulan depan kami presentasikan lebih rinci. Perencanaannya, sumber pembiayaannya, dan waktu (pengerjaannya)," terang Gamawan.

Dalam pertemuan tersebut, kata dia, Gubernur Teras Narang sendiri sudah menjelaskan mengenai konsep pembangunan rel kereta api itu, termasuk mengenai kekhawatiran kerusakan hutan.

Di Kalteng, area pembangunan rel kereta api itu adalah Puruk Cahu sampai Bangkuang-Batanjung-Lupak. Jaraknya mencapai 400 kilometer dan menghubungkan lima kabupaten. Yakni Kabupaten Murung Raya, Kabupaten Barito Utara, Kabupaten Barito Selatan, Kabupaten Barito Timur dan Kabupaten Kapuas. Nah, direncanakan, rel tersebut akan beroperasi pada tahun 2015. Jika sukses, empat provinsi lain di Kalimantan (termasuk Kaltim, Kalsel, dan Kalbar) akan terhubung satu sama lain dengan rel tersebut.

Teras Narang menuturkan, saat ini terdapat empat calon leader peserta lelang dan sudah memasukkan usulannya. Antara lain berasal dari Tiongkok, Jepang, dan beberapa negara Eropa. Nilai proyeknya mencapai Rp 26 triliun untuk 185 kilometer.

“Batasan Puruk Cahu nanti masuk fase pertama. Nanti fase kedua Bangkuang ke Kapuas,” katanya. Pembanguannya diperkirakan memakan waktu 2 hingga 2,5 tahun. "Groundbreaking-nya saya perkirakan nanti sekitar 2014-lah, pertengahan," imbuhnya.

Seperti diketahui, pembangunan rel kereta api ini akan mendampingi rel kereta api yang dibangun oleh Rhas Al Khaima dari Uni Emirat Arab dan Nalco India. Rel kereta Kalteng-Kaltim digunakan untuk mempermudah distribusi batu bara di Kalimantan dari wilayah Barito ke Sungai Mahakam yang lebih pendek 25 kilometer.

Diketahui pula, yang akan "menumpang" di kereta di atas rel itu adalah batu bara termal maupun pembuat kokas (cooking coal) yang sangat berkualitas dari Kalteng. Di Indonesia, batu bara jenis kokas memang hanya ada di Kalteng dan Kaltim. Harganya hampir dua kali lipat dari harga batu bara termal.

TERKENDALA IZIN HUTAN

Di Kaltim, investor Rusia di bawah bendera Kalimantan Railways beberapa waktu lalu sudah menemui Gubernur Awang Faroek Ishak, untuk membahas persiapan pembangunan rel kereta api. Hanya, mirip dengan proyek jalan tol Balikpapan-Samarinda rencana ini punya kendala klasik: izin penggunaan hutan lindung. Dari pemetaan sementara, konsesi beberapa perusahaan tambang, bahkan areal hutan lindung, masuk jalur rel yang akan dilewati.

Investor asal Rusia itu berencana membangun rel yang mengoneksikan Kaltim dengan Kalteng. Rel yang akan dibangun di Kaltim sepanjang 160 kilometer dan sisanya 90 kilometer di Kalteng dengan nilai investasi mencapai Rp 21 triliun. Di Kaltim jalur dimulai dari Kutai Barat tembus ke Balikpapan.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa pencanangan (groundbreaking) MP3EI 2011 telah mencapai Rp461,6 triliun. Nilai tersebut terdiri atas 91 proyek kegiatan ekonomi utama dan infrastruktur.

Sedangkan untuk pencanangan proyek pada Januari hingga Desember 2012 diperkirakan mencapai Rp359,1 triliun yang terdiri atas 73 proyek utama. “Dengan demikian maka kita sepanjang satu tahun akan mencapai angka lebih dari Rp 1.000 triliun plus proyek-proyek infrastruktur APBN,” ujar Hatta.

Sedangkan pada 2013 dan 2014, pemerintah diharapkan dapat menyiapkan anggaran untuk belanja infrastruktur sekitar Rp300 triliun.

Sehingga secara keseluruhan, anggaran untuk pembangunan infrastruktur selama 2011 hingga 2014 hanya sebesar Rp363,5 triliun dan untuk itu peran BUMN serta swasta harus terus didorong dalam program MP3EI.

Menurut Hatta, pemerintah akan mengidentifikasi dan mempercepat pembangunan proyek utama dalam setiap enam koridor utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Misalkan di Sumatra diperlukan ‘high great trans sumatera highway’ sehingga mempercepat lagi pertumbuhan ekonomi. Di Kalimantan kita memerlukan adanya penyelesaian jalan-jalan di perbatasan Trans Kalimantan, juga kereta api, dan sebagainya,” tandas Hatta.(fal/jpnn/zal)

Legislator Parepare Usul Pejabat Dimutasi

Abd. Rahman Saleh
Forwi Sulsel,  Anggota komisi III DPRD Parepare, Abd Rahman Saleh, menyarankan pelaksana tugas Wali Kota Parepare Sjamsu Alam agar menindak tegas para pejabatnya yang mangkir dari agenda RAPBD 2012 Pemkot Parepare.

Legislator PKS Parepare mengatakan hal tersebut karena banyaknya para pejabat pemkot yang dikabarkan keluar daerah atau tidak berada di Kota Parepare di saat pembahasan RAPBD masih berlangsung. Padahal, para pejabat pemkot sudah diminta Sjamsu Alam agar tidak keluar kota selama pembahasan masih berlangsung.

"Kalau begini terus, kira kira bagaimana kondisi Parepare di masa mendatang. Para pejabat sudah tak peduli lagi dengan atasannya," kata Rahman Saleh, saat dikonfirmasi via telepon selularnya, Senin (12/1).

Karena itu, Rahman Saleh mengusulkan agar Wakil Wali Kota Sjamsu Alam segera memutasi pejabat yang dianggap indisipliner tersebut dengan pejabat yang siap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.(*)

Monday, January 2, 2012

Sejarah Majalah


Majalah adalah terbitan yg berisi berbagai liputan jurnalistik dan pandangan tentang topik aktual pembaca. Penerbitan majalah dibedakan atas mingguan, tengah bulanan, bulanan, atau bahkan tahunan. Menurut isinya, majalah dibedakan atas majalah berita, wanita, remaja, olahraga, sastra, ilmu pengetahuan tertentu, dan sebagainya.

Saat ini, penerbitan majalah konvensional (majalah cetak) mulai menghadapi masa sulit akibat meluasnya penggunaan internet. Bagaimanapun, selama bertahun-tahun majalah telah menghadirkan informasi yang berharga dan hiburan kepada para pembacanya. Berikut dapat kita lihat sejarah majalah dalam kemunculannya.

Majalah Berbahasa Inggris Pertama
Majalah berbahasa Inggris pertama adalah The Review, yang diterbitkan di London pada 1704 oleh sastrawan terkemuka Daniel Defoe. The Review berbentuk antara majalah dan surat kabar dan terbit tiga kali dalam seminggu. Selain menjadi pemilik, Defoe juga bertindak sebagai penerbit, editor, serta sekaligus sebagai penulis The Review.

Kemunculan Majalah di Amerika Serikat
Selanjutnya, majalah juga mulai muncul di Amerika. Pada 1740 Benjamin Franklin memelopori penerbitan majalah di Amerika dengan menerbitkan General Magazine dan Historical Chronicle.

Pada 1790, Richard Steele, seorang penulis dan politisi Irlandia, membuat The Tatler. Namun, ia lebih terkenal sebagai pendiri The Spectator bersama Joseph Addison. Isi majalah The Spectator sangat beragam, mulai dari masalah politik, berita internasional, tulisan tentang moralitas, hingga berita hiburan tentang teater dan gosip.

Edisi pertama majalah National Geographic muncul pada Oktober 1888. Majalah ini berisi artikel tentang geografi, ilmu pengetahuan populer, sejarah dunia, budaya, peristiwa terkini, serta foto-foto berbagai tempat dan objek di seluruh dunia dan alam semesta. National Geographic saat ini diterbitkan di berbagai negara dalam 32 bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Sirkulasinya mencapai sembilan juta eksemplar per bulan. Sementara pembacanya mencapai lima puluh juta orang.

Dari markas mereka di Chappaqua, New York, Amerika Serikat, sepasang suami istri, Lila Bell Wallace and DeWitt Wallace, menerbitkan majalah bulanan untuk umum bernama Reader’s Digest pada 1922.

Selama bertahun-tahun, Reader’s Digest menjadi majalah paling laris di Amerika Serikat. Baru pada 2009, tahtanya direbut Better Homes and Gardens. Saat ini sirkulasi Reader’s Digest di seluruh dunia mencapai 17 juta eksemplar. Reader’s Digest dibaca oleh 40 juta orang di 70 negara, dalam 50 edisi dan 21 bahasa, termasuk bahasa Indonesia.

Tahun berikutnya, tepatnya pada 3 Maret 1923, Briton Hadden and Henry Luce menerbitkan Time, majalah berita mingguan pertama di Amerika Serikat. Satu dekade kemudian, muncul majalah berita mingguan lain yang tidak kalah populer, yaitu Newsweek.

Hugh Hefner  menerbitkan majalah Playboy pada 1953. Foto Marilyn Monroe menghiasi sampul edisi perdana majalah bagi pria dewasa tersebut. Playboy mencapai puncak masa kejayaannya pada 1970-an. Saat itu sirkulasinya mencapai enam juta eksemplar.

Perkembangan Terkini
Biaya produksi majalah banyak terserap untuk kertas, pengiriman, dan sirkulasi. Untuk menghemat biaya, saat ini banyak majalah yang sebagian atau seluruhnya terbit secara online.

Menyikapi Tahun baru

Diantara kebiasaan orang dalam memasuki tahun baru di berbagai belahan dunia adalah dengan merayakannya, seperti begadang semalam suntuk, pesta kembang api, tiup terompet pada detik-detik memasuki tahun baru, wayang semalam suntuk bahkan tidak ketinggalan dan sudah mulai ngetrend di beberapa tempat diadakan dzikir berjama’ah menyongsong tahun baru. Sebenarnya bagaimana Islam memandang perayaan tahun baru?

Bolehkah Merayakannya?

Redaktur
Tahun baru tidak termasuk salah satu hari raya Islam sebagaimana ‘Idul Fitri, ‘Iedul Adha ataupun hari Jum’at. Bahkan hari tersebut tergolong rangkaian kegiatan hari raya orang-orang kafir yang tidak boleh diperingati oleh seorang muslim.

Suatu ketika seorang lelaki datang kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam untuk meminta fatwa karena ia telah bernadzar memotong hewan di Buwanah (nama sebuah tempat), maka Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam menanyakan kepadanya: “Apakah disana ada berhala sesembahan orang Jahiliyah?” Dia menjawab, “Tidak”. Beliau bertanya, “Apakah di sana tempat dirayakannya hari raya mereka?” Dia menjawab, “Tidak”. Maka Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Tunaikan nadzarmu, karena sesungguhnya tidak boleh melaksanakan nadzar dalam maksiat terhadap Allah dan dalam hal yang tidak dimiliki oleh anak Adam”. (Hadits Riwayat Abu Daud dengan sanad yang sesuai dengan syarat Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan terlarangnya menyembelih untuk Allah di tempat yang bertepatan dengan tempat yang digunakan untuk menyembelih kepada selain Allah, atau di tempat orang-orang kafir merayakan pesta atau hari raya. Sebab itu berarti mengikuti mereka dan menolong mereka di dalam mengagungkan syi’ar-syi’ar kekufuran. Perbuatan ini juga menyerupai perbuatan mereka dan menjadi sarana yang mengantarkan kepada syirik. Apalagi ikut merayakan hari raya mereka, maka di dalamnya terdapat wala’ (loyalitas) dan dukungan dalam menghidupkan syi’ar-syi’ar kekufuran. Akibat paling berbahaya yang timbul karena berwala’ terhadap orang kafir adalah tumbuhnya rasa cinta dan ikatan batin kepada orang-orang kafir sehingga dapat menghapuskan keimanan.

Keburukan yang Ditimbulkan

Seorang muslim yang ikut-ikutan merayakan tahun baru akan tertimpa banyak keburukan, diantaranya:

    Merupakan salah satu bentuk tasyabbuh (menyerupai) dengan orang-orang kafir yang telah dilarang oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam.
    Melakukan amal ketaatan seperti dzikir, membaca Al Qur’an, dan sebagainya yang dikhususkan menyambut malam tahun baru adalah pebuatan bid’ah yang menyesatkan.
    Ikhtilath (campur baur) antara pria dan wanita seperti yang kita lihat pada hampir seluruh perayaan malam tahun baru bahkan sampai terjerumus pada perbuatan zina, Na’udzubillahi min dzaalika…
    Pemborosan harta kaum muslimin, karena uang yang mereka keluarkan untuk merayakannya (membeli makanan, bagi-bagi kado, meniup terompet dan lain sebagainya) adalah sia-sia di sisi Allah subhanahu wa ta’ala. Serta masih banyak keburukan lainnya baik berupa kemaksiatan bahkan kesyirikan kepada Allah. Wallahu a’lam…

Sunday, January 1, 2012

Hubungan Masyarakat yang Terlupakan

Humas yang saat ini berkembang tiada lain adalah hasil pengembangan praktek-praktek humas di masa lalu. Pentingnya pencitraan ternyata memang sudah ada sedari dulu. Hanya saja kita tidak  menyadarinya. Orang jaman  dahulu sudah menyadari pentingnya peranan humas dalam keberhasilan pencapaian tujuan mereka. Namun, istilahnya yang memang tidak mereka namai.
Humas tumbuh dari kebudayaan masyarakat dalam memperoleh sesuatu. Sesuatu itu bisa berpentuk barang, jasa, nama baik, dan lain sebagainya. Istilah humas (public relation) baru dikenal dalam peradaban manusia di abad 20. Sejarah humas yang terlupakan ini dapat kita lihat dari beberapa peristiwa penting di masa lalu. Peristiwa yang tiada lain merupakan teknik-teknik humas pada masa lalu.
Upacara Penyambutan Nabi Sulaeman
Kedatangan Nabi Sulaeman disambut oleh Ratu Balqis dengan sangat meriah. Penyambutannya begitu megah dan luar biasa. Hal itu dilakukan karena ia mengistimewakan Nabi Sulaeman.
Acara penyambutan ini adalah salah satu praktek humas dalam bidang keprotokoleran, Dalam peristiwa itu ada penyusunan acara dari awal sampai akhir. Ada ceremonial penyambutan, ada pembawa acara, ada panitia-panitia yang dibentuk untuk penyambutan tersebut, dan lain sebagainya.
Ratu Balqis ingin Nabi Sulaeman merasa dihormati. Ia pun menjaga citranya sebagai seorang putri yang kaya raya dan penuh tata krama. Menghargai tamu sama artinya dengan menghargai diri sendiri. Selain itu,hal ini juga dilakukan karena Ia tertarik dengan nabi Sulaeman yang rendah hati, padahal kekayaannya jauh melebihi kekayaannya.
Peristiwa Penyambutan Mark Anthony
Kedatangan Mark Anthony disambut dengan penuh keindahan oleh Cleopatra. Lokasi yang dipilih adalah di tepi sungai Nil. Cleopatra menunjukan keindahan dan kelembutannya sebagai seorang ratu. Ini secara tidak langsung adalah sebuah pencitraan yang Cleopatra lakukan terhadap Mark Anthony.
Ia ingin Pertemuannya berlanjut dengan kerjasama yang baik dan saling menguntungkan kedua belah pihak. Cleopatra sebagai pembeli dan Mark Anthony sebagai penjual barang. Jika kesan pertama buruk, maka kerjasama itu tidak akan terwujud. Oleh karena itu Cleopatra berusaha untuk memeberikan kesan pertama yang memesona Mark Anthony untuk mewujudkan keinginannya.
Praktek Humas di Zaman Gilda
Gilda adalah sekumpulan orang di Eropa yang memiliki mata pencaharian sama, yaitu sebagai pedagang. Pada awalanya mereka berkumpul untuk membuat kelompok  yang memiliki tujuan untuk  membatasi persaingan dari dalam dan menolak persaingan dari luar. Cara yang mereka tempuh adalah dengan meningkatkan produksi barang yang mereka jual dan memperluas pasar.
Mereka melakukan perluasan pasar dengan memberikan informasi kepada khalayak sebanyak-banyaknya mengenai produk yang mereka pasarkan.  Dalam hal ini yang diinformasikan adalah  kualitas produk yang mereka jual serta manfaatnya untuk si pemakai barang. Dengan kata lain keungulan-keunggulan yang dapat memikat hati pembeli.
Ini adalah salah satu praktek humas dalam peranannya sebagai komunikator. Yaitu memberikan informasi kepada khalayak selengkap mungkin akan apa yang mereka pasarkan agar tujuan Gilda tercapai. Dalam hal ini mereka bertujuan mendapatkan pembeli sebanyak mungkin. Tentu saja di sini mereka memberikan informasi yang dapat menarik pembeli saja untuk mencapai tujuannya yaitu keuntungan yang sebesar-

Kewartawanan

Humas yang saat ini berkembang tiada lain adalah hasil pengembangan praktek-praktek humas di masa lalu. Pentingnya pencitraan ternyata memang sudah ada sedari dulu. Hanya saja kita tidak  menyadarinya. Orang jaman  dahulu sudah menyadari pentingnya peranan humas dalam keberhasilan pencapaian tujuan mereka. Namun, istilahnya yang memang tidak mereka namai.
Humas tumbuh dari kebudayaan masyarakat dalam memperoleh sesuatu. Sesuatu itu bisa berpentuk barang, jasa, nama baik, dan lain sebagainya. Istilah humas (public relation) baru dikenal dalam peradaban manusia di abad 20. Sejarah humas yang terlupakan ini dapat kita lihat dari beberapa peristiwa penting di masa lalu. Peristiwa yang tiada lain merupakan teknik-teknik humas pada masa lalu.
Upacara Penyambutan Nabi Sulaeman
Kedatangan Nabi Sulaeman disambut oleh Ratu Balqis dengan sangat meriah. Penyambutannya begitu megah dan luar biasa. Hal itu dilakukan karena ia mengistimewakan Nabi Sulaeman.
Acara penyambutan ini adalah salah satu praktek humas dalam bidang keprotokoleran, Dalam peristiwa itu ada penyusunan acara dari awal sampai akhir. Ada ceremonial penyambutan, ada pembawa acara, ada panitia-panitia yang dibentuk untuk penyambutan tersebut, dan lain sebagainya.
Ratu Balqis ingin Nabi Sulaeman merasa dihormati. Ia pun menjaga citranya sebagai seorang putri yang kaya raya dan penuh tata krama. Menghargai tamu sama artinya dengan menghargai diri sendiri. Selain itu,hal ini juga dilakukan karena Ia tertarik dengan nabi Sulaeman yang rendah hati, padahal kekayaannya jauh melebihi kekayaannya.
Peristiwa Penyambutan Mark Anthony
Kedatangan Mark Anthony disambut dengan penuh keindahan oleh Cleopatra. Lokasi yang dipilih adalah di tepi sungai Nil. Cleopatra menunjukan keindahan dan kelembutannya sebagai seorang ratu. Ini secara tidak langsung adalah sebuah pencitraan yang Cleopatra lakukan terhadap Mark Anthony.
Ia ingin Pertemuannya berlanjut dengan kerjasama yang baik dan saling menguntungkan kedua belah pihak. Cleopatra sebagai pembeli dan Mark Anthony sebagai penjual barang. Jika kesan pertama buruk, maka kerjasama itu tidak akan terwujud. Oleh karena itu Cleopatra berusaha untuk memeberikan kesan pertama yang memesona Mark Anthony untuk mewujudkan keinginannya.
Praktek Humas di Zaman Gilda
Gilda adalah sekumpulan orang di Eropa yang memiliki mata pencaharian sama, yaitu sebagai pedagang. Pada awalanya mereka berkumpul untuk membuat kelompok  yang memiliki tujuan untuk  membatasi persaingan dari dalam dan menolak persaingan dari luar. Cara yang mereka tempuh adalah dengan meningkatkan produksi barang yang mereka jual dan memperluas pasar.
Mereka melakukan perluasan pasar dengan memberikan informasi kepada khalayak sebanyak-banyaknya mengenai produk yang mereka pasarkan.  Dalam hal ini yang diinformasikan adalah  kualitas produk yang mereka jual serta manfaatnya untuk si pemakai barang. Dengan kata lain keungulan-keunggulan yang dapat memikat hati pembeli.
Ini adalah salah satu praktek humas dalam peranannya sebagai komunikator. Yaitu memberikan informasi kepada khalayak selengkap mungkin akan apa yang mereka pasarkan agar tujuan Gilda tercapai. Dalam hal ini mereka bertujuan mendapatkan pembeli sebanyak mungkin. Tentu saja di sini mereka memberikan informasi yang dapat menarik pembeli saja untuk mencapai tujuannya yaitu keuntungan yang sebesar-besarnya.

Sejarah Jurnalistik dan Perkembangannya

Dalam perkembangan jurnalistik, terkait penentuan jurnalis pertama dan kapan kegiatan jurnalistik pertama dilakukan, para ahli senantiasa merujuk pada Romawi masa Julius Caesar (100-44 SM). Jules meneruskan tradisi raja-raja terdahulu untuk menyiarkan kabar mengenai keputusan senat di papan pengumuman, Acta Diurna. Jules berpikir, walaupun kekuasaannya tanpa batas, ia harus mendapatkan inisiasi dari publik Roma.
Istilah Jurnalis
Sejak saat itu, dikenal istilah Jurnalis yang berasal dari kata diurnalis atau mereka yang menjadi juru tulis senat. Padahal, jika para ahli sains percaya adanya agama, perkembangan jurnalistik sudah ada pada masa sebelum Jules. Misalnya, catatan Eumenes, 363 SM. Ia telah membuat kisah orang-orang ternama masa itu, dari Alexander yang agung sampai Aristoteles. Lebih jauh lagi beribu tahun ke belakang adalah masa Nabi Nuh.
Konon, saat banjir besar menghantam bumi atau berakhirnya zaman es, riak jurnalistik sudah terbangun. Nabi Nuh AS membutuhkan kabar yang akurat dan faktual tentang kondisi daratan. Dikirimlah jurnalis dadakan, namun bisa dipercaya karena memiliki kemampuan "radar magnetis" dan otak kecil alat navigasi di hidungnya. Ya, burung merpati.
Si Merpati barangkali pangkatnya seorang reporter investigasi yang diminta mencari tahu kadar kesurutan air. Merpati terbang berkeliling hingga menemukan ranting zaitun yang menyebul di lautan. Ranting itu dipatuk, lantas dibawa sehingga Nabi Nuh mengetahui kabar akurat mengenai surutnya air.
China
Pada perkembangan selanjutnya, tradisi tulisan berlanjut di China. Surat kabar pertama pun lahir, King Pao. Surat kabar yang mengabarkan titah kaisar. Lantas, jurnalis tulis menulis sedikit surat di zaman kegelapan Eropa walaupun mendapat tempat manis di Asia. Pada masa itu, orang Eropa mengandalkan para penyair dari hall ke hall untuk mengabarkan kisah para raja dan pahlawan.
Perkembangan berarti berlangsung pada abad pertengahan. Yakni, hadirnya mesin cetak. Guttenberg (1450), dengan izin Tuhan, benar-benar merevolusi dunia. Kehadiran mesin cetak telah membawa jurnalisme ke titik 100 persen. Kemudian, lahir media massa pertama di Eropa yang tidak ditujukan untuk para raja semata. Yakni, Gazzeta di Venesia.
Sebagaimana umumnya kota Italia yang menganggap raja atau doge sebagai patron, kota dan para pengurusnya bersikap mandiri. Kemandirian informasi di Venesia inilah yang melahirkan Gazzeta.
Amerika
Di Amerika Utara, perkembangan pers mengikuti sejarah unik penjajahan Inggris pada dataran kolonialnya. Orang kolonial Amerika Utara itu, bahkan, memulihkan nama journalism sebagai kegiatan pencarian berita. Sementara di tanah Inggris sendiri, lahir Oxford Gazzete. Nama newspapper mulai digunakan menggantikan Gazzete yang berbau pizza Italia.
Pada masa awal revolusi Industri, masa Descartes usai mencerahkan Eropa dengan filsafat ilmunya, jurnalistik mulai dipandang sebagai ilmu baru di ranah sosial. Karl Bucher dan Max Weber di Universitas Basel Swiss memperkenalkan cabang baru ilmu persuratkabaran, Zeitungkunde pada 1884.
Di Amerika Utara, lahirlah sekolah beken dalam urusan jurnalis, Columbia School of Journalism pada 1912 oleh Joseph Pulitzer. Pada abad ke-20, kepakaran dan profesi semakin mencair. Ilmu dan teori jurnalisme semakin berkembang, kode etik dilahirkan, teknik pemberitaan diperluas. Nama-nama harum, seperti Hunter S. Thompson, Hearst, atau Tom Wolfe, mengembangkan jurnalisme sebagai teknik dan konglomerasi.

Arsip Berita

 

Copyright Forum Wartawan Indonesia / Email: forwisulsel@yahoo.com